Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai, Pramono Anung: Backbone Baru Transportasi Jakarta
Rr Dewi Kartika H August 14, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkesempatan menjajal rute baru LRT Jakarta dari Kelapa Gading, Jakarta Utara menuju Manggarai, Jakarta Selatan pada Kamis (13/8/2026).

Dalam kunjungannya itu, Pramono turut didampingi jajaran Pemprov DKI hingga direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Saat berada di dalam kereta, orang nomor satu di Jakarta itu tampak terpukau melihat pemandangan Ibu Kota yang disuguhkan dari jalur layang LRT.

“Pemandangannya terus terus jauh lebih bagus ini loh,” ucapnya.

Lintasan LRT Jakarta memang berada di atas, mengangkangi Tol Dalam Kota Cawang-Tanjung Priok hingga kawasan double-double track Manggarai.

Tak hanya menjajal perjalanan, Pramono juga mengecek langsung kondisi Stasiun Manggarai yang menjadi salah satu titik pemberhentian baru LRT Jakarta.

Ia turut memeriksa fasilitas toilet di stasiun tersebut dan berpesan agar kebersihannya tetap dijaga.

LRT Jakarta Hubungkan Tiga Wilayah Ibu Kota

Pramono menilai keberadaan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai bukan sekadar penambahan moda transportasi publik.

Menurutnya, jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut akan menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas antarkawasan di Jakarta.

“Kalau melihat ini, maka sebenarnya inilah yang akan mengubah wajah Jakarta ke depan,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, LRT Jakarta kini menghubungkan kawasan Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan.

Kelapa Gading berada di Jakarta Utara, sementara jalurnya melintasi kawasan Jakarta Timur sebelum berakhir di Manggarai, Jakarta Selatan.

Ke depan, Pemprov DKI juga menargetkan jalur tersebut kembali diperpanjang hingga Dukuh Atas.

Dengan demikian, jaringan LRT Jakarta nantinya dapat menghubungkan empat wilayah utama Ibu Kota, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

“Tanpa disadari, inilah yang menghubungkan tiga kota utama Jakarta, yaitu mulai dari utara, Kelapa Gading, kemudian Jakarta Timur, dan sekarang kita berada di Jakarta Selatan. Nanti kalau kemudian kita sambungkan sampai Dukuh Atas, empat kota. Jadi Jakarta Utara, Timur, Selatan, dan Jakarta Pusat,” ujarnya.

Investasi Rp12,1 Triliun, Kesiapan Hampir 98 Persen

LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan investasi mencapai Rp12,1 triliun.

Jalur tersebut memiliki 11 titik pemberhentian.

Pramono mengatakan seluruh stasiun telah dicek dan pada dasarnya siap digunakan untuk operasional.

“Kalau ditanya berapa kesiapan secara keseluruhan, sekarang ini sudah di angka 97,99 ya, jadi hampir 98 persen,” ungkapnya.

Menurut Pramono, pekerjaan yang masih tersisa hanya penyelesaian sistem persinyalan di sejumlah titik.

Ia menargetkan proses tersebut rampung pada 20 Agustus 2026.

Target Penumpang Tembus 80 Ribu Orang per Hari

Dengan hadirnya jalur baru ini, Pemprov DKI memperkirakan jumlah pengguna LRT Jakarta akan melonjak signifikan.

Pramono menyebut pada tahap awal, jumlah penumpang rute Kelapa Gading-Manggarai diperkirakan mencapai sekitar 60.000 orang per hari.

Angka tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga 80.000 penumpang per hari ketika operasional sudah berjalan normal.

“Kalau sebelumnya orang dari Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua sampai Velodrome hariannya itu kurang lebih 4.000, sekarang dengan perpanjangan ini menjadi minimum 60.000 dan dalam kapasitas apa normalnya akan menjadi 80.000,” tuturnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi LRT dalam mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Pramono mengatakan penggunaan transportasi umum di Jakarta sendiri telah menunjukkan tren peningkatan.

“Jadi artinya, kesadaran orang untuk menggunakan transportasi umum ini menjadi lebih baik,” katanya.

Beroperasi dari Pukul 05.00 hingga Tengah Malam

LRT Jakarta juga direncanakan memiliki jam operasional panjang, yakni mulai pukul 05.00 hingga 24.00.

Dengan waktu layanan tersebut, Pramono berharap LRT bisa menjadi pilihan utama warga dalam melakukan mobilitas sehari-hari.

“Dan tadi Dirut LRT sudah menyampaikan bahwa ini akan beroperasi sama dengan KRL, dari jam 5 pagi sampai dengan jam 24.00,” ujar Pramono.

Ia kemudian menegaskan posisi LRT Jakarta sebagai bagian penting dari sistem transportasi massal Ibu Kota.

“Sehingga dengan demikian, saudara-saudara sekalian, ini menjadi backbone baru,” tegasnya.

Pemprov Siapkan Perpanjangan hingga Dukuh Atas

Pemprov DKI tidak berhenti di rute Kelapa Gading-Manggarai dan berencana melanjutkan trase LRT Jakarta hingga Dukuh Atas.

Pembahasan dengan Asisten Keuangan dan Jakpro disebut telah dilakukan, bahkan anggaran untuk proyek tersebut telah tersedia.

“Untuk penyambungan atau penyelesaian trase ini, saya sudah berdiskusi dengan Asisten Keuangan, dengan Ibu Eli, dan juga dengan Jakpro, kita akan mulai tahun depan ini dan dananya sudah tersedia,” kata dia.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2028.

Jika konektivitas itu terwujud, Pramono optimistis jaringan transportasi Jakarta akan semakin terintegrasi.

Ia juga mengungkap rencana pengembangan konektivitas LRT menuju JIS dan Halim.

“Setelah ini selesai beroperasi, maka kami akan memikirkan dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan kereta cepat Whoosh yang ada di Halim,” katanya.

Menurut Pramono, pengembangan jaringan tersebut akan membuat pilihan transportasi publik warga semakin banyak.

“Kalau itu sudah dilakukan, hampir semua terkoneksi, kecuali mungkin penyelesaian untuk MRT dari barat ke timur. Dan kalau itu sudah dilakukan, saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan,” tuturnya.
 
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.