TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 18 atau Kelok 23 yang menghubungkan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul dengan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, akan segera rampung dan dilakukan serah terima sebelum akhirnya dilakukan open traffic.
Project Manager JJLS Kelok 18, Anang Nur Tachlish, mengatakan, perkembangan JJLS Kelok 18 saat ini sudah mencapai 99 persen. Pengaspalan jalan telah selesai, namun di bagian tertentu masih ada yang perlu dilengkapi marka jalan.
"99 persen itu aspal sudah tuntas semua. Cuma aspal ini kan perlu waktu untuk (diberi) marka. Nah itu baru bisa dilakukan pada tanggal 25-29 Agustus. Sehingga, marka ini harus sesuai dengan umur. Umur aspal dapat, baru marka terakhir," katanya kepada wartawan saat dijumpai di JJLS Kelok 18, Jumat (14/8/2026).
Artinya, pengerjaan saat ini hanya tinggal melengkapi pemasangan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas, mata kucing jalan atau alat pemantul cahaya untuk memperjelas batas jalur saat malam atau cuaca gelap, dan lain sebagainya.
Pembangunan JJLS Kelok 18 juga akan dilengkapi oleh pos polisi untuk memonitoring kendaraan yang melintasi jalur tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Pos polisi tersebut sebagai bagian informasi terkait kondisi JJLS Kelok 18.
Selain itu, JJLS Kelok 18 akan dilengkapi dengan dua rest area. Rest area resmi pertama yakni rest area resmi milik pemerintah yang disiapkan dengan menggandeng pelaku UMKM setempat dan JJLS Kelok 18 bagian terdapat rest area milik swasta yakni Rest Area Segaragiri.
"Kalau kita (pemerintah) menyiapkan rest area yang tentunya berfungsi untuk UMKM. Itu ada di tengah-tengah JJLS Kelok 18. Sedangkan, Segaragiri itu murni dari PT Segaragiri yang membuat rest area di atas lagi, di ujung jalan (masuk Kabupaten Gunungkidul)," urainya.
Guna menyambut dan menyongsong penyelesaian proyek JJLS Kelok 18, kini pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, semula lokasi itu tidak ada akses jalan dan dimungkinkan hanya ada jalan setapak, namun kini telah menjadi jalan nasional dan akan ada peningkatan traffic lalu lintas.
"Nah, dengan saya menjelaskan kepada masyarakat tentang jalan ini, masyarakat (diharapkan) peka mengubah paradigma yang semula tidak ada jalan. Sehingga risiko keselamatan lalu lintas, keselamatan warga itu menjadi utama," tutur Anang.
Selanjutnya, mengingat lokasi JJLS Kelok 18 juga ada yang berdekatan dengan rumah warga, maka orang tua turut diberi sosialisasi agar selalu mengawasi buah hatinya untuk tidak bermain atau lari ke tengah jalan. Pasalnya, potensi pengguna lalu lintas JJLS Kelok 18 akan ramai.
"Nah, ini kami sampaikan semua agar masyarakat siap menerima traffic tersebut, siap menerima traffic lalu lintas yang mungkin cukup besar, cukup banyak. Karena jalan ini Jalan Nasional. Tentunya akan menjadi lalu lintas utama menuju perjalanan dari Jawa Tengah ke arah Jawa Timur," urainya.
Pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi JJLS Kelok 18, dikarenakan akses jalan dari barat ke timur tinggi. Masyarakat juga diajak untuk menjaga maupun merawat akses jalan baru tersebut.
"Jangan ada coret-coret dan tidak boleh turun dari tebing demi menjaga keselamatan masing-masing," imbau Anang.
"Rencana open traffic perlu didiskusikan dan dikoordinasikan dengan Forum Lalu Lintas DI Yogyakarta meliputi Kepolisian (dalam hal ini Ditlantas Polda DIY), Kementerian PU (dalam hal ini BBPJN Jawa Tengah-DIY), BPTD Kelas II DIY, Dinas Perhubungan DIY, Dinas PUP-ESDM DIY, dan Jasa Raharja," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Subarkah turut menyampaikan pengerjaan proyek itu berlangsung sejak 9 November 2023 sampai 28 Agustus 2026. Proyek itu pun digarap untuk pemerataan jalur dan pemerataan ekonomi kawasan selatan.
Adapun penanganan atau pengerjaan kontrak JJLS Kelok 18 terdapat perubahan. Paket yang semula senilai Rp241 miliar kini bertambah dan menjadi Rp341 miliar.
"Perubahan tersebut meliputi penambahan provisional sum yang belum dimasukkan saat awal kontrak, penambahan pekerjaan perkuatan lereng, penambahan saluran drainase, penambahan perlengkapan jalan, serta penambahan pekerjaan jembatan baru pada ruas tersebut," papar dia.(nei)