Korban Gempa Maumere NTT Bertambah, 3 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan di Pelabuhan
Reny Fitriani August 15, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Maumere - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi tiga orang.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Warga Berhamburan ke Luar Rumah 'Kami Panik Sekali'

Ketiga korban ditemukan di kawasan Pelabuhan Laurens Say Maumere setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Korban terbaru diketahui bernama Sopia, perempuan asal Wolokoli, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

Jenazah Sopia telah dievakuasi dan berada di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere.

Keluarga korban, Buce, mengatakan Sopia sebelumnya berada di Pelabuhan Laurens Say karena hendak bepergian ke Lembata menggunakan kapal.

"Mama ini mau ke Lembata, jadi tadi ada di Pelabuhan mau naik kapal," ujar Buce.

Menurut Buce, keluarga sempat berupaya mencari keberadaan Sopia setelah gempa terjadi. Namun, keluarga juga sempat khawatir mendatangi pelabuhan karena gempa susulan masih terjadi.

"Kami mau ikut ke pelabuhan tapi kami juga takut ada gempa susulan. Ternyata setelah dicari almarhum sudah meninggal dunia," katanya.

Dengan ditemukannya Sopia, total korban meninggal dunia akibat gempa yang ditemukan di Pelabuhan Laurens Say Maumere kini mencapai tiga orang.

Sebelumnya, Bernadus Muda dan Maria Diana Meliana juga ditemukan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal pelabuhan akibat gempa.

Jenazah Bernadus Muda telah dipulangkan ke kampung halamannya di Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Sementara itu, keluarga dan kerabat para korban masih berada di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere. Mereka menunggu proses pemandian jenazah sebelum korban dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Berpotensi Tsunami

Gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, (15/8/2026).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.

"Ada potensi Tsunami dan ada gempa susulan," kata Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran.

BMKG awalnya mencatat bahwa gempa pertama kali terasa pukul 05.58 WITA dengan magnitudo 7,0.

Namun dari hasil pemutakhiran data gempa tercatat bermagnitudo 7,7.

Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.

"Pemutakhirannya 7,7 sr," kata Maria.

BMKG juga telah mengeluarkan rekomendasi evakuasi kepada pemerintah daerah.

Titik siaga yakni di Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, Ende bagian Utara.

Termasuk di wilayah Sulawesi dan Selayar.

Sumber: Pos-Kupang.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.