Pemko Padang Perbaiki Sejumlah Jembatan, Normalisasi Sungai Dikebut di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Rezi Azwar August 15, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana di berbagai wilayah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Perbaikan tidak hanya menyasar jembatan sebagai akses penghubung masyarakat, tetapi juga dilakukan pada plat duiker, cekdam hingga tebing sungai.

Di antaranya perbaikan plat duiker di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, perbaikan Jembatan Kampung Baru di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, serta perbaikan Jembatan Gantung di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Selain itu, Dinas PUPR juga melakukan perbaikan plat duiker di Jalan Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Baca juga: Pencarian Hari Kedua Remaja Hanyut di Batang Arau Padang Masih Nihil, Dilanjutkan Besok

Normalisasi Sungai di Pasar Lalang

Tak hanya memperbaiki akses penghubung, Dinas PUPR Kota Padang juga melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan Jalan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji.

Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran sungai sekaligus mengurangi gangguan akibat sedimentasi yang dapat menghambat aliran air.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan.

Selain normalisasi, pekerjaan juga mencakup perbaikan cekdam dan penguatan tebing sungai di sejumlah kawasan.

Baca juga: Pencarian Anak Hanyut di Air Tawar, Tim SAR: Kita Juga Pakai Jaring Ikan, Hasilnya Masih Nihil

"Untuk perbaikan cekdam, saat ini sudah mulai dilakukan di beberapa titik, seperti D.I. Limau Manis, D.I. Lubuk Laweh, dan D.I. Baringin," kata Malvi Hendri, Sabtu (15/8/2026). 

Sementara penguatan tebing sungai dilakukan di D.I. Sungkai, Pasar Lalang, Lubuk Minturun dan sejumlah titik lainnya yang terdampak.

Menurut Malvi, pekerjaan yang tengah berjalan sejauh ini masih sesuai dengan jadwal dan target yang tercantum dalam kontrak.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan

Meski pekerjaan terus dikebut, kondisi di lapangan tidak selalu mudah.

Akses menuju sejumlah lokasi, aktivitas ekonomi masyarakat hingga kondisi cuaca menjadi tantangan dalam proses pengerjaan infrastruktur.

Malvi mengatakan cuaca ekstrem yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan agar pekerjaan tetap selesai sesuai target tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan pekerja.

"Kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu juga menjadi tantangan bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu sesuai target serta spesifikasi pekerjaan," ujarnya.

Ia menyebut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu acuan dalam menentukan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Hal tersebut penting karena pekerjaan infrastruktur juga berkaitan dengan keselamatan para pekerja, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi membahayakan.

"Data BMKG menjadi pedoman dan acuan dalam pelaksanaan, karena kita juga harus memastikan faktor keselamatan pekerja pada setiap tahapan, selain penyelesaian pekerjaan itu sendiri," jelasnya.

Baca juga: Kesaksian Yodial Lihat Bocah 11 Tahun Tenggelam di Air Tawar: Saya Buka Baju dan Kejar Korban

Perbaikan Dilakukan Bertahap

Malvi mengatakan penanganan infrastruktur terdampak bencana tidak dilakukan di satu lokasi saja, melainkan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Pemko Padang juga berkoordinasi dengan kementerian terkait melalui balai, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan infrastruktur pascabencana.

Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan proses agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar yang ditetapkan.

"Secara bertahap, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana dapat kita selesaikan," katanya.

Ia meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, terutama di lokasi yang bersinggungan langsung dengan aktivitas warga.

"Mohon bersabar dan kami mohon dukungannya agar pekerjaan ini bisa kita selesaikan dengan baik sesuai target yang diharapkan," tutup Malvi.(rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.