TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persaingan Comic League Season 4 yang digelar Komunitas Stand Up Indo Pekanbaru kembali berlanjut.
Sebanyak 13 komika akan beradu kelucuan dalam Show 2 yang digelar Sabtu, 15 Agustus 2026, di Balungan Gajah Kak Nas, Jalan Tengku Bey, Pekanbaru.
Pertunjukan dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB. Penonton yang ingin menyaksikan langsung aksi para komika cukup membayar tiket Rp25 ribu.
Harga tersebut sudah termasuk minuman, dengan jumlah penonton dibatasi maksimal 80 orang.
Show 2 mengangkat tema “Keluarga”. Para peserta akan ditantang mengolah pengalaman, cerita, dan berbagai persoalan seputar keluarga menjadi materi komedi yang menghibur sekaligus menarik di atas panggung.
Sebanyak 13 peserta yang tampil merupakan komika yang berhasil bertahan setelah melewati Show 1 pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pada babak sebelumnya, 15 peserta tampil dengan tema “Who Am I”.
Dari penampilan tersebut, dua komika harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi. Keduanya adalah Komika Heru asal Perawang dan Komika Sensei dari Panam, Pekanbaru.
Admin Stand Up Indo Pekanbaru, Jopri Sinaga, mengatakan rangkaian kegiatan para peserta tidak hanya berlangsung saat pertunjukan.
Baca juga: Mengintip Eksistensi Stand Up Indo Pekanbaru Menghibur Warga, Berawal dari Tawa di Coffee Shop
Sebelum naik panggung, para komika mengikuti mentoring untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan materi.
“Peserta menjalani mentoring pada hari Rabu. Kemudian hari Kamis melakukan open mic, Jumat break, dan Sabtu show,” ujar Jopri.
Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan agar peserta tidak sekadar mengikuti kompetisi, tetapi juga mengalami proses belajar sebagai seorang komika.
Comic League Season 4 sendiri menjadi wadah bagi komika dari berbagai daerah di Riau untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman tampil di hadapan penonton.
Kompetisi ini diawali dengan proses audisi yang mendapat antusiasme cukup tinggi. Sebanyak 46 peserta mengikuti audisi yang digelar di tiga titik wilayah Pekanbaru, yakni Marpoyan, Durian, dan Panam. Seluruh rangkaian audisi dilaksanakan di Sanama+ Coffee & Space.
Dari 46 peserta tersebut, sebanyak 21 komika dinyatakan lolos ke tahap seleksi daring. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 15 komika yang kemudian berhak tampil dalam Comic League Season 4.
Kompetisi berlangsung selama tujuh pekan berturut-turut di lokasi yang sama. Setiap pekan, para peserta akan tampil di hadapan dewan juri dengan sistem eliminasi. Satu hingga dua peserta akan tersingkir dalam setiap pertunjukan hingga akhirnya tersisa satu komika yang dinobatkan sebagai juara Comic League Season 4.
Ketua Stand Up Indo Pekanbaru, Megi Irawan, mengatakan kompetisi tersebut merupakan salah satu upaya komunitas untuk terus melahirkan komika berkualitas dari Riau yang memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional.
“Harapan kami kompetisi ini bisa terus rutin diadakan setiap tahun dan gaungnya semakin luas di Pekanbaru. Ke depan kami juga akan mencoba membuka kepesertaan dari provinsi lain agar komikanya semakin beragam,” kata Megi.
Ia berharap para peserta yang mengikuti Comic League Season 4 tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kompetisi dapat menjadi modal bagi para komika untuk berkembang, baik di panggung pertunjukan maupun di dunia entertainment.
Sementara itu, Jopri menjelaskan tujuan utama Comic League Season 4 adalah mencari komika terlucu di Riau yang selanjutnya dipersiapkan untuk dapat tampil di level nasional.
Penampilan para peserta dinilai oleh empat komika berpengalaman dari Stand Up Indo Pekanbaru, yakni Megi Irawan, Alhafizh, Faqih O Maulana, dan Buha Manik.
Dengan masih panjangnya perjalanan kompetisi, Show 2 menjadi kesempatan bagi 13 komika yang tersisa untuk mempertahankan posisi sekaligus menunjukkan perkembangan materi dan kemampuan mereka di atas panggung.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, tiket Show 2 dapat dibeli di lokasi dengan harga Rp25 ribu, termasuk minuman. Panitia membatasi jumlah penonton hanya 80 orang agar pertunjukan tetap nyaman bagi peserta maupun pengunjung.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)