Damkarmat Lampung Selatan Edukasi Karyawan Lummay Villa Resort Cegah Kebakaran
taryono August 16, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada 35 karyawan Lummay Villa Resort di kawasan Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni.

Baca juga: Ngaku Jadi Korban Curas di Jati Agung, Remaja Ternyata Gadaikan Motor Rp2 Juta

Kegiatan yang digelar Jumat (14/8/2026) tersebut juga diisi dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bekal bagi karyawan dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan Sefri Masdian mengapresiasi inisiatif manajemen Lummay Villa Resort yang mengundang petugas pemadam kebakaran untuk memberikan pelatihan kepada karyawan.

Menurut Sefri, aspek keselamatan pengunjung perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan destinasi wisata. 

Pengelola tidak hanya dituntut menyediakan fasilitas dan kenyamanan, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

"Saya apresiasi inisiatif manajemen Lummay Villa Resort yang mengundang kami untuk memberikan pelatihan terkait pencegahan kebakaran," kata Sefri.

"Itu artinya, manajemen tidak hanya menyuguhkan panorama keindahan pantai serta infrastruktur yang ada di dalamnya, tetapi juga memikirkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung dari bahaya kebakaran," sambungnya.

Sefri mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata yang aman dan berkelanjutan di Lampung Selatan.

Menurut dia, kemampuan pelaku usaha wisata melakukan penanganan awal dapat memberikan rasa aman kepada pengunjung sekaligus mengurangi risiko kerugian ketika terjadi keadaan darurat.

Dalam kesempatan tersebut, Sefri juga memaparkan data peristiwa kebakaran di Lampung Selatan sepanjang 2026.

Berdasarkan data Damkarmat Lampung Selatan, sejak Januari hingga Kamis (13/8/2026), tercatat 100 peristiwa kebakaran. 

Sebanyak 38 kejadian di antaranya disebabkan korsleting listrik.

Sefri mengingatkan masyarakat maupun pengelola usaha agar tidak menggunakan satu stopkontak secara berlebihan atau menumpuk steker karena dapat menyebabkan beban listrik berlebih dan memicu panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Terlalu banyak perangkat yang dicolokkan membuat arus melebihi kapasitas maksimal stop kontak. Hambatan listrik meningkat dan menghasilkan suhu panas yang membuat komponen plastik steker atau stop kontak dapat meleleh," jelasnya.

Untuk mencegah kebakaran akibat gangguan listrik, Sefri meminta masyarakat menggunakan instalasi listrik sesuai kapasitas, tidak menumpuk steker, serta mencabut peralatan listrik setelah selesai digunakan.

Selain kebakaran akibat listrik, kebakaran lahan juga menjadi perhatian Damkarmat Lampung Selatan, terutama memasuki musim kemarau.

Menurut data Damkarmat, sejak Juli hingga 13 Agustus 2026 tercatat 32 peristiwa kebakaran lahan yang disebabkan pembakaran sampah maupun lahan.

Sefri mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dan potensi angin kencang.

"Upayakan hindari membakar sampah atau lahan. Saat ini sedang musim kemarau yang lebih kering. Sangat berbahaya jika kita bakar sampah atau lahan tanpa adanya pengawasan yang ketat, terlebih jika ada hembusan angin yang kencang," ujarnya.

Sementara itu, General Manager Lummay Villa Resort Kukuh Wibawanto mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan APAR, serta tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh karyawan dapat lebih memahami prosedur keselamatan dan tanggap darurat, sehingga dapat melakukan tindakan awal yang tepat apabila terjadi kebakaran," kata Kukuh.

Ia menegaskan, keselamatan dan kenyamanan tamu menjadi salah satu perhatian manajemen dalam mengelola Lummay Villa Resort.

"Kami berupaya memberikan yang terbaik bagi para tamu. Mereka yang berkunjung ke sini dapat lebih enjoy menikmati liburannya tanpa ada rasa khawatir terhadap situasi darurat. Kami ingin para tamu merasa nyaman dan aman berkunjung ke sini," tegasnya.

Usai penyampaian materi, para karyawan mendapatkan pengetahuan mengenai jenis dan fungsi APAR, tata cara penggunaannya, hingga praktik langsung memadamkan api menggunakan APAR.

Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan karyawan sehingga mampu melakukan penanganan awal secara tepat sebelum api membesar dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.