TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) terus bertransformasi meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna menghadirkan pengalaman perjalanan (customer experience) terbaik bagi pengguna jasa bandara.
Yang terbaru, saat ini pengelola pintu gerbang udara Bali ini tengah menyiapkan kehadiran fasilitas baru berupa Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik.
Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penumpang pesawat udara dalam proses transfer penerbangan dari terminal kedatangan internasional menuju terminal keberangkatan domestik, serta dari terminal kedatangan domestik menuju terminal keberangkatan internasional.
“Dengan bangga kami menghadirkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang tentunya akan semakin meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman pelanggan. Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik ini kami proyeksikan beroperasi pada 17 Agustus esok, serta menjadi kado persembahan bagi seluruh pengguna jasa bandara dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, Minggu 16 Agustus 2026.
Baca juga: Wayan Koster Pimpin Rakor Peningkatan Kualitas Pelayanan bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
Ia menambahkan di tahap awal ini, fasilitas ini dapat diakses oleh penumpang transfer beberapa maskapai tertentu, yang ke depannya ditargetkan akan terus bertambah sehingga akan dapat melayani seluruh penumpang transfer.
“Kami berharap fasilitas ini akan semakin menghadirkan seamless journey, utamanya bagi penumpang transfer untuk rute internasional ke domestik dan sebaliknya,” lanjut Nugroho Jati.
Sebelumnya, transfer antar terminal untuk penumpang domestik dan internasional masih menggunakan alur terminal eksisting, serta belum terintegrasi secara langsung sehingga membutuhkan waktu proses transfer antar terminal yang cenderung membutuhkan waktu lebih panjang.
Untuk rataan durasi proses transfer dari terminal kedatangan internasional ke keberangkatan domestik membutuhkan waktu masing-masing 90 menit untuk transfer penumpang dan 150 menit untuk bagasi, serta dari kedatangan domestik ke keberangkatan internasional memerlukan waktu rataan 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.
“Melalui jembatan penghubung ini, diproyeksikan akan memangkas durasi waktu proses menjadi lebih efisien berkat infrastruktur yang terkoneksi, serta atas dukungan dari maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina. Waktu proses transfer untuk penumpang antar terminal diproyeksikan menjadi kurang lebih 15 menit, serta 45 menit untuk proses bagasi,” ungkap Nugroho Jati.
Menurutnya hal ini akan memberi dampak positif terhadap kenyamanan penumpang, karena durasi waktu proses yang lebih singkat, serta proses transfer antar terminal yang lebih efisien karena penumpang tidak perlu keluar terminal, tidak perlu melakukan check-in ulang, serta tidak perlu keluar masuk antar terminal dengan membawa bagasi.
Saat ini, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tengah dalam proses finalisasi akhir untuk infrastruktur fisik dan interior Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik, penyesuaian signage informasi di terminal, pemenuhan regulasi dan dokumen, serta koordinasi tahap akhir dengan stakeholder terkait.
“Di tengah proses finalisasi tahap akhir ini, kami berupaya untuk seluruh proses akan selesai tepat waktu, sehingga dapat menjadi kado manis persembahan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” demikian kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati.(*)