PS Luwu U-17 Dapat Suntikan Motivasi dari Legenda PSM dan Timnas Indonesia Ronny Ririn
Muh Hasim Arfah August 15, 2026 08:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Perjalanan dari kampung di Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga menjadi pemain PSM Makassar menjadi cerita yang dibagikan Ronny Ririn kepada skuad PS Luwu U-17.

Mantan bek PSM Makassar dan Timnas Indonesia itu bertemu langsung dengan pemain muda Laskar Andi Djemma di Asrama IPMIL, Jalan Sunu, Kota Makassar.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat.

Manajer, ofisial, dan para pemain PS Luwu U-17 menyambut kedatangan Ronny dengan antusias.

Bagi pemain muda PS Luwu, pertemuan itu menjadi kesempatan langka untuk mendengar langsung pengalaman seorang pemain senior.

Sebab Ronny pernah merasakan atmosfer sepak bola profesional.

Ronny Ririn dikenal sebagai salah satu mantan pemain bertahan PSM Makassar.

Baca juga: Malawing Wafat, Ronny Ririn Sebut Sosok Pesepak Bola Karakter Makassar

Legenda PSM Makassar, Ronny Ririn saat di rumah duka almarhum Malawing di Jl Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (29/7/2024). Malawing merupakan mantan pemain PSM Makassar dan NIAC Mitra.
Legenda PSM Makassar, Ronny Ririn saat di rumah duka almarhum Malawing di Jl Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (29/7/2024). Malawing merupakan mantan pemain PSM Makassar dan NIAC Mitra. (ist)

Pria kelahiran Pinrang, 13 Januari 1973, itu menjadi bagian dari skuad Juku Eja pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Ia turut membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia musim 1999-2000.

Ronny juga pernah memperkuat Timnas Indonesia.

Ia menjadi bagian dari skuad Garuda yang meraih medali perak SEA Games 1997 di Jakarta.

Di hadapan pemain PS Luwu U-17, Ronny tidak banyak berbicara mengenai pencapaian tersebut.

Ia justru mengajak pemain melihat proses panjang yang harus dilalui untuk mencapai level profesional.

"Saya mulai dari bawah. Dari kampung di Pinrang. Saya berusaha beli sepatu. Kemudian latihan tambahan. Setiap hari sampai akhirnya bisa main di PSM," kata Ronny di hadapan pemain.

Cerita tersebut langsung mendapat perhatian para pemain.

Ronny ingin pemain PS Luwu tidak minder karena berasal dari daerah.

Menurutnya, kesempatan untuk menembus sepak bola profesional tetap terbuka.

Apalagi selama pemain mau bekerja keras, disiplin, dan menunjukkan kemampuan terbaik.

"Saya mau kalian bisa menunjukkan permainan terbaik di laga besok," ujarnya.

Manajer PS Luwu U-17, Suparmin Sabrah, mengatakan pertemuan tersebut sebenarnya terjadi secara tidak sengaja.

Asrama IPMIL yang menjadi tempat pemain PS Luwu menginap berada tidak jauh dari kediaman Ronny.

Suparmin kemudian mengetahui rumah tersebut merupakan kediaman mantan pemain PSM itu.

"Kebetulan juga rumah beliau buka usaha laundry. Di sana tempat anak-anak cuci baju," kata Suparmin kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (15/8/2026) siang.

Setelah memastikan keberadaan Ronny, Suparmin kemudian meminta kesediaannya memberikan motivasi kepada para pemain.

Kesempatan itu baru terwujud ketika Ronny sedang bermain bulu tangkis di depan rumahnya.

"Saya langsung ajak ketemu anak-anak. Anak-anak antusias saat ketemu. Apalagi dia cerita perjalanannya di PSM," tuturnya.

Suparmin menyebut pengalaman Ronny sangat relevan bagi pemain muda PS Luwu.

Ronny pernah memperkuat PSM selama bertahun-tahun dan merasakan persaingan di berbagai level.

Termasuk PON dan Timnas Indonesia.

Menurut Suparmin, pembinaan pemain tidak cukup hanya mengandalkan latihan fisik dan taktik.

Mental pemain juga harus dipersiapkan.

"Ini tugas kita di manajemen. Selain melatih fisik dan taktik, kita juga perlu meningkatkan psikis pemain agar mereka percaya diri," ungkapnya.

PS Luwu U-17 kini bersiap menghadapi pertandingan perempat final Piala Soeratin Regional Sulsel.

Laskar Andi Djemma dijadwalkan menghadapi Bangau Putra di Lapangan SPN Batua, Kota Makassar sekitar pukul 16.00 Wita sore.

Suparmin mengatakan timnya mulai melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi laga tersebut.

Penggunaan telepon seluler pemain akan dibatasi.

Jam istirahat juga diperketat agar kondisi pemain tetap prima.

"Kita target besok harus cetak gol lebih dulu. Kita mau mendominasi lebih awal," katanya.

Ia juga berharap dukungan masyarakat Luwu yang berada di Makassar.

Suporter maupun Wija To Luwu yang memiliki waktu diharapkan datang langsung ke lapangan memberikan dukungan kepada para pemain.

"Kita meminta doa untuk semua masyarakat Luwu, atau Wija To Luwu yang ada di Makassar untuk datang di lapangan secara langsung jika punya waktu," akunya.

Bagi PS Luwu U-17, laga tersebut bukan sekadar pertandingan perempat final.

Setelah melalui perjalanan dan perjuangan di Piala Soeratin Regional Sulsel, mereka kini hanya membutuhkan satu kemenangan untuk melangkah ke semifinal.

Wejangan Ronny Ririn pun menjadi tambahan energi bagi pemain muda Laskar Andi Djemma untuk membuktikan kemampuan mereka di lapangan.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.