Kecelakaan Maut Menewaskan Mahasiswa Baru Unnes, Diduga Kelelahan Jalani Kegiatan Ospek yang Padat
Talitha Daren August 15, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kecelakaan maut menewaskan seorang mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rivaldo Aulia Reza (18), pada Rabu (12/8/2026).

Mahasiswa asal Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, tersebut meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di wilayah Gunungpati, Kota Semarang.

Rivaldo diketahui merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unnes.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di Jalan Koesbiyno Tjondrowibowo, Sumur Jurang, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati.

Saat kejadian, Rivaldo mengendarai sepeda motor Honda BeAT Street berwarna hitam dengan membonceng seorang teman perempuan bernama Aurora (18).

Polisi menduga kecelakaan terjadi karena Rivaldo kehilangan konsentrasi saat mengendarai sepeda motor hingga kendaraan tersebut oleng ke kiri dan menabrak pohon.

Kabar kecelakaan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah sejumlah warganet mengaitkannya dengan padatnya rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru atau ospek yang tengah dijalani Rivaldo.

Warganet menduga jadwal kegiatan yang berlangsung sejak dini hari membuat mahasiswa baru memiliki waktu istirahat yang terbatas.

Salah satu hal yang turut disoroti adalah dugaan Rivaldo menjalani rangkaian kegiatan ospek hingga sekitar 15 jam sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, dugaan tersebut masih menjadi perhatian publik dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut berdasarkan fakta serta hasil penyelidikan pihak terkait.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Drag Race Kotamobagu Diselidiki, Pembalap yang Menabrak Tak Bisa Jadi Tersangka?

Kronologi

Peristiwa tersebut bermula ketika Rivaldo mengendarai sepeda motor Honda BeAT Street berwarna hitam dengan membonceng seorang teman perempuan bernama Aurora (18).

"Diduga saat berkendara kurang berkonsentrasi kemudian oleng ke kiri menabrak pohon," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang Iptu Novita Candra, dikutip dari TribunBanyumas.om.

Tak lama kemudian, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga bergerak ke arah kanan dan memasuki jalur dari arah berlawanan. Motor yang dikendarainya pun terjatuh.

Pada saat bersamaan, sebuah sepeda motor Honda Supra berkelir merah hitam yang dikendarai Syaidul R (25) melintas dari arah berlawanan dan kemudian bertabrakan dengan Rivaldo.

"Korban mengalami cedera kepala, meninggal dunia di tempat."

"Korban kemudian dibawa ke kamar Jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang," ujarnya.

Baca juga: Ingin Daftar Kuliah di Unnes? Dibuka 17 Mei 2024 Lewat Jalur Mandiri Tanpa Tes, Jangan Ketinggalan!

KECELAKAAN MOTOR - Kecelakaan maut menewaskan mahasiswa baru Unnes, diduga kelelahan(Kompas.com/Freepik)

Kondisi Korban yang Membonceng

Sementara itu, korban yang membonceng, mengalami patah tulang pada kaki kiri, sempat dirawat di RS Cepoko Kota Semarang sebelum pindah ke RS Karima Utama Kabupaten Sukoharjo.

Atas insiden kecelakaan tersebut, Universitas Negeri Semarang (Unnes) turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rivaldo Reza. Pihak kampus juga mengingatkan seluruh sivitas akademika, terutama para mahasiswa baru, agar lebih mengutamakan keselamatan dan berhati-hati saat berkendara.

"Dengan datangnya mahasiswa baru dari berbagai daerah, lalu lintas memang lebih padat dari biasanya."

"Mahasiswa harus lebih hati-hati dalam berkendara, mengurangi mobilitas jika memang tidak sangat penting, dan mematuhi peraturan lalu lintas dan keselamatan berkendara," kata Kepala Humas Unnes Rahmat Petuguran saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Menurut Rahmat, Unnes juga bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Setelah mendapat informasi tersebut, Unnes melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB dan Kasi Kemahasiswaan telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan."

"Jenazah Ananda Rivaldo dibawa ke Rumah Sakit Dr Kariadi," lanjut Rahmat.

"Di Rumah Sakit Kariadi, Unnes telah bertemu pihak keluarga untuk menyampaikan duka cita sekaligus menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga," lanjutnya.

Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial ikut membahas pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa baru (Ospek) di Unnes.

Sorotan terutama ditujukan pada jadwal kegiatan yang dinilai cukup padat dan mengharuskan mahasiswa beraktivitas sejak dini hari.

Salah satu pengguna Instagram dengan akun @Galuhseptianingrum turut mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi mahasiswa baru selama mengikuti rangkaian Ospek. Ia mempertanyakan kondisi para mahasiswa yang harus sudah berada di fakultas sejak dini hari, sementara waktu untuk makan dan beristirahat dianggap cukup terbatas.

Dalam unggahannya, ia juga membandingkan kegiatan Ospek di Unnes dengan pengalaman orientasi di perguruan tinggi lain yang menurutnya menyediakan makanan ringan serta makan siang bagi para peserta.

“Adikku hari kedua/Rabu, disuruh kumpul di fakultas jam 03.15 pagi. Jam 03.09 adikku udah sampai fakultas dan di Unnes gak dapat makan siang apa sarapan,” tulisnya.

Baca juga: Tubuh Penuh Luka Lebam, Iko Juliant Mahasiswa Unnes Disebut Polisi Meninggal karena Kecelakaan Motor

Kegiatan Ospek

Ia turut menyoroti mahasiswa baru yang masih harus menjalani aktivitas akademik di fakultas masing-masing setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan Ospek.

Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat evaluasi dan perhatian lebih, terutama setelah insiden kecelakaan yang dialami Rivaldo.

"Ospek hari kedua/Rabu itu, memang selesainya jam 10-an pagi tapi ada beberapa fakultas yang selesai Ospek, ada TM di fakultas masing-masing atau pada mengerjakan tugas kelompok," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, ia juga menyebut seorang mahasiswa bernama Ananda Rivaldo masih memiliki kegiatan di fakultas setelah mengikuti ospek.

"Nah Ananda Rivaldo, setelah Ospek, di fakultas dia ada TM sampai sore hari," tulisnya.

Komentar serupa juga muncul dalam unggahan akun Instagram @rumpi_gosip yang mengutip pengalaman seorang netizen yang mengaku satu fakultas dengan Rivaldo.

Netizen tersebut menyebut mahasiswa sudah harus berada di fakultas sejak pukul 05.00 dan baru diperbolehkan pulang sekitar pukul 16.00.

"Dia se fakultas dengan saya, memang jam 5 pagi sudah harus sampai dan pulang jam 4 sore itu benar adanya," tulisnya.

Ia juga mengangkat masalah penyediaan makanan selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa baru tidak memperoleh makan siang dari panitia dan hanya mendapatkan makanan ringan.

Selain itu, para peserta disebut tidak diperkenankan membeli makanan atau jajan di kantin kampus.

"Yang di mana pada siang harinya tidak diberi makan siang oleh panitia hanya diberi snack dan tidak diperbolehkan jajan di kantin," tulisnya.

Netizen tersebut turut mempertanyakan ketentuan terkait barang yang boleh dibawa mahasiswa baru, termasuk aturan yang melarang penggunaan tas berukuran terlalu besar. Menurutnya, pembatasan tersebut membuat mahasiswa menjadi kesulitan jika ingin membawa bekal makanan sendiri selama mengikuti kegiatan.

“Memang jika lelah dan lapar sudah bertemu akibatnya bisa sefatal itu entah micro sleep, kurangnya fokus, dll,” tulisnya.

(TribunTrends.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.