Bruno Fernandes: Youri Tielemans jelaskan mengapa kapten Manchester United itu menjadi “mimpi buruk”
Hendra Wijaya August 15, 2026 01:01 PM

14 Agustus 2026

Rekrutan anyar Manchester United, Youri Tielemans, melontarkan pujian kepada kapten klub Bruno Fernandes dan menjelaskan alasan mengapa sang gelandang merupakan “mimpi buruk” untuk dihadapi dalam sebuah wawancara bersama Rio Ferdinand.

Setan Merah membuat banyak pihak, termasuk Aston Villa, terkejut ketika mereka mengaktifkan klausul pelepasan senilai £35 juta yang sebelumnya tidak diketahui publik dalam kontrak Tielemans di Villa Park.

Setelah berusia 29 tahun pada Mei lalu, pemain internasional Belgia itu berada di luar rentang usia yang biasanya menjadi sasaran INEOS sejak mengambil alih kendali operasional sepak bola di Old Trafford. Namun, kualitasnya tidak diragukan, sehingga biaya transfer tersebut kemungkinan besar akan terbukti sebagai pembelian murah jika dibandingkan dengan jumlah sangat besar yang dikeluarkan untuk gelandang lain di Liga Primer yang bisa dibilang justru kalah kualitas.

Unai Emery dikabarkan sangat ingin mempertahankan jasa Tielemans setelah musim luar biasa yang membuat Villa menjuarai Liga Europa, meski pelatih asal Spanyol itu memahami keputusan sang pemain untuk bergabung dengan klub terbesar di Inggris.

United sebenarnya sudah dua kali nyaris merekrut pemain kelahiran Sint-Pieters-Leeuw itu pada masa lalu, tetapi bintang-bintang akhirnya berpihak sehingga upaya ketiga pada musim panas ini membuahkan hasil. Ia juga bergabung bersama motor Chelsea, Andrey Santos, sementara INEOS masih mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mendatangkan satu gelandang lagi.

Tielemans masuk dari bangku cadangan untuk menjalani debut non-kompetitifnya dengan seragam merah saat melawan juara Eropa Paris Saint-Germain. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1, tetapi ia tetap tampil mengesankan dalam menit bermainnya yang terbatas dengan menyelesaikan 100% umpannya.

Koneksi instan yang diperlihatkan kapten Belgia itu dengan Fernandes menjadi hal yang sangat menggembirakan, sekaligus memberi gambaran pola permainan yang kemungkinan besar akan segera menjadi ciri penting tim asuhan Carrick — meski hal itu tidak mengejutkan bagi Tielemans sendiri.

“Melawan dia adalah mimpi buruk”

Berbicara kepada Rio Ferdinand dalam podcast milik mantan bek Manchester United itu, Tielemans diminta menyampaikan pendapatnya tentang Fernandes.

“Orang pertama yang mengirim pesan kepada saya [setelah transfer selesai] adalah Bruno. Itu sangat berarti datang darinya; sebagai kapten klub, dialah sosok yang Anda ingin dukungannya ada di belakang Anda,” ungkap pemain 29 tahun tersebut.

Namun di atas lapangan, justru Tielemans yang akan bermain di belakang Fernandes, menyuplai pemain internasional Portugal itu dengan umpan-umpan tajam yang memecah lini. Ia yakin hal itu akan menjadi “mimpi buruk” untuk dihentikan oleh lawan, sebagaimana pernah ia rasakan sendiri.

“Melawan [Fernandes] itu mimpi buruk. Dia selalu mengambil ruang-ruang yang tepat, ruang yang tidak ingin Anda biarkan diambil lawan, dan dia sangat rapi saat menguasai bola. Dia banyak berlari, dia seorang kompetitor, dia ingin menang untuk timnya, tidak pernah menyerah,” kata Tielemans kepada Ferdinand.

“Tetapi sekarang bermain bersamanya akan menjadi sangat mudah. Dia bisa mengambil kantong-kantong ruang yang tepat dan saya tinggal menemukannya di sana, lalu dia bisa menciptakan apa pun yang perlu dia ciptakan, dan dari situ kami bisa maju sebagai tim, sebagai satu kesatuan, dan semoga kami bisa melakukannya bersama.”

Saat menghadapi PSG asuhan Luis Enrique yang begitu dominan, hubungan permainan di antara keduanya sudah terlihat jelas, meski itu terjadi menjelang akhir laga uji coba pramusim. Sepanjang sebagian besar karier Fernandes di Old Trafford, ia kerap dipaksa menjadi kreator utama, sering turun terlalu dalam untuk membantu mengatur permainan — sebuah peran yang secara keliru dibawa Ruben Amorim ke tingkat ekstrem dengan menempatkannya sebagai gelandang nomor 6.

Kini, dengan salah satu playmaker paling terampil di Liga Primer bertugas sebagai penghubung antara dirinya dan lini belakang, Fernandes tampak siap menemukan kembali ancaman gol yang sempat memudar dalam beberapa musim terakhir — meskipun hal itu terjadi saat ia memecahkan rekor sepanjang masa untuk jumlah assist terbanyak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.