RI Kurang Dokter, Prabowo: Ada 9 Fakultas, 170 Prodi Spesialis-Subspesialis Baru
GH News August 14, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah kekurangan dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi di Indonesia pada sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Merespons masalah ini, ia mengatakan, pemerintah membuka fakultas serta prodi-prodi spesialis dan subspesialis baru sepanjang 21 bulan terakhir. Prabowo mengatakan, sebanyak 11 provinsi RI baru memiliki prodi spesialis untuk pertama kali.

"Pemerintah telah membuka 9 fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita," ucapnya.

Indonesia Kekurangan Dokter

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Prabowo menjabarkan kebutuhan dokter di kabupaten/kota sebagai berikut:

474 kabupaten/kota butuh tambahan 84.781 dokter umum505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis.

Prabowo mengatakan, kekurangan dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia harus segera diatasi. Adapun daerah prioritas dari pemenuhan kebutuhan ini yaitu di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama di Indonesia Timur.

"Untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dan dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.