Inisiatif Bidan Ririn di Tangerang, Gelar Lomba Merangkak Bayi untuk Memeriahkan Kemerdekaan RI
Wawan Perdana August 16, 2026 02:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG–Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tangerang, Banten, diwarnai perlombaan unik.

Bukan hanya lomba khas 17-an seperti balap karung atau makan kerupuk, puluhan bayi juga ikut ambil bagian dalam lomba merangkak.

Lomba tersebut digelar di Perumahan Taman Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Bidan Ririn (33 tahun), pemilik Syaz Kids And Baby Spa.

Berdasarkan video yang diterima TribunBanten.com, sejumlah bayi terlihat mengikuti lomba di lintasan yang telah disiapkan.

Lintasan tersebut dibuat menggunakan matras warna-warni dan sejumlah perlengkapan bermain anak.

Para bayi tampak merangkak dari garis start menuju garis akhir, sementara orang tua berada di sisi lintasan untuk menyemangati dan menarik perhatian anak mereka.

Beberapa orang tua terlihat memanggil anaknya atau menunjukkan benda tertentu agar sang bayi terus bergerak menuju garis akhir.

Suasana perlombaan pun berlangsung meriah. 

Baca juga: Promo HUT ke-81 RI, Tiket Cuma Rp8 Naik KRL Rangkasbitung dan KA Lokal Merak

Sejumlah orang tua dan peserta lainnya terlihat berkumpul di sekitar arena sambil menyaksikan aksi para bayi.

Kepada TribunBanten.com, Ririn menjelaskan alasan di balik digelarnya perlombaan tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan itu dibuat sebagai bagian dari semarak HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi momen bagi orang tua dan anak untuk bermain serta membangun kekompakan.

Menurutnya, terdapat sekitar 25 bayi dengan rentang usia 6 hingga 18 bulan yang mengikuti perlombaan tersebut.

"Kalau merangkak kemarin tuh mungkin ada kali ya, Pak, 25-an kali ya," kata Ririn saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (16/8/2026).

"Para peserta kemudian dibagi dalam beberapa sesi, untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga," sambungnya.

Lebih lanjut Ririn mengungkapkan, bahwa lomba tersebut tidak semata-mata untuk mencari pemenang.

Ia ingin anak-anak mendapatkan pengalaman baru sekaligus melatih keberanian dan keterampilan, serta membangun kekompakan dengan orang tua.

"Kalau saya tuh sebenarnya sih biar anak-anak tuh lebih kayak keberaniannya, menciptakan keberaniannya, keterampilannya, terus kekompakan sama orang tua," ujarnya.

Ia pun mengaku, telah mengadakan lomba serupa sebanyak dua kali, dengan kegiatan pertama digelar pada Januari 2025.

"Cuma karena ini momennya 17-an Agustus, jadi saya kayak yuk kita ngadain, kan belum tentu ada RT yang mengadakan merangkak, gitu kan jarang," katanya.

Selain lomba merangkak, terdapat empat kategori perlombaan lainnya, yakni mewarnai, menyanyi, memindahkan bola, dan baby dance.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari sejumlah wilayah, seperti Maja, Cikupa, Cisoka hingga Tenjo.

Menurut Ririn, sekitar 60 persen peserta merupakan pasiennya, sedangkan peserta lainnya mengetahui kegiatan tersebut melalui media sosial.

"Hampir 60 persen itu memang pasien saya sendiri," ujarnya.

Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp35 ribu untuk setiap kategori.

Biaya tersebut kata dia, salah satunya mencakup bingkisan produk yang diberikan kepada peserta.

Sementara bagi para pemenang lomba merangkak, Ririn menyiapkan piala, suvenir berupa permainan anak atau perlengkapan makan, serta bingkisan.

Ke depan, Ririn berharap kegiatan serupa dapat terus digelar. 

Menurutnya, perlombaan yang melibatkan anak dan orang tua tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga dapat mempererat kekompakan keluarga.

"Semoga setiap orang itu mendukung setiap ada acara itu meliputi orang tua juga, anak sama anak-anak biar makin kompak," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.