TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pemerintah pusat sudah membangunan sebanyak 182 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga Agustus 2026.
Dari total itu, sudah ada sekitar 4.300 siswa mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang bergabung di Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan PIC Sekolah Rakyat Kota Blitar dari Kementerian Sosial (Kemensos), Romal Sinaga saat membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2026).
Romal mengatakan, saat ini, program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat sudah masuk tahun kedua.
Baca juga: Pemkab Kediri Dorong 1.923 Pramuka Garuda Jadi Teladan dan Berkarakter
Sampai sekarang, sudah ada 182 Sekolah Rakyat mulai dari Aceh sampai Papua yang sudah dibangun dan sudah ada 43.000 siswa mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang bergabung di Sekolah Rakyat.
"Ini adalah tahun pertama di Sekolah Rakyat Kota Blitar. Kami berharap Pemkot Blitar terus mengawal proses ini agar Sekolah Rakyat terus berjalan on the track," katanya.
Dikatakannya, Sekolah Rakyat tidak hanya mengejar akademik saja, tapi juga mengejar pendidikan karakter dan mengejar kompetensi bakat serta skill siswa.
Dengan konsep itu, harapannya, masa depan para siswa Sekolah Rakyat bisa terjamin di masa depan.
Menurutnya, siswa lulusan Sekolah Rakyat berprestasi akan difasilitasi masuk perguruan tinggi yang sudah bekerjasama dengan pemerintah.
"Misalnya, siswa lulusan SMA Sekolah Rakyat berprestasi bisa langsung kami rujuk kepada Sekolah Garuda atau ke sekolah-sekolah kedinasan lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat ini bisa memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan membantu para orang tua siswa Sekolah Rakyat.
"Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak ini bisa putus dari kemiskinan. Keluarganya nanti juga kami bantu. Anaknya di sini tenang sekolah dan keluarganya kami bantu untuk kami berdayakan sehingga mereka bisa naik kelas," katanya.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mendirikan Sekolah Rakyat di Kota Blitar.
Mas Ibin juga meminta para orang tua tidak perlu khawatir dengan anak-anaknya yang belajar di Sekolah Rakyat.
"Orang tua tidak perlu khawatir, ini sekolah spesial yang bertaraf internasional. Saya dengar juga ekskulnya bisa sampai 15 jenis. Jadi putra-putri di Sekolah Rakyat ini betul-betul digali potensinya," katanya.
Dikatakannya, di Sekolah Rakyat juga ada wali asuh. Satu wali asuh akan mendampingi 10 anak.
"Jadi Insyaallah di Sekolah Rakyat tidak ada pembullyan. Mereka akan didik secara ketat dan kesetaraan di sini betul-betul dijaga," ujarnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)