TRIBUNWOW.COM - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah dan berbagai belahan dunia.
Seruan tersebut disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Muzani menegaskan serangan terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap negara harus dihormati.
"Serangan terhadap negara yang berdaulat tidak dapat dibenarkan. Kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap warga wajib dihormati. "
"Tidak boleh ada negara mana pun yang merasa berhak untuk menentukan nasib bangsa lain," kata Muzani, mengutip TV Parlemen, Jumat (14/8/2026).
Karena itu, ia menyerukan penghentian perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah maupun di belahan dunia lainnya.
Baca juga: Absen Tiga Tahun Beruntun, Megawati Tak Hadir Lagi di Sidang Tahunan MPR 2026, Diwakilkan Puan
Diplomasi Jadi Jalan Penyelesaian Konflik
Muzani menekankan pentingnya diplomasi sebagai jalan untuk menyelesaikan berbagai perbedaan dan konflik antarnegara.
Ia mengingatkan agar dunia tidak kehilangan kesabaran dalam mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan.
"Mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan. Kita tidak boleh kehilangan kata-kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan," ujarnya.
Menurut Muzani, perdamaian membutuhkan keberanian untuk menahan diri, kesediaan mendengar, serta kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan.
"Perdamaian adalah keberanian untuk menahan diri, kesetiaan mendengar dan kemampuan untuk menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan. Dunia tidak boleh dan tidak membutuhkan perang. Dunia membutuhkan kepedulian untuk berdamai," katanya.
Sampaikan Belasungkawa untuk Iran dan Qatar
Dalam pidatonya, Muzani juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Mengutip Al Jazeera, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dimakamkan pada 9 Juli 2026, di Kuil Imam Reza di kampung halamannya di Mashhad, Iran.
Pemakamannya mengakhiri serangkaian prosesi pemakaman massal selama seminggu yang mencakup beberapa kota di Iran dan Irak.
"Perang juga sudah membawa korban bagi pemimpin Iran. Karena itu, di forum yang mulia ini kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei," ujar Muzani.
Muzani kemudian menyampaikan belasungkawa dan simpati atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Baca juga: Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan Dua Kali dalam Sidang Tahunan MPR dan DPR 2026
"Perkenankan pula kami menyampaikan belasungkawa dan simpati yang setulus-tulusnya atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani," katanya.
Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Muzani juga kembali menegaskan sikap Indonesia terhadap persoalan Palestina.
Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah berubah dan tidak bergeser.
Ia menegaskan dukungan terhadap Palestina bukan bentuk permusuhan terhadap agama maupun bangsa tertentu.
"Dalam persoalan Palestina, sikap Indonesia tidak pernah berubah dan tidak pernah bergeser. Dukungan atas perjuangan Palestina bukanlah permusuhan terhadap suatu agama ataupun suatu bangsa," kata Muzani.
Muzani menyebut dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina berakar pada sejarah perjuangan bangsa dan konstitusi Indonesia.
Ia mengatakan Indonesia memiliki pengalaman pahit akibat penjajahan dan perang. Karena itu, Indonesia tidak dapat berdiam diri ketika bangsa lain masih hidup di bawah pendudukan dan kekerasan.
Rakyat Indonesia Akan Terus Bersama Palestina
Muzani menegaskan Indonesia mendukung rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan, kedaulatan, serta kehidupan yang bermartabat di tanah airnya sendiri.
"Kita mendukung rakyat Palestina untuk merdeka, berdaulat dan hidup secara bermartabat di tanah airnya sendiri," tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung rakyat Palestina.
"Rakyat dan bangsa Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina," kata Muzani.