Gempa Guncang Maumere, Atap Gereja Santo Thomas Morus Roboh Saat Pastor Pimpin Misa Pagi
Nofri Fuka August 15, 2026 01:41 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, termasuk Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Guncangan gempa menyebabkan sebagian atap Gedung Gereja Paroki Santo Thomas Morus Maumere di Jalan Kesehatan, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, roboh.

Peristiwa tersebut terjadi saat umat sedang mengikuti misa pagi yang dipimpin Pater Dion MI dari Ordo Kamilian.

Sekretaris DPP Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Yane Ray, mengatakan gempa terjadi ketika Pater Dion hendak membagikan hosti kudus kepada umat.

 

Baca juga: Gempa Flores, Penumpang KM Siguntang Tertimpa Reruntuhan saat Check-in di Pelabuhan Maumere

 

 

"Saat Pastor hendak membagikan hosti Kudus kepada umat, tanah berguncang berbarengan dengan atap bangunan tepat di atas panti imam yang mulai roboh," ujar Yane.

Suasana di dalam gereja, kata Yane, seketika berubah mencekam. Umat yang mengikuti misa diliputi ketakutan dan kecemasan. Beberapa di antaranya bahkan bergegas keluar dari gereja untuk menyelamatkan diri.

Namun, Pater Dion memilih tetap bertahan di dekat altar. Ia tetap memegang hosti dan melanjutkan pembagian komuni kepada umat.

Menurut Yane, posisi Pater Dion saat itu berada tidak jauh dari bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

"Situasi sangat mencekam. Bahkan nyawa Pastor terancam karena reruntuhan kaca dan plafon kayu jatuh tepat di lokasi duduk sang Pastor," tuturnya.

Beruntung, Pater Dion berada di dekat altar yang cukup berjauhan dari titik jatuhnya material kaca, kayu dan besi. Ia pun tidak mengalami luka.

Di tengah kondisi tersebut, Pater Dion tetap melanjutkan perayaan ekaristi hingga selesai.

Koster Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Kornelia, yang turut mengikuti misa, membenarkan situasi mencekam saat gempa terjadi.

Menurut dia, Pater Dion tetap memimpin misa meski kondisi di dalam gereja membahayakan keselamatannya.

"Tetapi Pater tidak menghentikan misa. Ia tetap memilih melanjutkan misa hingga selesai," ujar Kornelia.

Kornelia bersyukur perayaan ekaristi dapat berlangsung hingga selesai dan seluruh umat yang hadir selamat tanpa mengalami luka.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Thomas Morus, RD Dominikus Dange, saat kejadian sedang dalam perjalanan dari Bajawa menuju Maumere setelah mengikuti kegiatan retret.

Kerugian Diperkirakan Rp 15 Juta

Seksi Pembangunan Gereja Santo Thomas Morus Maumere, Budi, mengatakan kerugian akibat robohnya sebagian atap gereja diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Ia menjelaskan, sejak gereja tersebut didirikan, sejumlah ornamen dan bagian bangunan yang sudah berusia tua belum pernah diperbaiki atau diganti.

Karena itu, robohnya sebagian atap diduga dipengaruhi oleh kondisi bangunan yang sudah berusia tua, ditambah guncangan gempa yang cukup kuat.

Untuk penanganan dan perbaikan bagian gereja yang rusak, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pastor Paroki serta umat.

Ia berharap seluruh umat tetap bersatu dalam iman dan bergotong royong memperbaiki bangunan gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Pantauan TribunFlores.com di lokasi, sebagian material bangunan yang roboh telah diangkut keluar dari area gereja.

Sejumlah umat juga terlihat membersihkan panti imam yang dipenuhi serpihan kaca, kayu, dan besi.

Sementara untuk jadwal misa pagi pada hari berikutnya, pihak pengurus masih berkoordinasi dengan Pastor Paroki.

Gempa Berkekuatan M7,7

Gempa yang mengguncang wilayah Flores tersebut dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah.

Berdasarkan informasi peringatan dini tsunami, gempa tercatat berkekuatan magnitudo 7,7 dan terjadi pada pukul 04.58.23 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Meski sebagian bangunan gereja mengalami kerusakan dan material bangunan nyaris menimpa pastor serta umat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Warga Mengungsi ke Kantor Bupati Sikka

Sebagian warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih hingga kini masih bertahan di lapangan Kantor Bupati Sikka setelah gempa kuat mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Warga dari berbagai arah di Kota Maumere berdatangan ke lapangan Kantor Bupati Sikka memilih bertahan di ruang terbuka.

Mereka duduk dan berkumpul bersama keluarga sambil membawa sejumlah barang yang sempat diselamatkan dari rumah.

Salah seorang warga, Nur Asiyah, mengatakan dirinya masih takut kembali ke rumah setelah merasakan guncangan gempa yang cukup besar.

Warga Masih Trauma

"Saya takut karena merasakan guncangan gempa yang besar," kata Nur Asiyah.

Karena masih khawatir terjadi gempa susulan, Nur Asiyah memilih bertahan bersama warga lainnya di lapangan Kantor Bupati Sikka.

Selain di lapangan Kantor Bupati Sikka, warga juga terlihat mengamankan diri di sejumlah jalan dan tempat terbuka di Kota Maumere.

Sepanjang jalan, warga terlihat berkumpul. Sejumlah kendaraan juga berhenti di lokasi yang dianggap aman.

Gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu pagi tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar dari rumah maupun bangunan.

Situasi kepanikan juga terjadi di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Ruang tunggu penumpang roboh ketika sejumlah calon penumpang sedang melakukan check-in tiket KM Siguntang tujuan Kupang.

Beberapa penumpang dilaporkan tertimpa reruntuhan. Tim SAR Maumere bersama personel TNI dan Polri kemudian melakukan penyisiran di sekitar bangunan yang roboh untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih terjebak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.