...kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya seperti apa, dan dari SPPG mana, itu bisa dicek melalui Radar MBG
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan portal Radar MBG yang memungkinkan masyarakat memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), utamanya dari segi menu, sebagai bagian dari upaya transparansi dan membuka ruang partisipasi publik.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan Radar MBG disiapkan untuk memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada masyarakat, khususnya orang tua dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG di sekolah.
"Kami sudah menyiapkan portal, dimana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kepala sekolah, kepala daerah, kemudian dinas, itu bisa ikut mengawasi," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Melalui Radar MBG, lanjutnya, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sekolah yang menerima program, menu yang disajikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut.
Informasi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan MBG di lapangan.
"Orang tua itu ingin tahu anak yang di sekolahnya mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka, kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya seperti apa, dan dari SPPG mana, itu bisa dicek melalui Radar MBG," ucap Sudaryono.
Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut tidak hanya ditujukan sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat pengawasan bersama.
Melalui informasi yang tersedia secara digital, kata dia, masyarakat, sekolah, pemerintah daerah, maupun dinas terkait, dapat ikut melihat dan memberikan perhatian apabila terdapat aspek pelaksanaan MBG yang perlu diperbaiki.
BGN juga terus meningkatkan kewajiban pelaporan digital bagi seluruh SPPG, termasuk dalam proses produksi makanan. Saat ini sekitar 85 persen SPPG telah mengisi pelaporan secara digital.
Ke depan BGN mendorong seluruh dapur MBG untuk melaporkan proses produksinya secara lebih konsisten sehingga informasi yang tampil dalam Radar MBG semakin lengkap.
"Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG belum melaporkan atau memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi," tutur Sudaryono.
Sudaryono menegaskan partisipasi publik melalui Radar MBG diharapkan tidak berhenti pada pemantauan informasi, tetapi dapat menjadi bagian dari mekanisme perbaikan berkelanjutan.
BGN ingin memastikan program tersebut terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas makanan, komposisi menu, kandungan gizi, serta kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.





