Ultras Palembang Desak Sriwijaya FC Rangkul Para Sesepuh, Ada Usulan Bapak Angkat Pemain
Abdul Hafiz Sripo August 15, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gerakan membangkitkan kembali kejayaan Sriwijaya FC terus menggeliat. Di tengah persiapan menghadapi kompetisi Liga 3, muncul seruan agar seluruh elemen yang pernah berjasa membesarkan Laskar Wong Kito kembali dirangkul.

Seruan tersebut datang dari Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH.

Qusoi mengapresiasi langkah Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David dan Coach Ferry Rotinsulu yang telah melakukan sowan atau silaturahmi kepada pendiri Sriwijaya FC, Ir H Syahrial Oesman MM.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki sejarah besar dalam perjalanan Sriwijaya FC.

"Info yang kami dapat bahwa Bapak Mohammad David dan Coach Ferry itu sudah sowan kepada pendiri Sriwijaya FC Bapak Ir H Syahrial Oesman MM dan sudah menyebar di media sosial," ungkap Qusoi kepada Sripoku.com, Sabtu (15/8/2026).

Qusoi menilai langkah tersebut sangat tepat dilakukan di tengah upaya membangun kembali kekuatan Sriwijaya FC.

"Bagi kami itu adat yang bagus. Kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang di belakang. Kita mikir yang ke depan. Suka tidak suka, Bapak Syahrial Oesman adalah pendiri Sriwijaya FC," tegasnya.

Di era kepemimpinan Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumatera Selatan, Sriwijaya FC menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional.

Prestasi fenomenal berhasil ditorehkan Laskar Wong Kito hingga menyandang status double winner dan membuat nama Sriwijaya FC disegani di kancah sepak bola Indonesia.

Karena itu, Qusoi meyakini Syahrial Oesman masih memiliki kepedulian besar terhadap klub yang pernah mengharumkan nama Sumatera Selatan tersebut.

"Menurut kami, itu sudah sangat layak. Adab yang tinggi bagi Bapak Mohammad David dan Coach Ferry Rotinsulu untuk mendatangi beliau, meminta pendapat, sharing," ujarnya.

Qusoi bahkan yakin Syahrial Oesman tidak akan tinggal diam melihat kondisi Sriwijaya FC saat ini.

Menurutnya, jatuhnya Sriwijaya FC ke Liga 3 tentu menjadi pukulan bagi siapa pun yang memiliki sejarah dan ikatan emosional dengan klub tersebut.

"Karena hati beliau masih ada untuk Sriwijaya FC. Kami sangat percaya Bapak Syahrial Oesman akan memberikan support sepenuhnya kepada Sriwijaya FC musim ini. Terkhusus memotivasi kepada Bapak Mohammad David dan Coach Ferry Rotinsulu," katanya.

Jangan Hanya Syahrial Oesman, Sesepuh SFC Diminta Dirangkul
Tak berhenti pada Syahrial Oesman, Qusoi mendorong manajemen Sriwijaya FC untuk melanjutkan safari silaturahmi kepada para tokoh yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.

Salah satunya mantan Manajer Sriwijaya FC, Brigjen TNI H Amalsyah Tarmizi SIP, yang pernah berjibaku mengurus Laskar Wong Kito di era Syahrial Oesman.

Qusoi juga menyebut dua mantan Presiden Sriwijaya FC, Dr H Dodi Reza, Lic.Econ, MBA dan Dr H Hendri Zainuddin MA.

"Walau bagaimanapun beliau pernah mengurusi SFC. Bila perlu minta support, pendapat kepada Bapak Dodi Reza Alex Noerdin," ujarnya.

Bagi Qusoi, seluruh perbedaan dan persoalan masa lalu harus dikesampingkan apabila tujuannya adalah menyelamatkan Sriwijaya FC.

"Kami tidak peduli karena orang-orang yang pernah berjasa ataupun yang pernah berpartisipasi mengurusi SFC patut untuk disoani," tegasnya.

Usulkan Tokoh Sumsel Jadi Bapak Angkat Pemain SFC
Lebih jauh, Qusoi melontarkan gagasan yang cukup menarik untuk membantu persoalan finansial Sriwijaya FC.

Ia mengusulkan agar para tokoh yang pernah memiliki keterlibatan dengan Sriwijaya FC dapat menjadi bapak angkat pemain.

Menurutnya, konsep tersebut bisa menjadi salah satu bentuk gotong royong untuk meringankan beban klub.

"Dalam hal misalnya Bapak Amalsyah Tarmizi, Bapak Dodi Reza Alex Noerdin, ataupun Bapak Hendri Zainuddin untuk menjadi Bapak Angkat dari salah satu pemain SFC nanti," katanya.

Ia memberikan gambaran, seorang tokoh bisa menjadi bapak angkat satu pemain dan membantu membiayai kebutuhan pemain tersebut selama satu musim.

"Misalnya pemain A itu Bapak Angkatnya Dodi Reza Alex Noerdin dan akan membayarkan satu musim. Jadi tidak terlalu berat dan tetap berkontribusi untuk SFC," jelasnya.

Qusoi menilai cara tersebut dapat menjadi simbol bahwa para tokoh yang pernah membesarkan Sriwijaya FC masih memiliki kepedulian terhadap klub.

Ia pun mengajak seluruh pihak melakukan introspeksi dan mengesampingkan ego masing-masing.

Minta Mohammad David dan Ferry Rotinsulu Temui Gubernur
Tak hanya para mantan pengurus dan tokoh Sriwijaya FC, Qusoi juga menyarankan Mohammad David dan Ferry Rotinsulu melakukan silaturahmi dengan pimpinan Sumatera Selatan.

Ia berharap manajemen dapat menemui Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel untuk membicarakan masa depan Sriwijaya FC.

Menurutnya, momentum kebangkitan Sriwijaya FC harus menjadi milik seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

• 36 Pemain Berebut Seragam Sriwijaya FC, Ultras Palembang: Jangan Ada Pemain Titipan!

"Lupakan egoisme kita, lupakan perseteruan selama ini. Kita restart ulang demi kepentingan Sriwijaya FC yang lagi berkutat di Liga 3 dengan persoalan-persoalan finansial," katanya.

Qusoi menegaskan Sriwijaya FC belum berakhir.

Meski kini harus berjuang dari kasta ketiga sepak bola Indonesia, menurutnya masih ada peluang untuk mengembalikan kejayaan klub kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut.

"Kita masih ada, belum bubar, kita tetap berdiri dan klub ini tetap membanggakan kota ini, tetap membanggakan kota Palembang, Sumatera Selatan bahwa persepakbolaan belum mati," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.