Citizen Reporter: Abdul Rahman
Dosen IAI DDI Maros
TRIBUN-TIMUR.COM — Tiga organisasi kemahasiswaan Institut Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (IAI DDI) Maros bersama dosen dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Maros.
Ketiga organisasi tersebut yakni HMP PGMI, UKK Pramuka Racana Ambo Dalle dan Khadijah, serta UKM Sanggar Seni Rumpun Bambu.
Kegiatan berlangsung selama empat hari mulai 12–15 Agustus 2026.
PKM mengusung tema “Hadir untuk Mengabdi, Membentuk Generasi Kreatif, Religius, dan Tangguh”.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari jelajah kelas, kelas Qur’ani, kelas pramuka, kreasi seni, berbagai perlombaan, lapak baca, hingga penyaluran bantuan berupa mushaf Al-Qur’an, susu, dan alat tulis kantor (ATK).
Ketua HMP PGMI, Fajriansyah, mengapresiasi kolaborasi dan dedikasi seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, program PKM disiapkan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lokasi dan diharapkan dapat membantu menjawab sejumlah persoalan pendidikan yang dihadapi siswa.
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi pendidikan di wilayah pelosok.
"Sekaligus upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di daerah yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan,” ujar Fajriansyah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi yang dilakukan mahasiswa.
Hasil survei menunjukkan masih terdapat keterbatasan sarana pendidikan di sekolah setempat.
“Salah satu sekolah di lokasi tersebut hanya memiliki dua ruang belajar. Siswa kelas 1–3 belajar dalam satu ruangan, sedangkan siswa kelas 4–6 menggunakan ruangan lainnya. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah pelosok,” katanya.
Ketua LPPM IAI DDI Maros, Abdul Rahman, mengapresiasi kepada seluruh tim PKM.
Ia menilai perjuangan para mahasiswa patut diapresiasi, terlebih akses menuju lokasi cukup jauh dan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki.
“Ini bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi memiliki nilai kemaslahatan sosial. Kegiatan ini juga melatih intelektualitas dan sensitivitas mahasiswa serta memberikan dampak akademik karena PKM merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi,” ungkap Abdul Rahman.
Pelaksanaan PKM turut didampingi Dosen IAI DDI Maros, Choiriah Ayu Lestari dan Sabaruddin. Sabaruddin juga merupakan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan pendidikan di daerah pelosok.