SURYA.co.id, Surabaya — Muhammad Davin Surya Pangestu, kapten SMK Semen Gresik, sudah tahu bahwa gelar juara seri Gresik bukan titik akhir. Setelah timnya mengalahkan SMAN 1 Sidayu 4-1 di final GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro pada 18 Juni 2026, ia berkata singkat: "Hasil yang cukup memuaskan, tapi perjalanan anak-anak tidak cukup sampai di sini. Masih banyak event-event selanjutnya."
Kini, perjalanan yang ia maksud punya lagu pengiring. "Putih Abu-Abu Is The Best", anthem resmi Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026, dirilis dan pertama kali diperdengarkan di seri Solo pada Agustus 2026. Lagu ciptaan musisi Bongky Marcel — salah satu pendiri Slank dan BIP — dan RB Danang Purwoko, National Project Manager TPAAF 2026, itu kini menjadi soundtrack bagi seluruh pelajar SMA/SMK yang bersaing di 20 kota tur nasional ini.
Untuk pelajar Jawa Timur, cerita TPAAF 2026 belum selesai. Malang masuk jadwal TPAAF 2026 pada Oktober 2026. Sementara SMK Semen Gresik membawa nama Jatim ke jalur seleksi nasional, pelajar dari kota-kota lain di wilayah ini masih punya kesempatan untuk menyusul.
TPAAF 2026 memulai tur nasionalnya di Gresik. Sebanyak 16 tim SMA/SMK se-Kabupaten Gresik bertarung di GOR WEP pada 12–18 Juni 2026, dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka turnamen secara langsung.
"TPAAF kick off di Gresik menjadi kesempatan menyalurkan bakat dan bertanding dengan sportivitas. Kita buktikan generasi Z bukan generasi mager," ujar Emil Dardak pada upacara pembukaan.
SMK Semen Gresik tampil dominan sejak penyisihan, termasuk menang 7-0 atas SMAN 1 Sidayu di babak grup. Di final, empat gol kemenangan dicetak Davin menit ke-9 dan ke-33, gol bunuh diri lawan Fembri di menit ke-26, dan Farrel di menit ke-38. Satu gol hiburan Sidayu dicetak Fembri menit ke-16.
Pelatih SMK Semen Gresik, Suryanto, menyebut kunci kemenangan bukan pada individu. "Setiap tiga menit, kami ganti. Rotasi pemain kami konsisten dilakukan agar performa pemain stabil. Tidak bisa tim bergantung pada satu-dua pemain," katanya.
Lagu "Putih Abu-Abu Is The Best" lahir dari pertemuan Bongky dengan RB Danang Purwoko dalam sebuah kegiatan bersama. Proses rekaman hingga mastering dilakukan di Yogyakarta — kota yang juga menjadi lokasi Grand Final nasional TPAAF 2026.
"Ini event besar, skalanya nasional. Saya ingin ikut mendukung melalui sebuah lagu yang bisa menjadi penyemangat, menjadi identitas, sekaligus menjadi milik seluruh pelajar Indonesia," kata Bongky.
Refrain lagu disusun agar mudah diteriakkan bersama: "Sekolahku is the best… kita datang, kita gas, kita menang." Bongky memilih struktur yang langsung menancap setelah satu atau dua kali dengar — dirancang untuk tribun, bukan panggung konser.
Setelah Gresik, tur TPAAF berlanjut ke kota-kota lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali–Nusa Tenggara, dan Papua. Malang menjadi representasi Jatim berikutnya dalam tur ini, dijadwalkan bergulir pada Oktober 2026.
Jalur kompetisi berjenjang: pemenang seri kota masuk seleksi All-Star tingkat kota, dilanjutkan ke Dream Team tingkat provinsi, kemudian Grand Final nasional di Yogyakarta. Talenta terbaik hasil seleksi nasional dijadwalkan mengikuti Europe Training Camp di Spanyol dan Portugal pada April 2027, termasuk laga uji coba melawan tim junior klub Eropa.
Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menyebut kompetisi yang melibatkan sekitar 700 tim dari 20 kota ini sejalan dengan program jangka panjang federasi. "FFI mendukung setiap inisiatif yang membuka akses bagi pelajar untuk berkompetisi secara terstruktur dan profesional," ujarnya.
Lagu "Putih Abu-Abu Is The Best" sudah tersedia di platform musik digital dan akan diputar di setiap venue TPAAF 2026 — dari Malang hingga Grand Final.