UT Purwokerto Gelar OSMB Tahap Ke-4 untuk 1.200 Mahasiswa Baru
Daniel Ari Purnomo August 15, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru - Klinik Ujian (OSMB-KU) Semester Ganjil 2026/2027 Tahap Ke-4 di Hotel Aston Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (15/8/2026).

Agenda pembekalan ini diikuti oleh sebanyak 1.200 mahasiswa baru dari pelbagai kawasan, utamanya wilayah Banyumas Raya dan Tegal Raya.

Kegiatan tersebut diisi dengan materi pengarahan oleh Direktur UT Purwokerto Dr Prasetyarti Utami SSi MSi serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Baca juga: Tak Hanya Kuliah, UT Purwokerto Bekali Mahasiswa Baru Pembelajar Mandiri di Era Digital

Prosesi OSMB-KU secara resmi dibuka lewat penyematan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru.

Sambut Ribuan Mahasiswa

Direktur UT Purwokerto Prasetyarti Utami menuturkan bahwa UT bakal genap menginjak usia 42 tahun pada September 2026 mendatang.

Telah berdiri sejak tahun 1984, UT konsisten bertransformasi hingga kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Dari seluruh kampus di tanah air, saat ini tercatat baru ada 24 perguruan tinggi yang berhasil menyandang status PTNBH.

UT sendiri menempati urutan ke-21 perguruan tinggi yang berstatus PTNBH sejak ditetapkan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2022 silam.

"Artinya apa, UT sudah menjadi perguruan tinggi yang unggul dan di atas rata-rata. Memiliki nilai bagus dalam kredibilitas, akreditasi, dan indikator kinerja utama universitasnya," katanya.

Menuju Kampus Dunia

Prasetyarti Utami membeberkan bahwa UT kini tengah mematangkan langkah strategis untuk menjadi bagian dari universitas kelas dunia atau World Class University.

Salah satu pijakan utamanya ditempuh lewat penerapan sistem kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Skema kurikulum modern ini mendorong seluruh mahasiswa untuk memacu keterampilan serta potensi diri yang dimiliki.

Pengembangan potensi tersebut tidak cuma pada kecakapan berpikir teoretis, melainkan lewat pengolahan media serta materi ajar yang disajikan.

"Kami sudah mendesain secara instruksional agar mahasiswa mampu berpikir secara kritis, analitis dan berpikir mandiri. Kurikulum ini salah satu upaya menuju ke World Class University," jelasnya.

Integritas Mahasiswa Baru

Pada kesempatan tersebut, Prasetyarti Utami mengingatkan bahwa mengarungi bangku perkuliahan bukanlah hal yang mudah, namun tidak perlu dijadikan beban mental.

Mahasiswa yang telah menetapkan pilihan berkuliah di UT diharapkan memiliki keyakinan penuh untuk menuntaskan studi dengan optimal.

Ia turut mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memupuk tekad dan komitmen belajar sepanjang hayat.

"Saat ini di zaman dan era digital, kita harus memiliki kemampuan adaptif yang tinggi, inovatif, kreatif dan responsif."

"Maka, sebagai mahasiswa harus menunjukkannya dengan integritas akademik, seperti attitude, karakter, dan performa di manapun berada," pesannya.

Motivasi Wabup Purbalingga

Di sisi lain, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memanfaatkan agenda OSMB-KU untuk berdialog sekaligus membakar semangat mahasiswa UT Purwokerto.

Dimas membagikan cerita serta pengalaman pribadinya mengenai motivasi menempuh pendidikan tinggi dari jenjang sarjana hingga pascasarjana.

Ia menguraikan tiga pertimbangan mendasar dalam melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Pertimbangan pertama berfokus pada upaya memperdalam keilmuan serta memperluas wawasan yang diminati.

Alasan kedua menyangkut terbukanya jaringan relasi atau networking yang luas selama masa perkuliahan.

"Karena dari jenjang SMA ke perkuliahan pasti circle-nya berubah. Banyak bertemu teman baru yang memiliki harapan dan gagasan melanjutkan studi," katanya.

Tuntutan Kualifikasi Kerja

Dimas menambahkan poin ketiga dilandasi kenyataan bahwa jenjang pendidikan di Indonesia memegang peranan krusial dalam kualifikasi pekerjaan.

Banyak lowongan formasi karier saat ini yang menetapkan batas kualifikasi pendidikan minimal tingkat sarjana.

"Jadi tingkat pendidikan sering menjadi barometer untuk diterima dalam sebuah pekerjaan," ungkapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.