TRIBUNPALU.COM - Nama Lisa Mariana kembali menjadi sorotan usai dirinya terseret dalam penyidikan kasus Dugaan Korupsi BUMD yang melibatkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Merasa dipojokkan oleh opini publik, Lisa Mariana akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya mengenai duduk perkara sebenarnya.
Dalam pernyataan tertulisnya, perempuan berusia 26 tahun ini membenarkan bahwa ia memang pernah menerima sejumlah uang dari Ridwan Kamil di masa lalu.
Namun, ia menekankan bahwa pemberian uang tersebut terjadi saat keduanya masih menjalin hubungan asmara, sehingga ia tidak mencurigai asal-usul sumber dana tersebut.
"Saya sudah mengakui, dulu saat masih ada hubungan dengan beliau, memang menerima dananya," ungkap Lisa dikutip Minggu (16/8/2026).
Ibu dari dua anak ini mengaku sama sekali tidak tahu-menahu jika uang yang diberikan kepadanya diduga berkaitan dengan dana iklan Bank BUMD Jawa Barat.
"Tapi tidak tahu, itu uang sumbernya dari mana," tegas selebgram yang juga dikenal sebagai sahabat DJ Dinar Candy tersebut.
"Lalu kenapa hanya saya yang jadi tumbal media? Diduga selir lainnya kan banyak. Geram deh pengin mengutarakan isi hati ini," lanjut Lisa.
Baca juga: Momentum HUT ke-81 RI, Safri: Jangan Hanya Investasi yang Merdeka, Rakyat Sulteng Harus Sejahtera
Ia merasa dirugikan karena media terus menggunakan foto-foto lamanya saat masih memiliki berat badan hingga mencapai 110 kilogram.
Padahal, Lisa saat ini telah menjalani serangkaian perawatan medis dan prosedur operasi bariatrik (potong lambung) demi mengubah pola hidup serta penampilannya.
Prosedur medis tersebut sukses menurunkan berat badannya secara drastis hingga mencapai angka ideal 68 kilogram.
Lisa merasa narasi media yang menyudutkan ditambah penggunaan foto masa lalunya sangat merugikan nama baik serta perjuangan transformasi fisiknya.
Di akhir tanggapannya, Lisa menutup klarifikasi tersebut dengan melemparkan sindiran tajam yang ditujukan langsung kepada mantan Wali Kota Bandung itu.
"Akang RK jangan gitu dech," tulis Lisa singkat mengakhiri unggahan klarifikasinya di media sosial.
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Senin 17 Agustus 2026, Scorpio Awas Bentrok dengan Atasan
Lewat unggahan lainnya, Lisa sempat membocorkan kronologi saat dirinya menerima aliran dana dari Ridwan Kamil.
Istri seniman Doris Setiawan ini mengaku, menerima sejumlah uang dari Ridwan Kamil melalui sebuah box saat dirinya terpapar Covid-19.
Lisa juga ikut menyoroti pihak-pihak lain yang diduga terseret dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret nama pria yang pernah menjadi cameo di film Dilan 1990 ini
Tak tanggung-tanggung Lisa pun menyindir sosok tersebut yang diduga mendapatkan aliran dana dengan jumlah fantastis dari Ridwan Kamil.
"Itu yang diduga 400 ember tolong ya diusut," sindirnya.
Di momen itu ibu dua anak ini juga terlihat mengunggah curhatan yang menyinggung soal rezeki.
"Sudah banyak rezeki, hak kami yang kalian makan, kami ikhlas tapi jangan ganggu hidup dan rezeki kita yang sekarang, mau secara langsung atau tipsus (titip kasus)," pungkasnya.
Meski tak menyebut dengan jelas kepada siapa unggahannya itu ditujukan, kuat dugaan sang selebgram murka lantaran namanya kembali disinggung dalam kasus yang menyeret Ridwan Kamil.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan sebuah bank daerah.
Peluang tersebut muncul setelah penyidik menemukan dokumen dan barang bukti yang dinilai mengindikasikan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan temuan itu diperoleh dalam rangkaian penggeledahan, termasuk penyitaan kendaraan dari kediaman Ridwan Kamil dan sebuah bengkel di Bandung.
“Bahwa hasil-hasil penggeledahan ada temuan-temuan dokumen dan barang bukti yang memang itu ada indikasi keterlibatan pihak lain gitu. Artinya, ini juga diketahui peristiwa-peristiwa yang tadi pelanggaran hukum yang terjadi itu juga diketahui pihak lain,” kata Taufik dalam keterangannya, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (11/8/2026).
Baca juga: Momentum HUT ke-81 RI, Safri: Jangan Hanya Investasi yang Merdeka, Rakyat Sulteng Harus Sejahtera
Dalam rangkaian penyidikan, KPK menyita sepeda motor Royal Enfield dari kediaman Ridwan Kamil.
Penyidik juga menyita mobil Mercedes-Benz Gullwing 300SL dari sebuah bengkel di Bandung.
KPK mensinyalir kendaraan-kendaraan tersebut dibeli menggunakan dana non-budgeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary (sekretariat perusahaan) sebuah bank daerah.
Perusahaan agensi yang mendapat penunjukan langsung dalam pengadaan iklan disebut menyerahkan dana non-budgeter tersebut.
Penyitaan kendaraan tersebut belum dengan sendirinya menentukan status hukum Ridwan Kamil. KPK baru menyatakan membuka peluang memanggilnya sesuai kebutuhan penyidikan.
Taufik meminta semua pihak menunggu pengembangan penyidikan perkara tersebut.
Menurut dia, pemanggilan Ridwan Kamil akan bergantung pada kebutuhan penyidik untuk melengkapi berkas perkara.
“Apakah setelah ini tim penyidik akan memanggil yang bersangkutan, ya, tentunya kita melihat kebutuhan tim penyidik untuk melengkapi berkas-berkasnya. Ketika kita memang memerlukan pengembangan, tentunya nanti kita akan melakukan proses pengembangan di penyidikan yang saat ini sedang berjalan,” ujar Taufik.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah KPK menahan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp223,6 miliar.
(Tribunnews.com)