SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nama Tony Sucipto tak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia, termasuk publik Sumatera Selatan.
Mantan pemain Timnas Indonesia dan Sriwijaya FC itu kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya.
Bukan lagi berlari mengejar bola di tengah lapangan, Tony Sucipto kini mulai mengasah peran sebagai asisten pelatih Sumsel United mendampingi Head Coach Mohammad Nasuha musim kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
Pengalaman panjangnya sebagai pemain menjadi modal penting ketika dirinya dipercaya masuk dalam jajaran staf kepelatihan Laskar Juaro pada musim ini.
Namun, Tony mengakui dunia kepelatihan ternyata menghadirkan tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan saat dirinya masih menjadi pemain.
Justru dari pinggir lapangan, ia dituntut memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membantu pemain mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Sebagai pemain mungkin sedikit lebih mudah karena tinggal mengikuti seluruh instruksi pelatih, sementara staf pelatih justru harus berpikir bagaimana agar sang pemain bisa mengeluarkan permainan terbaiknya," ungkap Tony.
Pemain kelahiran 12 Februari 1986 itu memahami betul perbedaan antara menjadi pemain dan staf pelatih.
Saat masih bermain, Tony cukup fokus menjalankan tugasnya bersama 10 pemain lain di lapangan.
Kini, ia harus ikut memikirkan bagaimana menyatukan seluruh pemain agar mampu menerjemahkan strategi tim dengan maksimal.
Sosok Rahmad Darmawan Jadi Inspirasi
Dalam menjalani masa transisi tersebut, Toni ternyata memiliki satu sosok yang menjadi inspirasinya.
Dia adalah Rahmad Darmawan atau Coach RD.
Tony mengaku banyak belajar dari gaya kepemimpinan RD ketika masih menjadi pemain.
Menurutnya, ketegasan yang dimiliki RD tidak menghilangkan sisi kekeluargaan dalam sebuah tim.
"Meskipun beliau punya latar belakang sebagai militer dan terkenal tegas, namun Coach RD bisa mengayomi pemain sehingga bisa tercipta kekeluargaan serta nyaman dalam berlatih serta bertanding," ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Toni yang kini mulai membangun karakter sebagai seorang pelatih.
Menariknya, Tony juga mengidolakan sejumlah pelatih top dunia.
Nama Xabi Alonso dan Cesc Fabregas masuk dalam daftar pelatih yang dikaguminya.
Namun, untuk sosok pelatih terbaik, pilihan Tony ternyata jatuh kepada legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Tak Canggung di Sumsel United
Bersama Sumsel United, Toni juga tidak mengalami kesulitan berarti dalam beradaptasi.
Pasalnya, ia sudah memiliki hubungan dengan beberapa sosok di jajaran kepelatihan.
Tony pernah bermain bersama pelatih kepala Mohammad Nasuha di sebuah klub.
Sementara dengan Mahyadi Panggabean, ia pernah menjadi rekan satu tim di Timnas Indonesia.
"Di Sumsel United sendiri saya bersama Coach Nasuha kebetulan pernah bermain bareng di klub, kemudian bersama Coach Mahyadi Panggabean juga pernah sama-sama di timnas jadi saya pikir tidak terlalu masalah," kata Tony.
Ia pun menegaskan seluruh staf kepelatihan memiliki tekad yang sama untuk membawa Sumsel United meraih hasil terbaik.
"Kami semua tertantang untuk memberikan yang terbaik untuk tim di musim ini," tegasnya.
Sudah Siapkan Diri Sejak 2020
Langkah Tony menuju dunia kepelatihan ternyata bukan keputusan mendadak.
Ia sudah mulai mengikuti kursus kepelatihan sejak 2020.
Pengalaman sebagai pemain kemudian terus ia kombinasikan dengan ilmu kepelatihan yang didapat.
Saat masih memperkuat Persija Jakarta di penghujung kariernya sebagai pemain, Tony bahkan sempat dipercaya menjadi mentor bagi para pemain muda.
Baginya, sepak bola tidak hanya berbicara soal kemampuan teknis.
"Di Persija saya kebetulan di musim-musim terakhir juga berkesempatan menjadi mentor bagi para pemain muda, karena di sepakbola tidak hanya aspek skill semata yang dibutuhkan," pungkasnya.
• Demokrat Sumsel Gelar Lomba Rakyat Serentak untuk Peringati HUT ke-25
Kini, Tony telah mengantongi lisensi B AFC.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain, termasuk pernah membela Sriwijaya FC selama lima tahun, Tony siap menjalani tantangan baru.
Dari seorang pemain serbabisa di lapangan, kini ia mulai menapaki jalan sebagai pelatih.
Bersama Sumsel United, Tony Sucipto ingin membuktikan bahwa pengalaman puluhan tahun sebagai pemain bisa menjadi senjata penting untuk mencetak generasi pemain yang lebih berkualitas.