SURYA.CO.ID, SURABAYA - Rasa bangga dan haru memenuhi dada Amelia Nagatha Ivana, siswa SMKN 3 Probolinggo, Jawa Timur setelah dinyatakan terpilih sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Senin (17/8/2026).
Bagi Amelia, terpilih sebagai pembawa baki bukan sekadar takdir. Kesempatan tersebut merupakan hasil dari usaha, doa, sekaligus terwujudnya mimpi yang telah ia bangun sejak duduk di bangku SMP.
“Saya tentu tidak menyangka kalau mimpi saya terwujud. Karena sebenarnya ketertarikan saya pada paskibraka bermula di tahun 2022 ketika saya melihat Ayumi Putri Sasaki, pembawa baki pada upacara di Istana,” kata Amelia, saat diwawancara Surya.co.id di sela-sela latihan di halaman Gedung Negara Grahadi, Jumat (14/8/2026).
“Sejak melihat Ayumi saya rasanya sangat terinspirasi, tertarik di dunia paskibraka, dan mulai ikut-ikutan latihan dan juga baris-berbaris,” imbuh siswa kelas XI ini.
Gadis asal Desa Kanigaran, Kota Probolinggo, tersebut kemudian memberanikan diri mengikuti seleksi di tingkat sekolah untuk diajukan dalam seleksi tingkat kabupaten/kota.
Berbagai tahapan seleksi ia jalani, mulai dari administrasi, tes kesehatan, samapta, hingga baris-berbaris. Prinsip untuk mencoba hal baru dan memberikan upaya terbaik, yang selama ini menjadi moto hidupnya, benar-benar ia terapkan selama proses seleksi.
“Alhamdulillah saya ranking satu dan akhirnya lanjut ke tingkat provinsi hingga lulus. Semakin bersyukur karena masuk di pasukan delapan dan terpilih menjadi pembawa baki,” kata sulung dari tiga bersaudara ini.
Baca juga: Sosok Handoko Sasongko Direktur Newport yang Minta Maaf Kasus Challenge Hafal Al Quran Hadiah Miras
Sejak 5 Agustus 2026, seluruh anggota Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur dikumpulkan dalam pusat pelatihan.
Mereka mendapat pembinaan langsung dari tim TNI, unsur Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Amelia, yang memiliki julukan Kemuning dalam Paskibraka Jatim, mengakui sistem pelatihan tingkat provinsi sangat ketat.
Seluruh anggota pasukan tidak hanya dilatih agar mampu menjalankan tugas dengan sempurna, tetapi juga mendapat pembinaan terkait kedisiplinan, kepemimpinan, dan kekompakan.
Setiap hari, Amelia bersama 75 anggota Paskibraka Jawa Timur lainnya menjalani latihan penuh dan tinggal di asrama. Selama pemusatan latihan, penggunaan alat komunikasi juga dibatasi.
“Saya sempat culture shock karena semua harus cepat, makan harus cepat, harus olahraga setiap hari untuk melatih fisik, dan harus sangat sangat disiplin,” ujarnya sembari tersenyum.
Kekompakan menjadi salah satu aspek penting dalam latihan. Sebab, seluruh anggota Paskibraka Jawa Timur harus mampu bekerja sebagai satu tim dalam menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan bendera pada rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi Amelia, tugas sebagai pembawa baki merupakan tanggung jawab besar sekaligus kesempatan istimewa. Ia harus menerima bendera dari inspektur upacara dan menyerahkannya kepada tim pengibar bendera.
“Tantangannya harus kami akui sangat besar. Membawa baki, menerima bendera dari inspektur upacara, kemudian menyerahkan bendera pada tim pengibar bendera,” katanya.
Tugas tersebut menjadi semakin istimewa karena upacara akan dihadiri Gubernur Jawa Timur selaku inspektur upacara, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta ribuan tamu undangan.
“Tantangannya menyamakan langkah, kita harus kompak, seirama. Dan karena saya pembawa baki, maka juga harus persiapan lengan, kalau nggak kuat bisa miring, kemudian harus angkat kaki secara sempurna, dan yang tidak boleh lupa adalah senyum juga,” ujar Amelia yang memiliki tinggi badan 170 cm ini.
Bersama tim Paskibraka Jawa Timur lainnya, Amelia berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dapat berlangsung khidmat.
“Pengalaman ini tentu menjadi pengalaman yang sanagt berharga. Dan Insya Allah akan menjadi bekal untuk menempuh perjalanan menggapai mimpi ke depan,” tutur siswa yang bercita-cita menjadi Pramugari ini.
Koordinator Pelatih Paskibraka Jawa Timur Tahun 2026, Letkol Infantri Prasetya HK SH MH, menegaskan seluruh pasukan akan dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 16 Agustus 2026.
Letkol Prasetya menjelaskan, pemusatan latihan tidak hanya bertujuan menyiapkan anggota Paskibraka untuk melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera. Pelatihan juga diarahkan untuk membentuk karakter dan menumbuhkan semangat kebangsaan.
“Intinya kita tanamkan rasa nasionalisme, semangat kebangsaan dan satu kesatuan yang utuh. Karena mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota dengan latar belakang yang berbeda, kami satukan supaya menjadi satu kesatuan yang utuh,” kata Letkol Prasetya yang juga merupakan Kepala Protokol Garnisun 3 Kota Surabaya ini.
Sebanyak 76 anggota Paskibraka Jawa Timur 2026 merupakan siswa-siswi terpilih dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam proses pembinaan, mereka tidak hanya ditempa dalam hal kedisiplinan dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga diarahkan untuk membangun kekompakan serta kesiapan menjalankan tugas negara.
Untuk memastikan peserta dapat fokus selama pemusatan latihan, penggunaan alat komunikasi juga dibatasi. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat berkonsentrasi mengikuti setiap tahapan pembinaan.
“Kami berharap dari hasil pemusatan latihan ini, mereka menjadi satu kesatuan yang mampu melaksanakan tugas negara dengan baik mulai dari pasukan 17, 8 dan 45. Kita pastikan mereka bisa menjalakan tugas di seluruh rangkaian pengibaran dan penurunan bendera,” pungkasnya.
Dari proses panjang tersebut, Paskibraka Jawa Timur tak hanya dipersiapkan sebagai petugas upacara. Mereka juga diharapkan menjadi generasi muda yang membawa semangat nasionalisme dan kebangsaan ke lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Setelah dikukuhkan mereka otomatis juga menjadi duta Pancasila,” pungkasnya.