Jasad Pelajar Hanyut di Batang Arau Ditemukan di Pulau Sinyaru, Masih Berkaos Olahraga SMP Murni
Arif Ramanda Kurnia August 16, 2026 12:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Tim SAR gabungan menemukan sosok jenazah korban dalam operasi pencarian hari ketiga (H3) dengan kondisi meninggal dunia (MD), Minggu (16/8/2026) pagi.

Dantim Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 06.48 WIB dengan briefing dan persiapan tim.

Baca juga: Kebakaran di Payakumbuh, 5 Rumah Warga Terbakar dan Kerugian Ditaksir 500 Juta

Kemudian, pada pukul 07.00 WIB, tim bergerak melakukan pencarian di laut ke arah selatan menggunakan LCR, RIB dan PAL SAR Air.

"Pada pukul 08.00 WIB, tim menemukan sosok korban dalam kondisi meninggal dunia di Pulau Sinyaru pada koordinat 01°04'48" S - 100°16'19"E," kata Riko saat ditemui di Muara Padang.

Pada pukul 08.25 WIB, sosok jenazah telah dimasukkan ke dalam bodybag dan tiba di Dermaga Posko SAR.

Selanjutnya, pukul 08.35 WIB, jenazah yang telah berada di dalam bodybag dibawa ke RSUP M Djamil Padang menggunakan ambulans.

"Bodybag tiba di RS M Djamil pada pukul 08.45 WIB," ujarnya.

Riko menyebutkan, dari ciri-ciri yang ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki.

Wajah korban sedikit sulit dikenali lantaran mengalami pembengkakan. Akan tetapi, korban yang ditemukan mengenakan pakaian olahraga bertuliskan SMP Murni.

 "Kami menduga kuat adalah anak yang hanyut di Sungai Batang Arau, dari ciri-ciri yang ditemukan. Namun lebih pastinya, setelah pengecekan dari RSUP M Djamil nantinya," tegasnya.

Baca juga: Truk Rem Blong Tabrak Toyota Hilux di Kelok 17 Limapuluh Kota, 1 Orang Tewas 3 Luka

Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 08.40 WIB operasi SAR dilakukan briefing dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur operasi SAR gabungan yang terlibat.

Seluruh unsur kemudian kembali ke kesatuan masing-masing. Hasil operasi SAR Muara hari ketiga dinyatakan MD (meninggal dunia).

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat yakni Rescue SAR Padang sebanyak lima orang, Rescue SAR Muara empat orang, Potensi satu orang, Airud enam orang, BPBD Padang enam orang, Satrol dua orang, RRI Padang satu orang sebagai reporter, Brimobda enam orang, KSB 12 orang, TNI empat orang, serta Potensi M Djamil satu orang.

Sementara alat utama yang digunakan yakni satu LCR SAR, satu LCR BPBD Padang, satu LCR Airud, satu RIB SAR dalam kondisi standby on go, satu LCR Brimob dan satu ambulans RSUP M Djamil Padang.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian seorang remaja yang diduga terseret arus Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pencarian memasuki hari kedua, Sabtu (15/8/2026), setelah empat remaja dilaporkan terseret arus saat mandi-mandi di sungai tersebut pada Jumat (14/8/2026) sore.

Dari empat korban, tiga orang berhasil diselamatkan. Sementara satu korban lainnya, yakni Josua Perkasa (15), masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi SAR hari kedua kembali dilaksanakan sejak Sabtu pagi.

"Untuk hari kedua, pencarian kita lanjutkan mulai pukul 07.30 WIB. Kita membagi tim menjadi tiga search and rescue unit (SRU)," kata Abdul Malik.

Abdul Malik menjelaskan, masing-masing SRU memiliki area pencarian yang berbeda untuk memperluas penyisiran terhadap korban.

SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet atau LCR dari lokasi kejadian menuju titik A dengan jarak sekitar satu kilometer.

Selanjutnya, SRU 2 melanjutkan penyisiran menggunakan LCR dari titik A menuju titik B dengan jarak sekitar satu kilometer.

Sementara SRU 3 melakukan pencarian di sisi kiri dan kanan aliran Sungai Batang Arau, mulai dari lokasi kejadian hingga ke arah muara dengan radius pencarian sekitar dua kilometer.

"Jadi kita bagi pencarian, ada yang menggunakan LCR dan ada juga yang melakukan penyisiran di kiri dan kanan sungai sampai ke muara," jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, keempat korban bersama teman-temannya mandi-mandi di Sungai Batang Arau setelah pulang sekolah.

Warga kemudian melihat para korban terseret arus sungai.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Tiga remaja berhasil diselamatkan, sedangkan satu korban lainnya belum ditemukan hingga operasi SAR hari kedua dilanjutkan.

Tiga korban yang berhasil selamat yakni Orlen Ananta Purnama Gulo (12), Rivaldo Laia (13), dan Mai Putra Jaya Zega (13).

Ketiganya merupakan warga Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Sementara korban yang masih dalam pencarian adalah Josua Perkasa, remaja laki-laki berusia 15 tahun yang juga berdomisili di Kecamatan Padang Selatan.

Dalam pencarian hari kedua, tim SAR gabungan masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya kondisi air Sungai Batang Arau yang keruh sehingga menyulitkan proses pencarian di dalam air.

"Kondisinya air sungai keruh, itu menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencarian," ujar Abdul Malik.

Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dengan sejumlah peralatan pendukung, termasuk rescue car double cabin, LCR beserta motor tempel, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi dan peralatan SAR lainnya.

Operasi pencarian korban melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur.

Kantor SAR Padang menurunkan lima personel. Selain itu, terdapat lima personel Polairud Polda Sumbar, delapan personel BPBD Kota Padang, lima personel Damkar Kota Padang dan empat personel PMI. Pencarian juga dibantu sekitar 20 orang masyarakat.

Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, tim terus memperluas area penyisiran untuk menemukan korban yang hingga kini masih berstatus dalam pencarian.

Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 11.30 WIB di lokasi yang diduga menjadi titik awal korban terseret arus, tidak tampak tim gabungan melakukan pencarian secara langsung di sekitar lokasi tersebut.

TribunPadang.com kemudian menelusuri aliran sungai hingga ke kawasan pintu Muaro Padang. Namun, tim yang melakukan pencarian juga tidak tampak di sepanjang lokasi tersebut.

Sementara itu, di bawah Jembatan Siti Nurbaya terlihat sejumlah anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) melakukan pemantauan dan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai.

Seorang warga sekitar bernama Burhan mengatakan, sebelumnya memang sempat terlihat sejumlah tim melakukan pencarian.

"Tadi ada kelihatan beberapa tim pencarian, tapi sepertinya arahnya agak ke tengah laut, jadi mungkin tidak ada lagi kelihatan. Nanti mungkin putar balik lagi ke sini, tunggu saja dulu," katanya.

Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Josua Perkasa.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan. Tim masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.