TRIBUNLOMBOK.COM - Parma Calcio 1913 akan menjamu Catania FC di Stadion Ennio Tardini pada babak 32 besar Coppa Italia, Sabtu.
Parma yang bermain di Serie A datang dengan status tim yang lebih diunggulkan secara kualitas. Sementara itu, Catania menghadapi persoalan administrasi yang membuat sejumlah pemain baru mereka belum dapat didaftarkan untuk pertandingan ini.
Parma menutup musim Serie A 2025/2026 di posisi ke-13. Hasil tersebut membuat mereka berhasil mempertahankan tempat di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Musim tersebut menjadi musim pertama Carlos Cuesta sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Cuesta selama lima tahun bekerja sebagai asisten Mikel Arteta di Arsenal.
Matteo Pellegrino menjadi pencetak gol terbanyak Parma di Serie A dengan sembilan gol. Secara keseluruhan, Parma mencetak 28 gol dan kebobolan 46 gol sepanjang musim lalu.
Catatan pertahanan tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus diperbaiki Cuesta sebelum musim baru dimulai.
Parma memulai persiapan musim 2026/2027 pada 13 Juli di Mutti Training Center, Collecchio. Mereka kemudian menjalani pemusatan latihan di Pinzolo, Trentino.
Dalam rangkaian pertandingan pramusim, Parma bermain imbang 1-1 melawan Arezzo pada 30 Juli. Kouda mencetak gol setelah menerima umpan dari Almqvist, sebelum Arezzo menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak jauh Sala.
Parma kembali meraih hasil imbang 1-1 ketika menghadapi Iraklis Thessaloniki pada 2 Agustus. Koljic membawa tim asal Yunani tersebut unggul, tetapi Mikolajewski menyamakan kedudukan pada menit ke-75 setelah menerima umpan terobosan Kouda.
Pada pertandingan pramusim terakhir, Parma kalah 0-2 dari Sampdoria di Stadion Ennio Tardini pada 9 Agustus.
Hasil tersebut membuat Cuesta masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam memperbaiki pola serangan dan efektivitas tim di depan gawang.
Kini perhatian Parma beralih ke Coppa Italia. Mereka akan berusaha melangkah sejauh mungkin dalam turnamen tersebut pada musim ini.
Catania mengakhiri Serie C musim lalu sebagai runner-up Grup C. Mereka mencatatkan 19 kemenangan, 13 hasil imbang, dan enam kekalahan.
Namun, perjalanan mereka di babak play-off promosi berakhir mengecewakan. Catania kalah telak 0-4 dari Ascoli pada leg pertama semifinal play-off.
Mereka memang mampu menang 2-1 pada pertandingan kedua di Stadion Massimino, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Persoalan Catania kemudian berlanjut pada musim panas. Klub tersebut menghadapi masalah pendaftaran pemain karena tidak memenuhi batas waktu untuk menyerahkan jaminan bank tambahan kepada federasi pada 10 Agustus.
Akibatnya, sekitar 10 pemain baru Catania belum dapat didaftarkan. Kondisi tersebut juga membuat klub berpotensi mendapatkan pengurangan poin setelah proses pemeriksaan terkait aturan kompetisi Serie C selesai.
Pelatih baru Catania, Emilio Longo, ditunjuk pada 3 Juli untuk menggantikan Domenico Toscano. Longo sebelumnya menangani Crotone.
Dengan skuad yang terbatas, Longo tetap mampu membawa Catania melewati babak awal Coppa Italia.
Catania bermain imbang 1-1 melawan Vicenza yang baru promosi. Cicerelli menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti setelah Moncini lebih dulu mencetak gol untuk Vicenza.
Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui adu penalti. Catania menang 5-4 dan berhak melaju ke babak berikutnya.
Kini mereka harus menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dengan bertandang ke markas Parma.
Parma kemungkinan tidak diperkuat penjaga gawang Zion Suzuki. Pemain tersebut disebut sedang berada di ambang kepindahan ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer sekitar 35 juta euro.
Jika Suzuki tidak dimainkan, Edoardo Corvi berpeluang menjadi penjaga gawang utama Parma.
El Bilal Touré, pemain yang dipinjam dari Atalanta, sudah menjalani debutnya ketika Parma menghadapi Sampdoria. Ia diperkirakan kembali tampil bersama Matteo Pellegrino dan Frigan di lini depan.
Sementara itu, pemain baru David Romero diperkirakan belum dapat dimainkan karena baru tiba di Parma sehari sebelum pertandingan.
Catania juga menghadapi masalah dengan keterbatasan pemain. Beberapa pemain baru masih belum dapat diturunkan karena persoalan pendaftaran.
Dini kemungkinan kembali dipercaya sebagai penjaga gawang setelah menggantikan Rinaldi pada pertandingan sebelumnya.
Catania diperkirakan hanya memiliki sekitar 16 pemain senior yang tersedia untuk pertandingan ini. Salvatore Caturano tetap dapat dimainkan karena hukuman yang diterimanya hanya berlaku untuk pertandingan Serie C.
Fabio Ponsi juga telah ditambahkan ke skuad sebagai opsi tambahan di lini pertahanan.
Parma: Corvi; Delprato, Trolio, Circati, Valeri; Ordonez, Sorensen, Keita; Frigan, Toure, Pellegrino.
Catania: Dini; Raimo, Ierardi, Quaini, Donnarumma; Tacchio, Corbari, Jimenez; Cicerelli, Lunetta; Caturano
Parma diprediksi akan menghadapi pertandingan ini dengan penuh percaya diri, di mana Carlos Cuesta bertekad membawa timnya melaju ke babak berikutnya.
Meski tim tamu sedang kesulitan menemukan performa terbaik, mereka berhasil mengalahkan Vicenza di babak sebelumnya; namun, Parma diyakini memiliki kualitas yang cukup untuk menghindari kejutan dan memastikan tempat mereka di babak selanjutnya.
Prediksi Skor: Parma 2-0 Catania
Parma diperkirakan mampu mengendalikan pertandingan karena memiliki kedalaman dan kualitas skuad yang lebih baik.
Catania memang menunjukkan daya juang saat menyingkirkan Vicenza melalui adu penalti pada babak sebelumnya, tetapi keterbatasan pemain dapat menyulitkan mereka ketika menghadapi Parma di Stadion Ennio Tardini.
Di sisi lain, Parma juga belum sepenuhnya meyakinkan selama pramusim. Namun, dengan dukungan bermain di kandang dan pengalaman menghadapi persaingan Serie A, Parma diprediksi mampu mencetak kemenangan sekaligus melangkah ke babak berikutnya.
Prediksi Skor: Parma 2-0 Catania
Link Live Streaming Parma vs Catania
Baca juga: Prediksi Skor Singapore vs Thailand, Head-to-head dan Statistik di Piala AFF 2026
(TribunLombok/ Irsan Yamananda/ Sportsmole)