Kebakaran di Pulau Para Sangihe Hanguskan 4 Hektare Kebun, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan Sembarangan
Glendi Manengal August 15, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Kebakaran lahan melanda Kampung Para I, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (15/8/2026). Sedikitnya empat hektare lahan perkebunan dilaporkan terbakar dalam peristiwa yang diduga dipicu oleh sisa api pembakaran daun kelapa yang belum padam sepenuhnya.

Lahan yang terdampak diketahui merupakan milik keluarga Manope-Untu dan keluarga Waluko-Tendeng. Selain menghanguskan area perkebunan, kebakaran juga merusak satu unit para-para kopra serta sekitar 30 batang pipa air milik kampung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.50 Wita. Berdasarkan keterangan saksi S. Budiman, Kepala Sekolah SD Filadelfia Apeng Lawo, sehari sebelumnya warga Kampung Para melakukan panen kelapa di wilayah Lindongan II, Pantai Rano.

Dalam kegiatan tersebut, warga membakar tumpukan daun kelapa kering yang tersisa dari proses panen. Setelah pekerjaan selesai sekitar pukul 17.30 Wita, warga meninggalkan lokasi. Namun, diduga masih terdapat beberapa titik api yang belum padam sepenuhnya.

Pada Sabtu siang, hembusan angin selatan yang cukup kencang menyebabkan bara api kembali menyala dan merembet ke area perkebunan di sekitarnya. Api kemudian meluas hingga membakar lahan milik warga.

Warga bersama aparat setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana. Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita.

Meski api telah padam, masyarakat masih melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

"Dugaan sementara titik awal kebakaran berasal dari area kebun milik seorang warga bernama Tegasno Sumahe. Namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sisa tanaman atau membuka lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.

"Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Selain dampak kebakaran, warga Pulau Para juga menghadapi kendala terbatasnya ketersediaan air bersih. Kondisi ini turut menyulitkan proses pemadaman.

Baca juga: Urban Digifest 2026 Sulawesi Utara Bukukan Transaksi Penjualan Rp 3 Miliar Lebih

(TribunManado.co.id/Edu)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.