TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sejumlah gempa bumi berkekuatan kecil tercatat mengguncang wilayah Sulawesi pada Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 14 aktivitas gempa tercatat sejak Jumat (14/8/2026) malam hingga Sabtu siang.
Gempa tersebut tersebar di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Baca juga: Kronologi Peserta Kemah Pramuka di Messawa Mamasa Tewas Tenggelam
Baca juga: Terasa hingga Makassar, BMKG: Gempa Flores Magnitudo 7,7 Berpotensi Tsunami 3 Meter
Di Sulawesi Barat, gempa tercatat terjadi di wilayah Mamasa dan Mamuju Tengah.
Gempa di Mamasa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 11.25.39 WIB.
Gempa tersebut memiliki magnitudo 1,9 dengan kedalaman 7 kilometer.
Lokasi gempa berada 9 kilometer tenggara Mamasa, Sulawesi Barat, pada koordinat 2,97 Lintang Selatan dan 119,38 Bujur Timur.
Sementara itu, gempa juga tercatat di Mamuju Tengah pada pukul 04.35.55 WIB.
Gempa tersebut memiliki magnitudo 1,9 dengan kedalaman 9 kilometer.
Lokasinya berada 27 kilometer barat daya Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Aktivitas gempa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Sulawesi.
Gempa terbesar dalam catatan tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 00.55.16 WIB.
Gempa itu memiliki magnitudo 3,4 dengan kedalaman 10 kilometer.
Lokasinya berada 101 kilometer selatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.
Selain itu, BMKG mencatat gempa magnitudo 2,6 di 81 kilometer barat Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada pukul 10.01.40 WIB.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 32 kilometer.
Gempa magnitudo 3,0 juga tercatat di 30 kilometer utara Muna, Sulawesi Tenggara, pada pukul 12.33.31 WIB.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 5 kilometer.
BMKG juga mencatat beberapa gempa lain di wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara dengan magnitudo antara 1,5 hingga 2,6.
BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa tersebut mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data. (*)