DPRD Palembang Soroti Proposal HUT RI Rp76 Juta di Kecamatan IT I: Sumbangan Boleh Asal Sukarela
Odi Aria August 15, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang Rubi Indiarta angkat bicara terkait viralnya proposal penggalangan sumbangan untuk kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Ilir Timur I.

Proposal tersebut menjadi sorotan setelah beredar di media sosial dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp76 juta.

Rubi menilai penggalangan dana untuk kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan pada dasarnya bukan hal baru dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat setiap tahun.

Baca juga: Camat IT I Palembang Dijatuhi Sanksi Administratif, Buntut Proposal HUT RI Viral Rp76 Juta

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak menjadi persoalan selama sumbangan yang diberikan benar-benar bersifat sukarela dan tidak disertai paksaan.

"Saya belum baca aturan yang melarang tentang sumbangan 17 Agustus. Ini hanya tentang etika saja. Dan menurut saya biasa saja, dari tahun ke tahun sumbangan 17 Agustus, bahkan mulai dari kampung, RT, dan lain-lain," kata Rubi kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, penggalangan dana tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa masyarakat maupun mengandung unsur pungutan liar (pungli).

"Sepanjang sukarela dan tidak memaksa atau pungli, saya rasa tidak ada masalah," ujarnya.

Politisi Golkar tersebut juga menyoroti sumber pembiayaan kegiatan HUT Kemerdekaan di tingkat kecamatan maupun instansi pemerintah.

Rubi mengatakan, menurut sepengetahuannya hampir tidak ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus mengalokasikan anggaran untuk kegiatan peringatan 17 Agustus.

Baca juga: Inspektorat Turun Tangan, Viral Proposal HUT RI ke-81 di Ilir Timur I Palembang Anggaran Rp76 Juta

Salah satu yang memiliki kegiatan terkait adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, yang biasanya menggelar kegiatan seperti lomba bidar di kawasan Jembatan Ampera.

"Kami curiga kalau kecamatan dan instansi pemerintah tidak sumbangan. Lalu dari mana anggarannya? Sebab saya rasa tidak ada dinas yang menganggarkan kegiatan 17 Agustus, selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan karena Pemkot biasanya mengadakan bidar di dekat Ampera," katanya.

Menurut Rubi, dalam kondisi keterbatasan anggaran dan efisiensi pemerintah, kegiatan masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan tetap membutuhkan dukungan bersama.

"Dari mana mereka bisa melaksanakan kegiatan kalau tidak ada sumbangan? Anggaran tidak ada, efisiensi juga," pungkasnya.

Proposal Rp76 Juta Viral

Sebelumnya, proposal kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Ilir Timur I Palembang menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial.

Proposal tersebut ditandatangani Camat Ilir Timur I Purba Sanjaya dan Ketua Panitia Rosmala Dewi.

Dalam dokumen itu, panitia mengajukan sejumlah kebutuhan kegiatan untuk sekitar 300 peserta.

Beberapa rincian anggaran yang tercantum antara lain biaya makan sebesar Rp7,5 juta, snack Rp4,5 juta, pengadaan 150 baju panitia senilai Rp12 juta, serta bahan dan alat memasak sebesar Rp6 juta.

Selain itu, terdapat anggaran untuk berbagai perlengkapan perlombaan, seperti tali tambang, karung, helm, balon, bendera dan umbul-umbul.

Namun, terdapat perbedaan angka dalam proposal tersebut. Pada rincian kegiatan tercantum total anggaran sebesar Rp38,3 juta, sedangkan pada bagian akhir dokumen disebutkan kebutuhan dana mencapai Rp76,2 juta.

Perbedaan angka tersebut kemudian turut menjadi perhatian setelah proposal beredar di media sosial dan menuai sorotan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.