Kisah Dua Ojol Menyentuh Hati Polisi: Dulu Cari Nafkah di Jalanan Sukabumi, Kini Tak Bisa Berjalan
Muhamad Syarif Abdussalam August 15, 2026 02:46 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Setiap hari, jalanan menjadi tempat bagi para pengemudi ojek online (ojol) mencari nafkah untuk keluarga. Namun, kondisi berbeda kini harus dijalani Agus Sulaeman (56), warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Selama sekitar tiga tahun, Agus harus berjuang menghadapi sakit yang membuat aktivitasnya sebagai pengemudi ojol terhenti.

Setelah menjalani operasi pengangkatan pankreas, kondisi Agus semakin membatasi aktivitasnya. Bahkan, kini ia tidak dapat berjalan.

Tak hanya Agus, nasib serupa juga dialami Asep Mulyadi (49), warga Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole.

Asep yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojol harus berhenti sementara mencari nafkah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.

Kondisi dua pengemudi ojol tersebut mendapat perhatian dari Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo.

Pada Jumat (14/8/2026), AKBP Sentot bersama Wakapolres dan sejumlah pejabat utama menyambangi kediaman Agus dan Asep.

Kedatangan tersebut bukan sekadar membawa bantuan sembako. Kapolres juga berbincang dengan keluarga dan memberikan semangat kepada keduanya yang tengah menjalani masa sulit.

“Yang kami lakukan hari ini sederhana, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang sakit maupun keluarganya. Kami juga ingin memberikan semangat agar mereka tetap kuat dan optimistis,” ujar Sentot.

Bagi seorang pengemudi ojol, tidak bisa turun ke jalan berarti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan harian.

Di tengah kondisi tersebut, dukungan dari orang-orang di sekitar menjadi sangat berarti, terlebih ketika sakit atau kecelakaan membuat mereka tidak bisa menjalankan pekerjaan seperti biasanya.

Sentot mengatakan, pengemudi ojol merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam membantu aktivitas warga sehari-hari.

Karena itu, menurutnya, kepedulian perlu diberikan ketika mereka mengalami musibah.

“Kami ingin Polri hadir tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam kondisi suka maupun duka,” katanya.

Siska (43), istri Asep Mulyadi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan jajaran Polres Sukabumi Kota kepada keluarganya.

“Kami sangat berterima kasih. Syukur alhamdulillah,” ungkap Siska.

Siska juga memohon doa untuk suaminya kepada semuanya, agar suaminya bisa dipulihkan kembali dari cedera yang dialaminya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Ojek Online Sukabumi All For One, Hendra Mulyadi, mengapresiasi kepedulian Kapolres terhadap rekan-rekan ojol yang sedang mengalami musibah.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolres yang telah berempati kepada rekan kita, keluarga ojol yang sedang sakit dan mengalami kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Hendra berharap perhatian tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan komunitas pengemudi ojol di Kota Sukabumi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadikan kerja sama dan kemitraan kita semakin terjalin dan bisa berkesinambungan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.