Peluang Ruben Onsu Menangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah Disebut Kecil, Minola: Kita Tetap Maju!
Putri Asti August 14, 2026 04:54 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait persoalan hak asuh anak masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perkara tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut hak Ruben dan Sarwendah sebagai orang tua dari kedua putri mereka.

Di tengah proses persidangan yang masih berlangsung, muncul sejumlah pihak yang turut memberikan penilaian mengenai peluang Ruben memenangkan gugatan.

Beberapa pihak bahkan menilai kesempatan Ruben untuk mendapatkan hak asuh kedua putrinya terbilang kecil.

Penilaian tersebut kemudian mendapat tanggapan dari kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.

Minola Sebayang singgung soal peluang Ruben Onsu menangkan hak asuh anak.
Minola Sebayang singgung soal peluang Ruben Onsu menangkan hak asuh anak. (Instagram @ruben_onsu)

Minola menilai pernyataan mengenai kecilnya peluang Ruben memenangkan gugatan masih terlalu dini untuk disimpulkan.

Pasalnya, proses persidangan masih berjalan sehingga belum tepat jika ada pihak yang langsung menentukan siapa yang akan memenangkan perkara tersebut.

Minola juga menyoroti penilaian yang muncul sebelum seluruh bukti dari pihak Ruben diketahui secara menyeluruh.

Baca juga: Sidang Masih Berjalan, Pihak Ruben Onsu Siapkan Kartu AS Demi Menang Hak Asuh Anak dari Sarwendah

Ia menyebut pihak-pihak yang memberikan penilaian tersebut belum mengetahui secara lengkap bukti yang telah dipersiapkan oleh kubu Ruben.

"Kalau misalnya ada orang yang mengatakan peluangnya tebal dan tipis gitu kayak buku, ini terlalu prematur ya."

"Saya enggak ngerti juga gitu loh. Enggak melihat bukti-bukti, enggak tahu juga apa bukti dari penggugat tapi sudah berani menyimpulkan tebal dan tipis," ujar Minola kepada awak media Jumat (14/8/2026).

Minola menilai peluang Ruben untuk mendapatkan hak asuh anak seharusnya tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang beredar di publik.

Pasalnya, keputusan mengenai perkara tersebut nantinya berada di tangan majelis hakim setelah mempertimbangkan seluruh fakta dan bukti yang terungkap selama persidangan.

Ia bahkan menyinggung sikap hakim yang menurutnya tidak akan berani berbicara mengenai peluang seseorang untuk memenangkan perkara sebelum seluruh proses persidangan selesai.

"Apalagi yang ngomong itu bukan hakim yang memeriksa perkara ini. Hakim aja enggak berani ngomong di depan peluangnya tebal dan tipis," lanjut Minola.

Meski demikian, Minola tidak mempermasalahkan adanya pihak-pihak yang memberikan pandangan mengenai peluang Ruben dalam perkara tersebut.

Ia menyebut setiap orang memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya, termasuk mengenai proses hukum yang tengah dijalani Ruben dan Sarwendah.

Menurut dia, kubu Ruben akan tetap fokus menjalani seluruh tahapan persidangan dan membuktikan dalil-dalil yang telah disampaikan dalam gugatan.

"Jadi ya enggak apa-apa kita anggap aja itu adalah kebebasan orang untuk berbicara."

"Silahkan orang menyuarakan apapun tapi kita tetap berjalan maju," tandasnya.

Praktisi Hukum Bicara Peluang Ruben Onsu Dapatkan Hak Asuh Anak

Adapun sebelumnya, peluang Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, disebut masih cukup kecil. 

Hal itu disampaikan praktisi hukum Jaenudin yang menilai ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam perkara hak asuh anak.

Jaenudin menilai peluang Ruben akan sangat bergantung pada bukti serta alasan yang diajukan dalam persidangan. 

Jika tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Sarwendah tidak layak mengasuh anak, permohonan pengalihan hak asuh akan menjadi lebih sulit untuk dikabulkan.

"Kita berharap gugatan yang dilakukan Ruben itu memiliki bukti yang kuat, kalau dasarnya bukti yang ada di media sosial ini ya terkait eksploitasi anak dan sebagainya itu, tipis kemungkinan (menang) ya," terang Jaenudin, Rabu (12/8/2026).

Jaenudin menegaskan pandangannya tersebut bukan bermaksud membela Sarwendah. 

Namun, ia melihat selama anak-anak berada dalam pengasuhan Sarwendah, tidak pernah terdengar kabar bahwa sang artis menelantarkan anak maupun melakukan kekerasan terhadap mereka.

"Saya bukan membela atau apa pun, karena kalau kita lihat dari sisi Sarwendah, sejak sebelum bercerai, yang mengasuh anak itu kan Sarwendah sampai besar."

"Ada nggak kita lihat Sarwendah menelantarkan anak tersebut, Sarwendah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut, ada enggak? Enggak ada kan," tutur Jaenudin.

Jaenudin juga menyoroti persoalan dugaan eksploitasi anak yang sebelumnya dipermasalahkan Ruben, salah satunya terkait keterlibatan anak dalam aktivitas jualan melalui siaran langsung atau live.

Ia menilai tudingan tersebut masih kurang memiliki dasar yang kuat apabila tidak disertai bukti bahwa Sarwendah secara langsung memaksa anaknya untuk melakukan aktivitas tersebut.

"Terus bagaimana dengan eksploitasi anak, itu harus clear harus jelas, apa yang yang dimaksud dengan eksploitasi?."

"Live itu adanya di dalam rumah. Dan bisa saja itu anak memang ingin bergabung atau ingin ikut-ikutan kan. Jadi tidak ada perintah langsung Sarwendah yang meminta anak itu live sampai berjam-jam. Enggak ada. Kalau memang itu ada, itulah eksploitasi," jelas Jaenudin.

Sebelumnya, Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak karena merasa tak mendapatkan haknya sebagai ayah untuk bertemu kedua putrinya sejak cerai pada 2024 lalu.

Selain itu, Ruben juga mempermasalahkan dirinya yang tak pernah dilibatkan di dalam kepentingan yang berkaitan dengan anak.

Hingga akhirnya Ruben pun menduga adanya eksploitasi dan mengajukan gugatan hak asuh anak di PN Jakarta Selatan.

(Tribunnews.com/Ifan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.