Angkat Isu Keanekaragaman Hayati, Tim Riset Multidisplin UAJY Raih Hibah United Board 2026
Hari Susmayanti August 15, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim riset multidisiplin dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil meraih Program Hibah United Board 2026 melalui proposal penelitian yang mengangkat isu biodiversitas dengan judul “Strengthening Biodiversity Journalism through Academic–Media Collaboration.” 

Tim riset ini diketuai oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. dari Fakultas Teknobiologi (FTb) dan beranggotakan tiga dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yaitu Bonaventura Satya Bharata, Ph.D., Olivia Lewi Pramesti, M.A., dan Didit Setiawan, M.A., serta satu dosen Program Studi Informatika yaitu Yohanes Sigit Purnomo Wuryo Putro, Ph.D. 

Penelitian akan dilaksanakan pada Juli 2026 hingga Desember 2027 dengan menggandeng Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai mitra strategis. 

“Secara global kan ada triple planetary crisis, tiga krisis utama tentang climate change, biodiversity dan polusi. Dari tiga isu tersebut, yang paling kurang mendapatkan perhatian itu isu biodiversitas,” jelas Prof. Pramana.

Kondisi tersebut mendorong tim riset UAJY untuk membangun kolaborasi lintas disiplin guna mengkaji isu biodiversitas secara lebih mendalam dan komprehensif. 

Kolaborasi akademisi dan media diharapkan dapat memperkuat praktik jurnalisme biodiversitas sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami dan mengangkat isu keragaman hayati. 

Salah satu program utama penelitian ini adalah pengembangan kapasitas jurnalis melalui pilot project.

Baca juga: Perkuat Relasi Dosen dan Mahasiswa, FTI UAJY Gelar Lecturer Sharing Session

Jurnalis yang tergabung dalam AMSI akan diajak untuk turun ke lapangan dan mengikuti pelatihan di tiga wilayah konservasi yang berbeda, yakni Bukit Turgo di Yogyakarta, Gunung Ungaran di Jawa Tengah, dan Hutan Mangrove di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. 

Pihak AMSI juga menunjukkan ketertarikan dan apresiasi terhadap tim riset UAJY karena sejauh ini belum pernah ada program khusus untuk mengembangkan kapasitas jurnalis terkait isu biodiversitas.

“Kemarin kami berdiskusi dengan AMSI, mereka tertarik karena belum pernah ada program untuk pengembangan kapasitas jurnalis terkait isu biodiversitas, sehingga harapannya UAJY ini nanti tidak hanya melatih di 3 provinsi, tetapi bisa menjangkau semua anggota AMSI di Indonesia,” ujar Lewi.

Selain pilot project, program lainnya adalah pembangunan pusat data expertise dalam bentuk situs web di bawah naungan UAJY.

Platform ini akan memuat rujukan para ahli dari berbagai bidang biodiversitas yang dapat dijadikan pusat rujukan bagi para jurnalis Indonesia.

“Harapannya website ini dapat menjadi pusat rujukan para jurnalis ketika membutuhkan narasumber yang ahli di bidang biodiversitas,” tambah Sigit Purnomo.

Tidak hanya berdampak bagi media dan masyarakat, hasil riset juga akan dimanfaatkan untuk membawa keberlanjutan di lingkungan akademis UAJY.

Selepas kegiatan, hasil-hasil penelitian mengenai isu biodiversitas akan diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan perkuliahan mahasiswa.

Program-program yang diusung dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat dapat mengembalikan fungsi media dalam menginformasikan, mengedukasi, dan mengadvokasi isu-isu biodiversitas guna meningkatkan tingkat kesadaran dan literasi masyarakat terkait keragaman hayati di Indonesia.

Sebagai penutup, tim riset mendorong segenap sivitas akademika UAJY untuk memperkuat kolaborasi penelitian antar-disiplin serta menghadirkan ragam tema penelitian baru yang berdampak bagi masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.