TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kantor SAR (Basarnas) Padang menyebut sosok mayat diduga korban hanyut saat berenang di Sungai Batau Arau, ditemukan pertama kali oleh nelayan di Pulau Sinyaru, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Minggu (16/8/2026).
Laporan tersebut masuk ke pihaknya, dan langsung menerjunkan tim dengan satu perahu karet ke lokasi.
Baca juga: Tenggelam di Sungai Batang Kuranji, Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal 150 Meter dari Titik Awal
Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan bahwa usai pihaknya menerima laporan, tim langsung mengevakuasi korban.
Saat di lokasi, jasad korban mengambang di lautan dan ditarik ke perahu karet. Setelah itu, petugas memasukan ke kantong jenazah.
"Informasi awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang melakukan siaran langsung di akun media sosial TikTok, tim langsung mengevakuasi korban," ucapnya saat dikonfirmasi di lapangan.
Kata dia, jenazah korban langsung dibawa ke Posko SAR di Muara Padang. Setelah sampai di tempat tujuan, ambulans milik RSUP M Djamil Padang sudah menunggu.
Tak berlangsung lama, jenazah korban langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Jadi dari Pulau Sinyaru, Bungus kita bawa ke Muara Padang atau Posko SAR, satu ambulans sebelumnya sudah menunggu, setelah sampai langsung dibawa ke RSUO M Djamil," tambahnya.
Tim SAR gabungan menemukan sosok jenazah korban dalam operasi pencarian hari ketiga (H3) dengan kondisi meninggal dunia (MD), Minggu (16/8/2026) pagi.
Dantim Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 06.48 WIB dengan briefing dan persiapan tim.
Kemudian, pada pukul 07.00 WIB, tim bergerak melakukan pencarian di laut ke arah selatan menggunakan LCR, RIB dan PAL SAR Air.
"Pada pukul 08.00 WIB, tim menemukan sosok korban dalam kondisi meninggal dunia di Pulau Sinyaru pada koordinat 01°04'48" S - 100°16'19"E," kata Riko saat ditemui di Muara Padang.
Pada pukul 08.25 WIB, sosok jenazah telah dimasukkan ke dalam bodybag dan tiba di Dermaga Posko SAR.
Baca juga: Jasad Pelajar Hanyut di Batang Arau Ditemukan di Pulau Sinyaru, Masih Berkaos Olahraga SMP Murni
Selanjutnya, pukul 08.35 WIB, jenazah yang telah berada di dalam bodybag dibawa ke RSUP M Djamil menggunakan ambulans.
"Bodybag tiba di RSUP M Djamil pada pukul 08.45 WIB," ujarnya.
Riko menyebutkan, dari ciri-ciri yang ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki.
Wajah korban sedikit sulit dikenali lantaran mengalami pembengkakan. Akan tetapi, korban yang ditemukan mengenakan pakaian olahraga bertuliskan SMP Murni.
"Kami menduga kuat adalah anak yang hanyut di Sungai Batang Arau, dari ciri-ciri yang ditemukan. Namun lebih pastinya, setelah pengecekan dari RSUP M Djamil nantinya," tegasnya.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 08.40 WIB operasi SAR dilakukan briefing dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur operasi SAR gabungan yang terlibat.
Seluruh unsur kemudian kembali ke kesatuan masing-masing. Hasil operasi SAR Muara hari ketiga dinyatakan MD (meninggal dunia).
Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat yakni Rescue SAR Padang sebanyak lima orang, Rescue SAR Muara empat orang, Potensi satu orang, Airud enam orang, BPBD Padang enam orang, Satrol dua orang, RRI Padang satu orang sebagai reportr, Brimobda enam orang, KSB 12 orang, TNI empat orang, serta Potensi M Djamil satu orang.
Sementara alat utama yang digunakan yakni satu LCR SAR, satu LCR BPBD Padang, satu LCR Airud, satu RIB SAR dalam kondisi standby on go, satu LCR Brimob dan satu ambulans RSUP M Djamil.