Antrean Pertalite di SPBU Gunung Guntur Balikpapan Menggular, Imbas Migrasi Pengguna Pertamax
Nur Pratama August 16, 2026 06:10 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Antrean kendaraan untuk mendapatkan di sejumlah SPBU Balikpapan terlihat semakin panjang dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di  SPBU Gunung Guntur.

Pengawas SPBU Gunung Guntur, Muhammad Rifky, mengatakan, kondisi tersebut terjadi di tengah peralihan sebagian pengguna pertamax yang kini menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau pertalite.

Sehingga, menurutnya, panjangnya antrean bukan disebabkan keterbatasan fasilitas pengisian. Sebab, seluruh nozzle yang tersedia di SPBU tersebut telah dioptimalkan untuk melayani kendaraan.

Baca juga: Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Dibuka Penuh 24 Agustus, Akses ke Bandara Kembali Normal

Sehingga, migrasi pengguna pertamax menjadi pertalite menjadi faktor utama yang membuat antrean kendaraan mengular.

"Saya rasa salah satunya yang paling utama migrasinya orang dari pertamax ke pertalite," jelasnya, Minggu (16/8/2026).

Ia membeberkan, perbedaan harga antara pertamax dan pertalite membuat masyarakat cenderung memilih BBM bersubsidi. 

Bahkan, kata Rifky, kendaraan yang sebelumnya belum memiliki barcode turut didaftarkan agar pemiliknya dapat membeli Pertalite.

"Karena memang disparitasnya yang cukup jauh. Itu sih sebenarnya yang jadi utama," ujarnya.

Rifky mengatakan, kondisi ini bahkan terlihat di sejumlah SPBU. Menurutnya, SPBU yang menyediakan pertalite cenderung menjadi titik dengan antrean kendaraan lebih panjang.

Selain itu, keberadaan sejumlah SPBU baru juga ikut mempengaruhi distribusi konsumen. 

Beberapa SPBU baru di kawasan Kariangau dan lokasi lainnya belum mendapatkan kuota pertalite bersubsidi. Akibatnya, konsumen yang membutuhkan pertalite masih terkonsentrasi di SPBU yang telah mendapatkan pasokan BBM subsidi.

"Rata-rata yang antrenya panjang ini SPBU yang memiliki pertalite. Itu dipastikan 1000 persen," tambahnya. 

Meski begitu, Rifky memastikan ketersediaan pertalite di SPBU Gunung Guntur masih aman. 

Ia menegaskan, pasokan pertalite maupun Biosolar di SPBU tersebut berjalan sesuai kebutuhan dan tidak mengalami kekurangan.

"Stoknya tidak pernah kekurangan, bahkan kami sangat jarang kehabisan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, SPBU Gunung Guntur Balikpapan memiliki tiga dispenser yang aktif dengan total enam nozzle untuk kendaraan roda empat. 

Seluruh fasilitas tersebut telah dioperasikan secara optimal untuk menghadapi peningkatan permintaan Pertalite.

Namun, kata Rifky, antrean tetap sulit diurai karena persoalan utamanya bukan berada pada jumlah nozzle, melainkan tingginya permintaan BBM bersubsidi.

Rifky menambahkan, kondisi antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Gunung Guntur. Fenomena serupa juga terlihat pada SPBU lain yang menyediakan Pertalite.

"Rupanya di seluruh SPBU yang ada Pertalitenya memang panjang," ujarnya.

Baginya, selama harga BBM nonsubsidi dan BBM subsidi memiliki perbedaan yang cukup besar, konsumen akan terus mencari Pertalite. Untuk itu, penambahan fasilitas di SPBU belum tentu menjadi solusi utama jila pertumbuhan permintaan jauh lebih tinggi.

"Selama tidak ada SPBU yang ditambah Pertalitenya, kemudian jam operasionalnya standar, kalau barang subsidi itu mau dibuka sampai apapun, 100 persen pasti akan dikejar orang. SPBU-nya yang enggak mampu," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.