Harga Kakao di Aceh Tenggara Naik Rp3.000 per kilogram, Pinang Stabil
Budi Fatria August 15, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE – Sempat stabil dalam dua hari terakhir, harga kakao kering di tingkat petani Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kembali bergerak naik tipis sebesar Rp3.000 per kilogram.

Kini, Sabtu (15/8/2026), harga kakao kering naik dari sebelumnya Rp83.000 per kilogram menjadi Rp86.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas pinang kering, harga terpantau stagnan atau stabil di angka Rp12.000 per kilogram.

“Harga kakao atau Cocoa EMG jarang sekali stabil, sehingga harga kakao di pasaran terkadang naik dan turun tergantung dari harga kakao di Pasaran Medan, Sumatera Utara,” ujar Sabri alias Win, salah satu tauke hasil bumi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Sabtu (15/8/2026).

Sabri menjelaskan, hasil bumi berupa kakao dan pinang kering tersebut dikumpulkan langsung dari para petani di wilayah Kecamatan Lawe Sigala-gala, Babul Makmur, dan kecamatan lainnya.

Pihaknya juga turun tangan langsung menerima hasil panen ke lokasi petani.

Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara Stabil, Petani Berharap Melonjak Lagi

Menurutnya, saat ini stok kakao kering di pasaran sedang menipis, sementara harganya terus berubah mengikuti tren pasar.

“Hari ini harga bisa naik, namun tidak menutup kemungkinan besok turun, stabil, atau bahkan kembali naik,” jelasnya.

Kenaikan harga ini disambut baik oleh para petani.

Khairul Al Bahri, petani kakao asal Desa Lawe Loning Aman, membenarkan bahwa harga kakao di tingkat petani naik dari Rp83.000 menjadi Rp86.000 per kilogram.

“Alhamdulillah, semoga harga kakao kering terus bergerak naik di pasaran agar petani sejahtera,” ungkap Saifullah, M. Hanif, Ramli, serta petani lainnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Petani Didorong Hasilkan Biji Kakao Fermentasi

Di sisi lain, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman, menilai fluktuasi harga kakao kering di Aceh Tenggara terjadi karena kurangnya pelatihan yang intensif kepada para petani lokal.

Ia menyarankan agar pemerintah memberikan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari cara panen hingga proses pengeringan yang benar.

Salah satu langkah penting adalah mendorong petani menerapkan sistem fermentasi agar kualitas dan nilai jual biji kakao menjadi lebih tinggi.

“Bagaimana cara pemerintah mendorong agar masyarakat menjemur kakao sistem fermentasi agar nilai jualnya tinggi, dan juga bisa memilah-milah biji kakao dari buah yang berkualitas atau tidak agar harga jual di pasaran lebih tinggi. Apalagi stok kakao kering cukup, tentunya harganya mahal,” jelas Nasrul.

Selain itu, ia menekankan pentingnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) untuk menggandeng investor agar mau berinvestasi di daerah tersebut guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian dalam arti luas.

Rincian Harga Kakao dan Pinang

Kakao Kering:

  • Harga Sebelumnya: Rp83.000/kilogram
  • Harga Terbaru: Rp86.000/kilogram
  • Tarif: Rp3.000/kilogram
  • Kondisi Stok: Menipis di pasaran
  • Pinang Kering:
  • Harga Saat Ini: Rp12.000/kilogram
  • Kondisi Harga: Stagnan / stabil. (*)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.