BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana Taman Dealova Pangkalpinang tak seperti biasanya, Kamis (13/8/2026). Puluhan Pedagang Kaki Lima yang sehari-hari sibuk melayani pembeli di lapak masing-masing, kali ini duduk berkumpul menyimak sesuatu yang baru bagi mereka.
Sebuah aplikasi bernama Smart Kuliner Pangkalpinang, hasil kerja tim pengabdian dari Universitas Bangka Belitung (UBB) yang dirancang khusus untuk membantu usaha Pedagang Kaki Lima naik kelas.
Kegiatan ini merupakan puncak dari program pengabdian masyarakat berjudul “Implementasi SmartKuliner Babel Berbasis Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital pada Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pangkalpinang”, yang dijalankan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Sekitar 50 anggota APKLI Pangkalpinang hadir langsung menyaksikan diseminasi hasil pengabdian sekaligus serah terima aset dari kampus kepada asosiasi.
Kegiatan ini juga turut hadir Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Ketua APKLI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mangimpal Lumbantoruan dan Ketua APKLI Pangkalpinang Februli,
Pertanda bahwa program ini mendapat perhatian bukan hanya dari kampus, tetapi juga dari pemerintah kota dan jaringan Pedagang Kaki Lima se-Provinsi.
Program ini digawangi oleh Christianingrum sebagai ketua tim, bersama dua anggota tim Nizwan Zukhri dan Adi Widianto.
Dua aset diserahkan kepada Ketua APKLI Pangkalpinang, Februli yakni aplikasi Smart Kuliner Pangkalpinang yang dikembangkan tim pengabdi dan satu unit komputer (PC) untuk menopang operasional sehari-hari di sekretariat asosiasi.
Keduanya berstatus Barang Milik Negara, bersumber dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Bagi Christianingrum, aplikasi ini bukan sekadar alat bantu jual-beli digital.
“Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, berkolaborasi dan terus berinovasi. Kami berharap SmartKuliner Pangkalpinang dapat menjadi media yang memperkuat promosi dan pemasaran Pedagang Kaki Lima, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya di sela-sela acara serah terima.
Senada disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna yang menyebut bantuan yang diberikan tim UBB bukan sekadar sarana pendukung, melainkan wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM serta Pedagang Kaki Lima.
Ia berharap sinergi semacam ini terus berlanjut, sehingga makin banyak inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang.
Serah terima aplikasi dan perangkat komputer hari itu bukanlah titik akhir program.
Tim pengabdi UBB memastikan akan melanjutkan pendampingan penggunaan aplikasi dan strategi pemasaran modern bagi anggota APKLI Pangkalpinang, agar Smart Kuliner Pangkalpinang tidak berhenti sebagai seremoni serah terima, melainkan benar-benar terpakai dan memberi dampak berkelanjutan bagi Pedagang Kaki Lima di Kota Pangkalpinang. (*/E0)