Sosok Susanah, Disebut Prabowo Pengupas Bawang dengan Gaji Rp 700 Ribu, Ini Pekerjaan Aslinya
Christoper Desmawangga August 16, 2026 06:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Susanah viral usai setelah Presiden Prabowo Subianto, menyebut namanya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyebut Susanah sebagai seorang buruh harian pengupas bawang dengan nominal upah Rp700.000 per kilogram.

Prabowo turut menyampaikan bahwa Susanah merupakan penerima manfaat dari berbagai program bantuan sosial (bansos), seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, yang menopang ekonomi keluarga serta pendidikan anak-anaknya.

Baca juga: Inilah Profesi Asli Susanah yang Disebut Prabowo sebagai Pengupas Bawang Berupah Rp700 Ribu per Kg

"Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo, Jumat, dikutip dari YouTube TV Parlemen.

"Program Keluarga Harapan dan Program Sembako menjaga pendidikan anak-anaknya," imbuhnya.

Sorotan warganet yang membandingkan besaran upah tersebut lantas membuat profil asli Susanah terkuak melalui publikasi resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Berdasarkan wawancara Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) tertanggal 14 Agustus 2026, Susanah (38) merupakan ibu tiga anak asal Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Dua Makna Acungan Jempol Jokowi ke Prabowo di Sidang MPR Versi Pengamat, Tepis Isu Keretakan?

Berpendidikan terakhir SD, ia berhasil membiayai anak pertamanya hingga lulus SMA, anak kedua di jenjang SMP, dan si bungsu di tingkat SD.

Mengenai pekerjaan sehari-hari, Susanah melakoni dua profesi sekaligus.

Pada pagi hari, ia bekerja menjahit kain majun (perca) menjadi lap pembersih dengan upah Rp700 per kilogram, bukan Rp700.000.

Dalam sehari, ia rata-rata mengolah 20 kg kain dengan pendapatan Rp14.000, yang bisa meningkat hingga 50 kg pada hari libur.

Baca juga: Prabowo Ingin Datangkan Dokter Asing, IDI Tekankan Transfer Pengetahuan Bukan Gantikan SDM Indonesia

"Jam 7 (pagi) menjahit sampai siang," kata Susanah dalam wawancara tersebut.

Selepas menjahit, pada pukul 13.00 WIB Susanah beralih menjadi petugas pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mencari penghasilan tambahan.

Sementara sang suami, Didim, bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kehidupan ekonomi keluarga tersebut dibantu oleh bansos PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anaknya.

Baca juga: Dua Kali Prabowo tak Singgung IKN dalam Pidato RAPBN, Basuki Ungkap Tambahan Anggaran Rp27 Triliun

Susanah pun memendam impian untuk dapat merintis usaha mandiri suatu saat nanti.

"Kalau ekonomi membaik ya penginnya punya usaha sendiri, enggak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan gunting saja punya bos," katanya.

Menanggapi polemik angka upah yang dibacakan dalam pidato Presiden, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pihak Istana bakal melakukan penelusuran dan verifikasi data lebih lanjut.

Baca juga: IKN di Kaltim tak Disebut dalam Program Prioritas Prabowo, Reaksi Kepala OIKN Basuki Hadimuljono

"Nanti kita cek ya," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah berjanji akan memeriksa ulang rincian data sebelum memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

"Kalau detailnya kita cek," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.