37 Paskibraka Kabupaten Tegal 2026 Dikukuhkan, Bupati Ischak: Lanjutkan Estafet Perjuangan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 37 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tegal tahun 2026 resmi dikukuhkan, berlokasi di Pendopo Amangkurat, Jumat (14/8/2026).
Upacara pengukuhan dipimpin langsung Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, turut disaksikan Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, unsur Forkopimda Kabupaten Tegal dan sejumlah pejabat terkait.
Adapun total Paskibraka Kabupaten Tegal tahun 2026 sebanyak 39 anggota, namun dua di antaranya lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah pasangan putra dan putri sehingga total yang dikukuhkan sebanyak 37 anggota.
Upacara pengukuhan berlangsung khidmat dengan prosesi yang cukup sakral disaksikan orangtua masing-masing anggota Paskibraka.
Suasana haru sangat terasa ketika orangtua memasangkan sabuk kendit ke anak masing-masing.
Pemasangan sabuk kendit sebagai tanda pengukuhan bagi anggota Paskibraka.
Setelah prosesi sakral tersebut, dilanjutkan semua anggota Paskibraka Kabupaten Tegal yang resmi dikukuhkan bergantian mencium bendera merah putih.
Dalam arahannya, Bupati Ischak menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya dua putra dan putri asal Kabupaten Tegal yang berhasil lolos Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pencapaian tersebut membanggakan dan jadi catatan baru bagi Pemkab Tegal karena berhasil meloloskan dua sekaligus pasangan putra putri ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
"Saya ingatkan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar kebanggaan semata, melainkan ada kehormatan dan tanggungjawab yang dipikul. Saya juga ingin menyampaikan perhatian khusus kepada satu anggota Paskibraka yang mengalami musibah kecelakaan sehingga belum dapat menjalani tugas secara maksimal. Saya harap ananda tetap semangat dan tidak merasa sendiri," ungkap Bupati Ischak, pada Tribunjateng.com.
Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mengusung tema "Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur."
Tema tersebut menurut Bupati Ischak menjadi pengingat kemerdekaan harus diisi dengan persatuan, gotong royong, dan memberi kontribusi nyata.
Bagi anggota Paskibraka, semangat sesuai tema HUT RI tahun ini bisa dimulai dari diri sendiri dengan menjadi generasi kuat, berkarakter, mampu menghargai perbedaan, peduli sesama, terus belajar dan berprestasi untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Jadilah generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, bijak dalam memanfaatkan teknologi, jauhi narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Selain itu Bupati Ischak juga berpesan agar tetap menjadi pribadi yang berprestasi dan siap melanjutkan estafet perjuangan bangsa.
"Saat nanti mengibarkan sang merah putih ingatlah kalian membawa nama keluarga, sekolah, Kabupaten Tegal sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Laksanakan tugas dengan khidmat, disiplin, percaya diri dan penuh tanggungjawab. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal generasi muda Kabupaten Tegal yang tangguh, berprestasi dan siap melanjutkan estafet perjuangan bangsa," pesan Bupati Ischak.
Sementara itu, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Tegal Rizal Adi Pratama menjelaskan, total Paskibraka yang dikukuhkan sebanyak 37 terdiri dari 18 putri dan 19 putra.
Setelah serangakaian proses panjang, karantina anggota Paskibraka Kabupaten Tegal dilaksanakan pada 16 Agustus atau H-1 upacara HUT Kemerdekaan RI bertempat di Grand Dian Hotel Slawi.
Mengenai ada satu anggota Paskibraka yang mengalami kecelakaan lalu lintas, diterangkan Rizal terjadi pada Sabtu (8/8/2026) saat yang bersangkutan hendak berangkat latihan di lapangan Pemkab Tegal dan berangkat dari sekolahnya SMA Negeri 1 Bojong.
Dalam perjalanan, satu anak ini mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Yamansari, Kecamatan Lebaksiu.
Sepeda motor yang dikendarai tergelincir dan terjatuh, menyebakan tangan sebelah kanan mengalami cidera patah tulang.
Terkait pengobatan selama pemulihan atau penanganan, menurut Rizal semuanya sudah ditanggung BPJS dan dari Pemkab Tegal sendiri memberi santunan.
"Satu anak ini memiliki semangat tinggi dengan mengikuti pengukuhan dan nantinya tetap bertugas sebagai pagar lapis atau untuk menyambut Bupati saat berjalan menuju ke mimbar. Sementara apakah mengikuti karantina atau tidak, kami berkoordinasi dengan orangtuanya dan keputusan ada pada mereka," jelas Rizal. (dta)