Kisah Rini Lepas dari Teror Rentenir Bangkit Jadi Perajin Gitar Menata Masa Depan Keluarga
dodi hasanuddin August 14, 2026 10:14 PM

TRIBUNNEWS DEPOK.COM, JAKARTA - Bagi Rini Sudarwanti, usaha bukan hanya tentang mencari penghasilan. Di balik usaha gitar yang kini dijalankannya, ada perjuangan panjang untuk bangkit dari keterpurukan dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Tahun 2021 menjadi salah satu masa tersulit bagi Rini. Usaha makanan matang yang dijalankannya sepi pembeli. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, ia sempat terjerat rentenir. Tagihan yang datang setiap hari membuatnya hidup dalam ketakutan.

“Saat itu saya benar-benar merasa berat. Usaha sedang sepi, sementara tagihan terus datang. Saya hanya berpikir bagaimana caranya keluar dari masalah dan bisa kembali menjalankan usaha,” cerita Rini.

Baca juga: Bebas Jeratan Pinjol, UMKM Depok Bisa Pinjam Modal hingga Rp50 Juta dengan Bunga Cuma 1 Persen

Di tengah kondisi tersebut, PNM Mekaar menjadi salah satu jalan bagi Rini untuk kembali bangkit. Pembiayaan yang ia dapat digunakan sebagai modal untuk kembali membangun usaha.

Perlahan, usahanya mulai berjalan kembali. Rini kemudian mengembangkan usaha kerajinan gitar handmade.

Setiap gitar dibuat dengan teliti menggunakan bahan kayu pilihan dan memiliki karakter yang khas. Dari usaha yang dibangun sedikit demi sedikit, kini ia juga mengembangkan usahanya dengan menjadi AgenBRILink Mekaar.

Baca juga: PNM Raih Indonesia Most Trusted Companies, Bukti Patuh Tata Kelola Dijalankan dari Hulu ke Hilir

Perjalanan bersama PNM juga tidak berhenti pada pemberian modal. Rini mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan usaha, pameran UMKM, hingga berhasil masuk 50 besar program inkubasi bisnis Mekaarpreneur 2026.

Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha.

“Buat saya, PNM bukan hanya memberikan modal. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha. Saya jadi lebih berani mencoba, lebih percaya diri, dan punya semangat untuk terus maju,” ujarnya.

Perubahan itu kini mulai terasa tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya.

Pada 2026, anak Rini yang masih duduk di bangku SMA mendapatkan Beasiswa Pendidikan PNM. Bagi Rini, kesempatan tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa perjuangannya membangun usaha memiliki arti yang lebih besar.

Baca juga: Kemendagri Gelar Festival Bazar 12-14 Agustus, Puluhan UMKM Tawarkan Produk Lokal

Ia tidak hanya sedang berusaha memperbaiki kehidupan hari ini, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan anaknya.

“Sekarang saya tidak hanya berpikir bagaimana usaha saya bisa jalan. Saya juga ingin anak saya bisa sekolah dengan baik dan punya masa depan yang lebih baik. Itu yang membuat saya terus semangat,” kata Rini.

Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM,cerita Ibu Rini menjadi gambaran bahwa bagi pengusaha ultra mikro, modal hanyalah langkah awal. Setelah itu, mereka membutuhkan pendampingan, pengetahuan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, kisah Rini menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara berkelanjutan.

“PNM tidak hanya fokus memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi mereka agar usahanya tumbuh, keluarganya semakin kuat, dan anak-anaknya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila dan HUT ke-27 PNM, Tanam 27.000 Pohon di 58 Wilayah

Sejak bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar pada 2019, Rini terus bertumbuh. Pembiayaan awalnya sebesar Rp2 juta, dan kini plafon pembiayaannya telah mencapai Rp8 juta.

Dari seorang Ibu yang pernah hidup dalam tekanan utang, kini Ibu Rini berdiri sebagai pengusaha yang terus berusaha berkembang.

Perjalanannya menjadi pengingat sederhana bahwa terkadang, yang dibutuhkan seseorang untuk mengubah hidup bukan hanya kesempatan untuk mendapatkan modal, tetapi juga seseorang yang percaya bahwa ia mampu bangkit.

Bagi Rini, PNM hadir dalam perjalanan tersebut. Dan hari ini, setiap gitar yang dibuatnya bukan hanya menghasilkan nilai ekonomi. Di dalamnya ada cerita tentang keberanian memulai kembali, tentang keluarga yang ingin diperjuangkan, dan tentang harapan agar masa depan anaknya bisa lebih baik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.