TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta belum meluncurkan skuadnya dan masih membuka kemungkinan menambah pemain lokal untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Pelatih Jean-Paul van Gastel belum memastikan apakah komposisi skuad saat ini sudah cukup, terutama setelah adanya tambahan agenda Piala Liga.
Menurut Van Gastel, padatnya jadwal pertandingan berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan PSIM sebelum menutup aktivitas mereka di bursa transfer.
“Itu masih menjadi pertanyaan. Dengan adanya Piala Liga, kami harus siap menghadapi banyak pertandingan,” kata Van Gastel, Jumat (14/8/2026).
Pelatih asal Belanda tersebut menilai situasi ini cukup berbeda karena tim-tim Indonesia belum terbiasa menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Karena itu, kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan.
“Saya yakin semua tim akan menghadapi banyak cedera karena jadwal padat, sesuatu yang belum terbiasa dihadapi tim Indonesia,” ujarnya.
Van Gastel sebenarnya memiliki komposisi ideal yang selama ini menjadi acuannya. Ia biasanya merasa cukup dengan 22 pemain lokal dan empat penjaga gawang.
Namun, tambahan pertandingan di Piala Liga membuat kebutuhan tersebut kembali dievaluasi.
“Biasanya jika saya memiliki 22 pemain dan empat penjaga gawang, saya sudah puas. Namun sekarang kami harus memikirkan apakah perlu menambah pemain karena Piala Liga,” jelasnya.
Meski demikian, PSIM tidak ingin terburu-buru menambah pemain. Van Gastel mempertimbangkan efektivitas perekrutan dengan kemungkinan perjalanan tim di Piala Liga yang berlangsung singkat.
“Bisa saja kami hanya memainkan tiga pertandingan dan langsung tersingkir, jadi menambah pemain hanya untuk tiga laga juga harus dipertimbangkan,” tegasnya.
Dengan demikian, keputusan terkait tambahan pemain masih akan melihat kebutuhan tim serta format dan padatnya agenda pertandingan.
PSIM ingin memastikan kedalaman skuad cukup tanpa melakukan perekrutan yang justru tidak memberikan dampak maksimal bagi tim.