Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Suasana duka menyelimuti rumah orangtua Heru Santoso (24), warga Kampung Sembung, RT 03, RW 02, Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, setelah kabar Heru tewas tenggelam di sungai di Jepang.
Rumah orang tua Heru yang berbentuk tradisional limasan kini telah dipasangi tenda di bagian halaman dan depan rumah, Minggu (16/8/2026).
Tenda tersebut disiapkan di tengah penantian keluarga terhadap proses pemulangan jenazah Heru dari Jepang.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi, tenda dengan penyangga besi berwarna hijau dan atap seng telah terpasang di sekitar rumah duka.
Baca juga: Sosok Heru Santoso, TKI Karanganyar yang Tewas di Jepang, Ternyata Magang di Bagian Pertukangan Kayu
Rumah tersebut merupakan bangunan tradisional model limasan dengan dinding berwarna krem. Bagian bawah rumah dihiasi aksen abu-abu pada penyangganya.
Pintu dan jendela rumah menggunakan material kayu berwarna cokelat. Sementara itu, bagian teras dilapisi ubin berwarna cokelat dan atap rumah menggunakan genteng tanah liat.
Halaman rumah orangtua Heru juga telah dicor menggunakan semen. Di bagian depan terdapat gapura atau pilar batu candi dekoratif bernuansa tradisional yang menjadi bagian dari area teras.
Pelataran rumah dibatasi pagar tembok rendah berpola baluster berwarna hijau-putih yang memisahkan halaman dengan jalan di depan rumah.
Pepohonan rindang dan sejumlah vegetasi hijau juga terlihat tumbuh di sisi kiri serta bagian depan rumah.
Heru Santoso merupakan peserta program magang kerja di Jepang yang telah hampir tiga tahun berada di Negeri Sakura. Ia bekerja di bidang pertukangan kayu melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hiro Karanganyar.
Heru tercatat bekerja di Highness Co. Ltd., perusahaan yang beralamat di Nakano 5-3-24, Nakano-ku, Tokyo.
Baca juga: Jenazah TKI Karanganyar yang Tewas Tenggelam Masih di Jepang, Autopsi Dijadwalkan 19 Agustus
Namun, sebelum sempat kembali ke tanah air, Heru meninggal dunia setelah tenggelam saat rekreasi di salah satu sungai di Jepang pada Kamis (13/8/2026) siang waktu setempat.
Saat wartawan TribunSolo.com mencoba menemui orangtua Heru di rumah duka, keluarga belum bersedia memberikan tanggapan mengenai kejadian tersebut.
Pihak keluarga disebut masih dalam kondisi syok berat setelah menerima kabar mengenai kematian Heru di Jepang.
Sementara itu, proses pemulangan jenazah Heru masih menunggu sejumlah prosedur di Jepang, termasuk pemeriksaan dan autopsi oleh otoritas setempat.