TRIBUNJAMBI.COM – Momen hangat yang mempertemukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjadi sorotan publik.
Aksi Jokowi yang tertangkap kamera mengacungkan jempol usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dinilai membawa pesan politik yang amat kuat.
Gestur spontan tersebut terjadi seusai Prabowo menuntaskan pidato kenegaraannya yang berlangsung sekitar satu setengah jam.
Berdasarkan pantauan di lokasi perhelatan, Presiden Prabowo yang turun dari mimbar persidangan berjalan menghampiri jajaran tamu kehormatan untuk bersalaman.
Saat tiba di hadapan Jokowi yang duduk berderet bersama para mantan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan sikap hormat yang langsung dibalas serupa oleh Jokowi.
Keduanya lantas berjabat tangan erat sembari melempar senyum hangat.
Momen berlanjut ketika Jokowi mengacungkan jempol ke arah Presiden Prabowo yang dibalas dengan senyuman oleh suksesornya itu, sebelum Prabowo menyalami mantan Wapres lainnya seperti Boediono, Maruf Amin, dan Jusuf Kalla (JK).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus Pengamat Politik, Adi Prayitno, menilai aksi acungan jempol tersebut memiliki dua makna fundamental dalam konstelasi politik nasional.
Adi Prayitno menjelaskan makna mendasar pertama dari gestur acungan jempol tersebut adalah penegasan komunikasi serta hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo Subianto masih sangat solid dan harmonis.
Hal ini sekaligus menepis spekulasi publik mengenai isu merenggangnya hubungan kedua tokoh pasca-Sidang Kabinet di Istana Negara pada Senin (20/7/2026) lalu, yang sempat disorot akibat posisi duduk Wapres Gibran Rakabuming Raka yang tidak sejajar dengan Presiden.
"Saya kira ada dua hal yang bisa dimaknai terkait dengan acungan jempol yang diberikan oleh Jokowi kepada Prabowo Subianto saat keduanya bertemu dalam sidang tahunan yang digelar oleh MPR, DPR, dan DPD kemarin," ujar Adi Prayitno di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
"Pertama ini semakin menegaskan betapa hubungan politik antara Prabowo Subianto dan Jokowi pastilah baik-baik saja. Tidak seperti yang dispekulasikan oleh publik selama ini bahwa hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo sudah mulai merenggang," sambungnya.
Baca juga: Netizen Cari Lowongan Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram, Pidato Prabowo Jadi Sorotan
Baca juga: Update Gempa M 7,7 NTT: 47 Meninggal, Ratusan Rumah Rusak, 275 Ton Bantuan Dikerahkan
"Apalagi misalnya beberapa waktu yang lalu salah satu indikasinya adalah soal posisi duduk wakil presiden yang tidak sejajar dengan presiden. Itulah yang kemudian memantik satu spekulasi bahwa ada hubungan yang sepertinya mengarah kepada tidak baik-baik saja antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Tapi saat keduanya bertemu kemarin dan Pak Jokowi kemudian mengacungkan jempol kepada Prabowo itu mengindikasikan bahwa keduanya baik-baik saja dan tidak seperti yang dibayangkan oleh publik," rinci Adi.
Selain pertanda kekompakan, Adi menilai gestur tersebut merupakan bentuk apresiasi personal dan politik dari Jokowi terhadap substansi pidato kenegaraan serta capaian kinerja pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap sektor vital rakyat seperti pendidikan, kesehatan, hingga program-program prioritas nasional.
"Nah, yang kedua ini tentu saja sebagai bentuk apresiasi dari Jokowi kepada Prabowo Subianto terkait dengan capaian-capaian kinerja selama ini," urai Adi.
"Termasuk juga mungkin Pak Prabowo Subianto dalam pidato politiknya banyak hal yang disampaikan mulai dari isu pendidikan, kesehatan, termasuk juga soal bagaimana program-program prioritas terus akan dilanjutkan sebagai upaya untuk memberikan keberpihakan kepada rakyat secara signifikan. Dua hal inilah yang kemudian bisa ditafsirkan soal acunan jempol yang diberikan oleh Jokowi kepada Prabowo Subianto. Saya kira di situ," pukasnya.
Jokowi menanggapi posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sidang kabinet di Istana beberapa waktu lalu.
Dalam sidang kabinet, Presiden RI Prabowo Subianto terlihat duduk seorang diri menghadap para jajaran Kabinet Merah Putih.
Sementara Gibran terlihat duduk di barisan kursi yang sejajar dengan para menteri lainnya.
Adapun kursi para menteri membentuk huruf U yang menghadap ke Kepala Negara.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang juga ayah Gibran menanggapi hal tersebut.
Baca juga: Prabowo Ungkap Kinerja Danantara: Hemat Rp50 Triliun hingga Laba BUMN Naik Signifikan
Menurutnya, semua sudah ada aturan yang jelas
"Iya secara kedudukan Wakil Presiden itu secara konstitusional jelas sudah jelas. Dan ada Undang-Undang keprotokolan juga jelas semuanya, ya sudah diikuti saja. Aturannya di situ karena sudah jelas semuanya kok," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Lebih lanjut Jokowi menyebut hubungan antara Prabowo dengan Gibran baik-baik saja usai ramainya warganet perihal posisi duduk Gibran dalam sidang kabinet.
Ya, baik-baik saja enggak ada masalah," katanya lagi.
"Baik-baik saja," lanjutnya.
Baca juga: Saudi Pimpin Aliansi 15 Negara Amankan Laut Merah dari Ancaman Houthi
Baca juga: Bupati BBS Pegang Selang Padamkan Karhutla di Sungai Gelam Muaro Jambi, Sekolah Tetap Masuk
Baca juga: TNI AL dan Tim Gabungan Evakuasi 1.179 Warga Sikka ke Pengungsian Pasca Gempa M 7,7 NTT