BANGKAPOS.COM,BANGKA- Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjung Pinang masih terus melakukan pencarian, terhadap empat anak buah kapal (ABK) asal Belitung, Minggu (16/8/2026).
Sebelumnya diketahui empat warga Belitung yang merupakan ABK Kapal nelayan KM Putra Buluh mengalami laka laut, usai ditabrak kapal kargo di sekitar perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (8/8/2026) lalu.
"Untuk operasi tersebut, masih terus dilaksanakan dan hari ini sudah memasuki hari ke tujuh. Selanjutnya kami masih menunggu hasil perkembangan, bila mana tidak ada ditemukan korban atau tanda-tanda korban maka operasi direncanakan akan dihentikan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjung Pinang Fazzli saat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Fazzli mengatakan untuk luas pencarian dan area yang dikordinasikan untuk broadcast dan mapel berkisar 1900 Nm2 di perairan utara Pengikik - Tambelan - Selatan Anambas.
"Namun kami tetap akan terus melakukan komunikasi dengan seluruh unsur di perairan tambelan - anambas - pontianak, bila kemudian hari ditemukan adanya tanda korban atau informasi maka operasi SAR akan dibuka kembali," ungkapnya.
Sebelumnya kapal KM Putra Buluh dengan lima orang awak kapal yang berangkat dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.00 wib dengan tujuannya perairan sekitar Pulau Pengikik untuk melaksanakan aktivitas memancing.
Kemudian selama beberapa hari sampai dengan 8 Agustus kapal berada di lokasi, lalu diperoleh informasi juga bahwa kapal ini ditabrak oleh sebuah kapal kargo yang berlayar menuju Kalimantan.
"Informasi tertabrak ini diperoleh dari Hairul salah satu awak yang ikut melakukan pemancingan di perairan Pengikik yang berhasil diselamatkan, oleh kapal yang melintas dan saudara Hairul ini selamat dengan bantuan alat apung yang ada di kapal nelayan," bebernya.
Lebih lanjut untuk korban yang masih dalam pencarian saat ini, berjumlah empat orang yang masih belum ditemukan.
Berdasarkan informasi tersebut kantor SAR Tanjungpinang melakukan pencarian dengan koordinasi kepada instansi dan stakeholder terkait seperti KSOP, dan himpunan nelayan yang ada di Kepulauan Riau.
"Kita juga berkoordinasi dengan kantor SAR Pangkalpinang serta kantor SAR Pontianak, mengingat lokasi kejadian itu dekat dengan Pontianak ataupun Belitung," tuturnya.
Kini pihaknya pun telah melakukan pemapelan kemudian drop case, kepada kapal-kapal yang melintas di perairan sekitar Pulau Tambelang.
"Sampai saat ini pencarian masih terus kita lakukan, dan kita berharap empat orang asal Belitung ini bisa segera kita temukan,"ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).