Ternyata Ini Pekerjaan Asli Susanah Pengupas Bawang Viral Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu
Rusaidah August 16, 2026 03:22 PM

 

POSBELITUNG.CO – Sosok Susanah mendadak ramai diperbincangkan setelah viral disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyebut Susanah adalah seorang buruh harian pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Kini nama Susanah pun viral di media sosial.

Susanah juga merupakan penerima bantuan sosial (bansos) yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Baca juga: Mudah dan Cepat Pakai NIK KTP, Cara Cek Desil 1-10 Apakah Dapat Bansos atau Tidak Lewat Link Resmi

Kedua bansos itu membantu keluarga serta pendidikan anak-anak Susanah.

"Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo, Jumat, dikutip dari YouTube TV Parlemen.

"Program Keluarga Harapan dan Program Sembako menjaga pendidikan anak-anaknya," imbuhnya.

Lantas seperti apa sosok Susanah?

Sosok Susanah

Setelah namana disebut oleh Prabowo sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp 700 ribu per kg, sosok Susanah lantas 'diburu.'

Banyak warganet yang membandingkan upah mereka dengan upah Susanah seperti yang dikatakan Prabowo.

Hingga akhirnya, terkuak sosok pekerjaan asli Susanah sebagaimana yang tertulis di situs resmi milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Baca juga: Siap-siap Jadwal 2 Long Weekend Agustus 2026, Ini Libur HUT RI Sesuai SKB 3 Menteri

Dalam wawancara dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang dikutip Jumat, 14 Agustus 2026, Susanah adalah seorang ibu tiga anak yang berasal dari Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Usianya kini 38 tahun dan pendidikan terakhirnya hanya sampai SD. Susanah belum sempat mengenyam pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Namun, ketiga anaknya berhasil menempuh pendidikan lebih tinggi. Anak pertama telah lulus SMA, anak kedua masih duduk di bangku SMP, sedangkan si bungsu masih SD.

Profesi Asli: Menjalani Dua Pekerjaan 

Di pagi hari, ia bekerja sebagai penjahit kain majun alias kain perca menjadi lap pembersih.

Dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan upah sebesar Rp700 untuk setiap kilogram kain yang dijahit. 

Dalam sehari, ia mampu mengerjakan 20 kg kain.

Sehingga upah yang didapat Susanah setiap hari, mencapai Rp14 ribu. 

Baca juga: Catat! Desil 9-10 Akan Dilarang Beli Pertalite, Berlaku Bertahap, Siapa Saja Masuk Kriterianya?

Namun pendapatan ini bisa berbeda saat hari libur, di mana Susanah yang menjahit kain majun bersama ibu-ibu lainnya bisa menjahit hingga 50 kg.

"Jam 7 (pagi) menjahit sampai siang," kata Susanah dalam wawancara tersebut.

Bekerja di Dapur MBG

Tak berhenti sampai di situ, pada siang hari sekira pukul 13.00 WIB, Susanah sudah berpindah tempat bekerja.

Ia segera ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bertugas sebagai pencuci ompreng.

Pekerjaan itu dilakoninya setiap hari demi mendapatkan tambahan penghasilan.

20260816 SUSANAH 5
PENGUPAS BAWANG - Susanah, pengupas bawang yang disebut diupah Rp 700 ribu per kilo oleh Presiden Prabowo. Kini Istana menelusurinya. Foto kanan: ilustrasi bawang merah. (Komdigi/Tribunnews.com)

Sementara itu, suami Susanah yaitu Didim juga bekerja sebagai buruh bangunan. Hanya saja, penghasilannya tidak menentu karena pekerjaan tidak selalu tersedia.

Bahkan ada masa di mana Didim tidak mendapatkan pekerjaan selama 2 hingga 3 minggu.

Prioritaskan Pendidikan Anak

Di tengah keterbatasan keluarga tersebut, Susanah dan Didim tetap menempatkan pendidikan ketiga anak mereka sebagai prioritas utama.

Susanah mengaku, tak ingin pengalaman putus sekolah yang dialaminya terulang pada  anak-anaknya.

Baca juga: Terungkap Pesan Terakhir Putri Juficha Miss Earth Indonesia 2025 Sebelum Meninggal Dunia

Ia juga rela berutang demi kebutuhan pendidikan anak-anaknya terpenuhi.

Beruntungnya, mereka termasuk sebagai penerima bansos PKH dan Bansos Pangan Non Tunai (BPNT) alias bansos.

Sementara anak-anaknya juga terdaftar sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). 

Susanah mengaku, bansos PKH membantu menopang ekonomi keluarga. Sementara kehadiran program MBG turut memberinya kesempatan untuk memperoleh pekerjaan tambahan.

Dia mimpi punya usaha sendiri agar tidak terus bergantung pada pekerjaan milik orang lain.

"Kalau ekonomi membaik ya penginnya punya usaha sendiri, enggak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan gunting saja punya bos," katanya.

Istana Verifikasi 

Sementara itu, pihak Istana turut merespons perbincangan di media sosial mengenai pernyataan Presiden tentang upah Susanah yang mencapai Rp700 ribu per kilogram.

Baca juga: Biodata Letkol Nav Maruli Tua Sinambela, AAU 2007 Resmi Jabat Danlanud H AS Hanandjoeddin

Pasalnya, penggalan video itu kemudian banyak diedit oleh masyarakat lalu dibagikan ke medsos dan dikomentari ribuan warganet. 

Video tersebut mempertanyakan apakah nominal tersebut merupakan fakta di lapangan atau sebatas kesalahan penyebutan data.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi menyatakan pihaknya akan memverifikasi kebenaran data tersebut. 

Sebaliknya, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan teknis secara rinci.

"Nanti kita cek ya," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah, kata Prasetyo, berjanji akan menelusuri kembali angka pasti yang dibacakan dalam pidato tersebut.

"Kalau detailnya kita cek," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Igman Ibrahim) (Surya.co.id/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.