TRIBUNNEWS.COM - Beredar video di media sosial memperlihatkan insiden Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo dilempari batu.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Seiring dengan kericuhan sekitar pukul 11.20 WIB setelah rangkaian doa tolak bala, zikir, dan orasi dalam rangka memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh selesai digelar.
Tampak dalam video, Wakapolda berpeci hitam berseragam polisi tengah meninggalkan tempat acara dengan berjalan kaki di tengah kericuhan.
Ia dikawal oleh sejumlah polisi. Sementara puluhan warga mengelilinginya, mengikuti jenderal satu bintang di pundak berjalan.
Dalam situasi itu, batu-batu hingga botol dilempar ke arah Wakapolda.
Beberapa oknum tampak juga menendang ke arahnya, beberapa mengenai petugas polisi yang melindungi sang perwira.
Namun hingga kini, belum diketahui kondisi Brigjen Ari Wahyu Widodo setelah kericuhan.
Profil dan Sosok Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo
Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo adalah lulusan Akademi Kepolisian 1995.
Baca juga: Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bintang Bulan di Masjid Raya
Jabatan Wakapolda Aceh merupakan jembatannya untuk promosi sekaligus pecah bintang.
Brigjen Ari Wahyu Widodo menggantikan Brigjen Pol Misbahul Munauwar.
Sebelumnya Brigjen Ari Wahyu Widodo menjabat Kabag Anev Rojianstra SSDM Polri.
Mutasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/488/III/KEP/2025 tanggal 12 Maret 2025.
Brigjen Ari pernah mengemban tugas sebagai Karo SDM di Polda Sulawesi Utara pada 2023.
Sebelumnya lagi, ia merupakan karo SDM Polda NTT 2022.
Riwayat Jabatan:
Mengutip SerambiNews.com, sejumlah warga dan aparat keamanan terluka dalam kericuhan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB, setelah rangkaian doa tolak bala, zikir, dan orasi dalam rangka memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh selesai digelar.
Pantauan Serambinews.com di lokasi, kericuhan bermula ketika aparat keamanan meminta massa menurunkan bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di sejumlah titik di halaman Masjid Raya Baiturrahman.
Namun, sebagian massa menolak permintaan tersebut. Massa kemudian mengejar sejumlah aparat hingga keluar dari pekarangan masjid.
Kericuhan kemudian berlanjut di depan pusat perbelanjaan Barata, tepat di sisi kanan Masjid Raya Baiturrahman.
Di lokasi tersebut, sejumlah personel polisi lengkap dengan tameng membentuk barikade. Satu unit mobil water cannon juga terlihat disiagakan.
Dalam bentrokan tersebut, massa melempar botol air mineral dan batu ke arah aparat. Sejumlah warga mengalami luka, terutama pada bagian kepala.
Kericuhan juga menyebabkan sejumlah kendaraan rusak setelah terkena lemparan batu.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddin Setiawan juga langsung menemui massa untuk meredam ketegangan.
Ruddi menerobos barisan pasukan dan berjalan mendekati kerumunan massa yang masih dalam situasi tegang.
Ia kemudian berdialog langsung dengan warga dan mengajak seluruh pihak menjaga keamanan serta perdamaian Aceh.
"Mari sama-sama kita jaga Aceh yang damai dan maju ke depannya," kata Ruddi saat menemui massa.
Hingga Sabtu sore, Polda Aceh belum memastikan jumlah warga maupun aparat yang terluka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdayanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan mengumpulkan data terkait korban.
“Kita masih menunggu kepastian data yang valid,” kata Joko kepada wartawan.
Ia mengatakan polisi masih mendata warga yang mengalami luka dalam kericuhan tersebut.
Polda Aceh juga masih mendalami informasi mengenai adanya warga yang diduga mengalami luka akibat tembakan.
Sementara itu, terkait jumlah personel keamanan yang terluka, Joko juga belum memberikan data.
“Kita masih menunggu kepastian data yang valid,” ujarnya.