BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah akui pernah terima uang dari Ridwan Kamil, Lisa Mariana kesal merasa ditumbalkan.
Pernah berhadapan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, urusan hukum Lisa Mariana dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil belum sepenuhnya usai.
Lisa kini ikut terbawa-bawa dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang turut menyeret nama Ridwan Kamil.
Ia bahkan sudah sempat diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus tersebut.
Pemicunya, Lisa disebut-sebut pernah menerima aliran dana dari Ridwan Kamil.
Kiini Lisa mengaku terusik dengan kembali maraknya kabar yang mengungkit namanya dalam kasus tersebut.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Lisa memberikan klarifikasi soal dirinya yang bisa terseret dalam kasus dugaan korupsi pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
"Yang diduga kuat korupsi dana iklan di Bank (BUMD) Pak Ridwan Kamil," tulis Lisa sambil menyematkan tanda centang, dikutip Minggu (16/8/2026).
Di momen itu, Lisa tak menampik dirinya memang pernah menerima aliran dana dari mantan suami politisi Atalia Praratya ini.
Bahkan selebgram 26 tahun ini menyebut sejumlah uang itu diberikan oleh Ridwan Kamil saat keduanya masih menjalin sebuah hubungan.
"Saya sudah mengakui, dulu saat masih ada hubungn dengan beliau, memang menerima dananya," aku Lisa.
Meski demikian, Lisa tak tahu-menahu soal asal-usul dana yang diberikan oleh Ridwan Kamil tersebut.
"Tapi tidak tahu, itu uang sumbernya dari mana," tegasnya lagi.
Kini Lisa pun merasa geram saat namanya dikaitkan dalam kasus tersebut. Padahal menurut ibu dua anak ini, ada nama lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.
"Lalu kenapa hanya saya yang jadi tumbal media? Diduga s*lir lainnya kan banyak. Geram deh pengin mengutarakan isi hati ini," urai Lisa.
Pasalnya Lisa Mariana pernah mengalami kenaikan berat badan hingga menyentuh angka 110 kilogram.
Baca juga: Maia Estianty Rekam Detik-detik Jet Tempur Melintas di Atas Rumah, Istri Irwan Mussry Dibuat Takjub
Kini sang selebgram pun telah melakukan sederet perawatan termasuk operasi potong lambung alias bariatrik yang membuatnya sukses menurunkan berat badan hingga ke angka 68 kilogram.
Lewat unggahan itu, Lisa pun turut memberikan sindiran untuk Ridwan Kamil.
"Akang RK jangan gitu dech," pungkasnya.
Lewat unggahan lainnya, Lisa sempat membocorkan kronologi saat dirinya menerima aliran dana dari Ridwan Kamil.
Istri seniman Doris Setiawan ini mengaku, menerima sejumlah uang dari Ridwan Kamil melalui sebuah box saat dirinya terpapar Covid-19.
Lisa juga ikut menyoroti pihak-pihak lain yang diduga terseret dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret nama pria yang pernah menjadi cameo di film Dilan 1990 ini
Tak tanggung-tanggung Lisa pun menyindir sosok tersebut yang diduga mendapatkan aliran dana dengan jumlah fantastis dari Ridwan Kamil.
"Itu yang diduga 400 ember tolong ya diusut," sindirnya.
Di momen itu ibu dua anak ini juga terlihat mengunggah curhatan yang menyinggung soal rezeki.
"Sudah banyak rezeki, hak kami yang kalian makan, kami ikhlas tapi jangan ganggu hidup dan rezeki kita yang sekarang, mau secara langsung atau tipsus (titip kasus)," pungkasnya.
Meski tak menyebut dengan jelas kepada siapa unggahannya itu ditujukan, kuat dugaan sang selebgram murka lantaran namanya kembali disinggung dalam kasus yang menyeret Ridwan Kamil.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan sebuah bank daerah.
Peluang tersebut muncul setelah penyidik menemukan dokumen dan barang bukti yang dinilai mengindikasikan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan temuan itu diperoleh dalam rangkaian penggeledahan, termasuk penyitaan kendaraan dari kediaman Ridwan Kamil dan sebuah bengkel di Bandung.
“Bahwa hasil-hasil penggeledahan ada temuan-temuan dokumen dan barang bukti yang memang itu ada indikasi keterlibatan pihak lain gitu. Artinya, ini juga diketahui peristiwa-peristiwa yang tadi pelanggaran hukum yang terjadi itu juga diketahui pihak lain,” kata Taufik dalam keterangannya, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (11/8/2026).
Dalam rangkaian penyidikan, KPK menyita sepeda motor Royal Enfield dari kediaman Ridwan Kamil.
Penyidik juga menyita mobil Mercedes-Benz Gullwing 300SL dari sebuah bengkel di Bandung.
KPK mensinyalir kendaraan-kendaraan tersebut dibeli menggunakan dana non-budgeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary (sekretariat perusahaan) sebuah bank daerah.
Perusahaan agensi yang mendapat penunjukan langsung dalam pengadaan iklan disebut menyerahkan dana non-budgeter tersebut.
Penyitaan kendaraan tersebut belum dengan sendirinya menentukan status hukum Ridwan Kamil. KPK baru menyatakan membuka peluang memanggilnya sesuai kebutuhan penyidikan.
Taufik meminta semua pihak menunggu pengembangan penyidikan perkara tersebut.
Menurut dia, pemanggilan Ridwan Kamil akan bergantung pada kebutuhan penyidik untuk melengkapi berkas perkara.
“Apakah setelah ini tim penyidik akan memanggil yang bersangkutan, ya, tentunya kita melihat kebutuhan tim penyidik untuk melengkapi berkas-berkasnya. Ketika kita memang memerlukan pengembangan, tentunya nanti kita akan melakukan proses pengembangan di penyidikan yang saat ini sedang berjalan,” ujar Taufik.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah KPK menahan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp223,6 miliar.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)