Sosok Leli Kadri, Warga Suro Muncar Kepahiang yang Tewas Tenggelam di Sungai Musi: Petani Sukses
Ricky Jenihansen August 16, 2026 05:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang petani asal Desa Suro Muncar, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Musi, Desa Suro Baru, Kecamatan Ujan Mas, Sabtu (15/8/2026).

Korban diketahui bernama Leli Kadri (56).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rekannya, Zainal Abidin (58), pergi mencari ikan di aliran Sungai Musi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama Zainal berangkat mencari ikan sekitar pukul 10.30 WIB.

Setibanya di lokasi, keduanya kemudian berpencar untuk mencari ikan di sekitar aliran sungai.

Sebelum korban menyeberangi sungai, Zainal sempat mengingatkan agar korban tidak menyeberang karena kondisi aliran Sungai Musi cukup dalam dan berarus.

Namun, korban tetap memilih menyeberangi sungai.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Zainal sudah kehilangan jejak korban.

Ia kemudian bersama warga berupaya melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Musi.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan tubuhnya mengapung di aliran sungai.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Ujan Mas Iptu Ali Ardani membenarkan kejadian di wilayah hukumnya tersebut.

"Iya benar, jenazah sudah dievakuasi dan dikembalikan ke rumah duka," ucap Iptu Ali Ardani, Minggu (16/8/2026).

Korban saat itu pergi mencari ikan bersama rekannya, Zainal Abidin (58), warga Desa Suro Baru.

Keduanya memang telah lama berencana untuk mencari ikan bersama di Sungai Musi.

Zainal menuturkan, mereka berangkat menuju Sungai Musi sekitar pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, keduanya mulai mencari ikan dengan cara menangguk di bagian sungai yang masih dangkal.

"Awalnya kami sudah lama janji mau tangguk ikan bersama, jadi saya sama almarhum berangkat ke Sungai Musi pada hari Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB," ucap Zainal pada Minggu (16/8/2026).

Zainal mengungkapkan bahwa mereka sempat mendapat empat ekor ikan saat menangguk di tempat yang dangkal.

"Sampai di lokasi kami mulai menangguk ikan di tempat yang agak dangkal, dapat ikan empat ekor," jelas Zainal.

Setelah berpindah lokasi sekitar 200 meter, kondisi sungai mulai semakin dalam sehingga keduanya harus berenang ke lokasi dangkal yang masih memungkinkan digunakan untuk menangkap ikan.

"Saat mulai bergerak ternyata sungai mulai dalam dan kami tak kunjung dapat ikan lagi karena sibuk berenang terus sekitar 200 meter," ujar Zainal.

Karena mulai kelelahan berenang, Zainal kemudian mengajak Leli untuk menghentikan aktivitas dan pulang ke rumah.

"Aku bilang daripada seperti ini, enak kita pulang saja, karena percuma kalau air sungai dalam kita tidak bisa menangguk ikan," ungkap Zainal.

Namun, ajakan tersebut beberapa kali ditolak korban yang justru mengajak Zainal mencari lokasi sungai lainnya.

"Sungai itu dalamnya bisa sekitar 4 meter. Saya ajak pulang lagi dia masih belum mau sehingga berenang lagi sekitar 200 meter," jelas Zainal.

Kemudian Leli kembali mengajak Zainal menyeberangi sungai.

Namun, Zainal menolak karena menilai kondisi air terlalu dalam dan berbahaya.

"Almarhum mengajak nyebrang tapi saya tidak mau karena bahaya, airnya tenang dan sudah terlalu dalam. Dia coba berenang tetapi tidak sanggup jadi balik lagi ke pinggir, dan mengajak ke Sungai Air Lanang," katanya.

Zainal kembali mengingatkan korban untuk tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi sungai yang dalam.

"Aku bilang tidak sanggup ikut, balik saja kita ini lah bahaya dalam. Tapi dia masih berenang sambil menanggung ikan, jadi aku pamit memutuskan untuk pulang ke rumah," ungkap Zainal.

Zainal mengatakan, ia dan Leli terakhir berpisah sekitar pukul 14.40 WIB.

Setelah kembali ke rumah dan makan, Zainal kembali menuju lokasi untuk mencari keberadaan korban.

"Berpisah sekitar 14.40 WIB aku balik makan, terus aku guyur lagi ke lokasi mencari almarhum sekitar 15.30 WIB tetapi tidak ketemu," tutur Zainal.

Karena korban tak kunjung ditemukan, Zainal kemudian mendatangi rumah Leli untuk memastikan korban sudah pulang.

Namun, istri korban mengatakan Leli belum kembali ke rumah.

"Saya ke rumahnya nanya ke istrinya ternyata belum pulang, jadi ramai lah kami mencarinya," jelas Zainal.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 19.00 WIB.

Leli ditemukan di sekitar lokasi terakhir keduanya berpisah.

"Ketemu sekitar jam 19.00 WIB di tempat kami terakhir berpisah dan sudah meninggal dunia," pungkas Zainal.

Sosok Leli di Mata Orang Terdekat

Leli Kadri (56), warga Desa Suro Muncar, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, ditemukan tewas tenggelam pada Sabtu (15/8/2026).

Leli meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Musi, Desa Suro Baru, saat mencari ikan bersama rekannya, Zainal Abidin (58).

Di mata orang-orang terdekat, Leli dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan memiliki banyak teman.

Zainal Abidin yang merupakan teman dekat korban sejak kecil mengatakan, hubungan keduanya selama ini sangat dekat dan hampir tidak pernah terlibat perselisihan.

"Iya memang kami kawan dekat dari kecil, jarang nian kami beribut," ucap Zainal.

Menurut Zainal, Leli juga dikenal luas di lingkungan masyarakat karena sifatnya yang baik dan mudah bergaul.

"Semasa hidupnya dia bermasyarakat, kawannya banyak karena memang orangnya baik," jelas Zainal.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Suro Muncar, Hasan Suri, yang mengaku sudah mengenal Leli sejak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Menurut Hasan, selama hidupnya Leli merupakan sosok yang tidak banyak memiliki persoalan dengan orang lain dan dikenal memiliki sikap netral dalam kehidupan bermasyarakat.

"Almarhum ini saya kenal dari SD, orangnya ini tidak banyak permasalahan itu ini, bahkan orang yang memang dianggap 10 betul dan bersikap netral," ucap Hasan.

Selain dikenal baik dalam pergaulan, Leli juga merupakan seorang petani yang dinilai cukup sukses.

Hasan mengatakan, Leli meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan tiga cucu.

"Pekerjaan beliau ini sebagai petani yang tergolong sukses, sepeninggalannya beliau memiliki satu istri, tiga anak dan tiga cucunya," ungkap Hasan.

Di tengah kesibukannya sebagai petani, Leli juga disebut selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.

Baik ketika ada warga yang tertimpa musibah maupun saat masyarakat menggelar hajatan, Leli dikenal aktif hadir dan berbaur bersama warga.

"Saat ada kegiatan sosial di masyarakat seperti musibah maupun hajatan beliau hadir dan bisa membagi waktunya," jelas Hasan.

 

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.