TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Malaysia setuju mengimpor beras dari Indonesia dengan volume 200.000 ton dengan harga Rp17.000 per kilogram.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, beras tersebut untuk memasok kebutuhan masyarakat Malaysia di Sarawak, Malaysia Timur. Pengiriman perdana akan dilakukan sebanyak 1.000 ton dalam waktu dekat.
“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Amran.
Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras Indonesia ke Malaysia ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.
Dia mengatakan, ekspor beras berpeluang meningkatkan kesejahteraan petani. "Mudah-mudahan kita bisa kirim (200 ribu ton beras) kita bisa cepat. Tetapi seribu ini kita minta mudah-mudahan bisa dikapalkan dalam minggu ini Karena berasnya ada. (Nilai total) Rp3,9 triliun," kata dia.
Perwakilan dari General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Malaysia, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan, pengiriman 1.000 ton pertama tersebut untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.
Kebutuhan beras di Sarawak mencapai 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.
Baca juga: Soal Ekspor Beras ke Malaysia hingga UEA, Bos Bulog: Kami akan Mendiskusikan Harga yang Cocok
"Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya," ujar Jumaat.
Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.
Baca juga: RI Harus Ekspor Beras, Stok 5 Juta Ton Rusak Kalau Terus Disimpan di Gudang
"Ini bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi. Karena kita satu rumpun, bahkan perbatasan kita di Kalimantan itu daratan," ucap dia.
Pengiriman perdana 1.000 ton beras akan melalui jalur darat melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. "Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama," tandas Jumaat.