Grid.ID - Telah terjadi gempa 7,7 magnitudo di Flores, NTT (Nusa Tenggara Timur) pada Sabtu (15/8/2026). Salah satu warga Bajawa ceritakan pengalaman mencekam saat peristiwa terjadi.
Gempa bumi mengguncang Pulau Flores, NTT. Akibat insiden ini, data sementara mencatat sebanyak lima orang dilaporkan tewas.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, berdasarkan laporan sementara, dua korban tewas berasal dari Kabupaten Sikka. Sementara tiga lainnya dari Kabupaten Manggarai.
"Informasi yang saya terima korban yang meninggal lima orang, dua orang dari Kabupaten Sikka dan tiga orang dari Kabupaten Manggarai," ujar Melki, dikutip dari Kompas.com.
Saat ini pemerintah masih memastikan penyebab kematian dari kelima korban. Namun korban diduga meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa melanda.
"Kami akan pastikan lagi penyebabnya tapi mungkin terkait dengan reruntuhan bangunan karena ini kejadian di pagi hari pukul 5.58 WITA dan itu banyak masyarakat yang masih tertidur," jelasnya.
Saat ini, pendataan korban dan dampak gempa masih dilakukan di sejumlah wilayah Flores. Melki juga berencana meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan kondisi terkini.
"Tapi kami akan terus mengupdate lagi di lokasi dan sebentar saya akan ke lokasi untuk memastikan kondisi bencana," tambahnya.
Kesaksian Warga
Seorang warga Bajawa, Kabupaten Ngada, Wilibrodus mengaku panik saat merasakan guncangan gempa. Ia bahkan menilai gempa itu menjadi yang paling dahsyat yang pernah dialaminya.
"Ini gempa paling dahsyat yang saya rasakan selama ini. Guncangannya juga sangat lama," ujar Wilibrodus, dikutip dari Tribunnews.
Gempa 7,7 magnitudo di Flores, NTT juga dirasakan oleh warga Mbay, Kabupaten Nagekeo, Yolen. Selain warga Bajawa, Yolen juga menceritakan pengalaman mencekam saat peristiwa terjadi. Menurutnya, saat ini banyak bangunan yang terdampak.
"Untuk sementara, banyak bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk hotel," ujar Yolen.