Joao Pedro juga mulai muncul sebagai pemain terbaik Chelsea ketika akhir jendela transfer musim panas diperkirakan akan berlangsung sangat sibuk.
Entah itu bagus, buruk, atau yang paling mungkin sekadar kacau, suasana di Chelsea memang sangat jarang membosankan.
Laga pramusim terakhir secara tradisional bukanlah momen yang paling mendebarkan, karena pada tahap ini para pemain sudah cukup bugar untuk menghindari sebagian ketidakpastian yang biasa muncul di awal musim panas, tetapi pada saat yang sama fokus utama tetap tertuju pada dimulainya musim baru yang sudah dekat.
Itu sebagian besar juga terjadi saat menghadapi Real Sociedad. Chelsea unggul lebih dulu lewat Morgan Rogers, lalu seperti melaju santai sepanjang sisa babak pertama sebelum akhirnya bisa disamakan.
Xabi Alonso, yang untuk pertama kalinya memimpin The Blues di Stamford Bridge, tentu lebih puas dengan penampilan babak kedua ketika timnya meningkatkan tempo dan Joao Pedro mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah.
Namun, semua itu terasa seperti hanya menjadi latar belakang dari persaingan di antara suporter Chelsea untuk saling mengungguli suara satu sama lain terhadap seorang pemain yang menuntaskan pertandingan dengan ban kapten di lengan.
Hampir lebih menarik daripada pertandingan itu sendiri adalah saga Enzo Fernandez, yang sudah dimulai jauh sebelum sepak mula.
Fernandez kembali ke skuad Chelsea pekan ini dan ditempatkan di bangku cadangan dalam laga ini setelah tenggat Jumat yang ditetapkan The Blues bagi klub-klub peminat untuk mengajukan tawaran berlalu tanpa ada satu pun penawaran.
Entah karena spekulasi mengenai masa depannya, tindakannya bersama Argentina di Piala Dunia, atau gabungan dari keduanya, Fernandez memicu reaksi yang luar biasa campur aduk di Stamford Bridge.
Yang lebih mengungkap situasi, bagaimanapun, adalah apa yang terjadi ketika ia masuk sesaat setelah laga berjalan satu jam dan langsung mengenakan ban kapten.
Terdengar cemoohan keras saat ia memasuki lapangan dan kembali muncul setiap kali ia menyentuh bola selama beberapa menit berikutnya. Namun, di saat yang sama, cukup banyak penonton yang berusaha menenggelamkan itu dengan meneriakkan nama Fernandez.
Di tengah benturan reaksi tersebut, Fernandez menanduk bola tipis di atas mistar dari situasi sepak pojok. Andai bola itu masuk, Stamford Bridge mungkin benar-benar akan meledak oleh suasana.
Jeda minum lima menit kemudian membawa semacam titik ulang. Ketika pertandingan dimulai lagi, tidak ada reaksi berarti setiap kali Fernandez menguasai bola.
Fernandez tampaknya akan menerima sambutan yang tidak bersahabat di berbagai stadion musim ini. Chelsea tentu tidak membutuhkan hal yang sama juga terjadi di Stamford Bridge.
Joao Pedro mengambil tongkat estafet dari Cole Palmer
Menjelang akhir musim 2023-24, Mauricio Pochettino pernah mendesak skuad Chelsea asuhannya untuk menjawab tantangan bermain tanpa Cole Palmer, yang saat itu sedang berjuang memulihkan diri dari sakit.
Pochettino berkata: "Jika saya adalah rekan setim Cole Palmer di posisinya atau posisi yang mirip, saya akan termotivasi untuk masuk ke lapangan besok dan menunjukkan bahwa ini adalah Chelsea Football Club, bukan Cole Palmer Football Club."
Ucapan itu kini terasa seperti sudah sangat lama berlalu, dengan Joao Pedro saat ini sangat terlihat sebagai jimat utama tim Chelsea ini.
Sempat ada harapan bahwa libur musim panas bagi Palmer bisa mengembalikannya ke performa terbaik setelah musim yang mengecewakan, tetapi sekali lagi ia tampil sangat tenang dan minim pengaruh dalam pertandingan ini.
Sebaliknya, Joao Pedro tampil luar biasa. Ia mencetak dua gol untuk membawa total golnya sepanjang musim panas menjadi delapan dalam tujuh pertandingan, termasuk laga uji coba tertutup Chelsea.
Penyerang asal Brasil itu bahkan sangat mungkin mencatatkan hat-trick, karena sundulannya sempat ditepis dengan baik tetapi bola liar kemudian memudahkan Rogers mencetak gol pembuka Chelsea.
Rogers dan Joao Pedro sudah tampak mulai membangun kemitraan yang menjanjikan. Keduanya beberapa kali bekerja sama dengan baik, dan Rogers dua kali mengirim bola melintas di depan gawang yang nyaris bisa disambar penyerangnya itu.
Ada optimisme mengenai apa yang bisa dilakukan Chelsea musim ini, dan Joao Pedro dalam performa seperti ini akan benar-benar menjadi sosok yang sangat krusial.
Chelsea bersiap menghadapi akhir jendela transfer yang sibuk
Susunan pemain menjadi pengingat betapa banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan Chelsea sebelum jendela transfer ditutup.
Ada 13 pemain di bangku cadangan The Blues dan tetap saja masih banyak pemain tim utama yang tidak masuk skuad.
Mykahilo Mudryk, Liam Delap, Tosin Adarabioyo, Nicolas Jackson, dan Mamadou Sarr semuanya tidak disertakan ketika Chelsea berupaya mencarikan kepindahan bagi mereka pada musim panas ini.
Pedro Neto, yang tampil sebagai starter di sisi kanan pada posisi wing-back, juga masih bisa hengkang dalam dua setengah pekan ke depan.
Bukti tambahan tentang besarnya skuad Chelsea terlihat dari pandangan ke deretan kursi di belakang para pemain cadangan Chelsea.
Danny Welbeck dan Jordan Henderson bergabung dengan Aaron Anselmino serta Emmanuel Emegha, dengan tidak satu pun dari empat nama itu masuk ke dalam skuad pertandingan berisi 24 pemain.
Jendela transfer lain, dan lagi-lagi Chelsea menghadapi perjuangan untuk memangkas kelompok pemain mereka ke ukuran yang lebih mudah dikelola.