SURYA.CO.ID, JOMBANG – Gelora semangat menjelang ajang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mulai terpancar kuat dari bumi Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyerukan pesan mendalam agar seluruh warga Nahdliyin tidak pernah sekali pun mengikis ingatan atas jasa besar KH Abdul Wahab Chasbullah.
Pesan penuh makna itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri Istighotsah dan Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah Pendiri NU Penggerak NKRI di Auditorium Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, Gus Yahya Hadiri Bedah Buku Mbah Wahab di Tambakberas
Gus Yahya menegaskan bahwa sosok Mbah Wahab merupakan tokoh visioner yang piawai membaca tanda-tanda zaman.
Pemikiran ulama kharismatik tersebut dinilai tak cuma berfokus merawat tradisi, namun juga piawai memetakan strategi masa depan umat.
Langkah perjuangan Mbah Wahab sendiri sejatinya telah tertempa sejak beliau menimba ilmu di Makkah pada era Perang Dunia I.
Sepulang ke tanah air, Mbah Wahab meletakkan batu pertama perjuangan lewat wadah Nahdlatul Wathan pada tahun 1916.
Gerakan tersebut kian kokoh saat beliau mendirikan organisasi Nahdlatut Tujjar sebagai motor penggerak ekonomi warga pada 1918.
Di tahun yang sama, forum diskusi Tashwirul Afkar dibentuk demi mengasah gagasan kritikal para kiai dan pemuda santri.
Rangkaian tiga pilar gerakan inilah yang akhirnya menjadi muara dari peristiwa bersejarah lahirnya Nahdlatul Ulama di tahun 1926.
Baca juga: Muktamar NU ke-35 di Jombang, Hidupkan Kembali Tradisi Manuskrip Pesantren
Meski sarat dengan paparan sejarah yang berbobot, suasana kegiatan malam itu tetap berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Gus Yahya berulang kali melontarkan humor segar yang disambut gelak tawa riuh dari para tamu undangan.
Kehadiran para dzuriyah pesantren besar dan jajaran tokoh penting kian menambah kekhidmatan acara tersebut.
Momen hangat itu kemudian dipungkasi dengan penyerahan penghargaan khusus bagi keluarga para tokoh pendiri NU.
Baca juga: JASNU Jombang Gelar Gebyar Shalawat, Doakan Muktamar NU di Tambakberas Berjalan Lancar
Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU kali ini dinilai memiliki arti historis yang amat mendalam bagi perjalanan organisasi.
Agenda besar ini bertepatan langsung dengan usia satu abad NU berdasarkan perhitungan penanggalan Masehi.
Pemilihan lokasi di Tambakberas seolah mengembalikan ingatan publik ke kampung halaman sang ulama besar pendiri NU.
Gus Yahya pun mewanti-wanti para peserta agar tidak sekadar datang untuk bersidang, namun juga menyerap spiritualitas perjuangan Mbah Wahab.